• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Anggota Pokdarwis Kampung Gribig Religi Kota Malang saat membuat bubur sapar pada Kamis (16/09/2021). (Foto: Dokumen/Tugu Jatim)

Anggota Pokdarwis Kampung Gribig Religi Kota Malang saat membuat bubur sapar pada Kamis (16/09/2021). (Foto: Dokumen)

Lestarikan Tradisi, Pokdarwis Kampung Gribig Religi Malang Bikin Bubur Sapar

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
5 years ago
in News, Sastra & Budaya
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Apakah Anda pernah mendengar istilah Safaran? Jika Anda orang Jawa, tentu mengetahui istilah itu. Sebab, di bulan Safar itu ada tradisi yang dijalankan oleh masyarakat, tapi semuanya tergantung masing-masing daerah karena memiliki cara yang berbeda-beda. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh Pokdarwis Kampung Gribig Religi Kota Malang dengan membuat bubur sapar. Seperti apa ceritanya?

Menurut kepercayaan masyarakat Jawa pada umumnya, sifat bulan Safar hampir sama dengan bulan sebelumnya yang merupakan kelanjutan dari bulan Suro (Muharram). Karena itu, untuk memperingatinya, Pokdarwis Kampung Gribig Religi menggelar event terbatas “Mbabar Bubur Sapar” pada Kamis Kliwon malam Jumat Legi (16/09/2021) di destinasi kompleks Cagar Budaya dan Pesarean Ki Ageng Gribig.

You might also like

Muktamar NU Jombang.

Muktamar NU Jombang Ke-35 Bakal Didatangi 200 Ribu Orang, Perketat Penginapan Delegasi Resmi: Ini Lokasinya!

22/07/2026 9:39 AM
Cuaca di Jawa Timur.

Angin Kencang Mengintai di Balik Langit Cerah, Cuaca di Jawa Timur Rabu 22 Juli 2026 Perlu Diwaspadai

22/07/2026 7:46 AM
Event terbatas yang digelar Pokdarwis Kampung Gribig Religi Kota Malang pada Kamis (16/09/2021). (Foto: Dokumen/Tugu Jatim)
Event terbatas yang digelar Pokdarwis Kampung Gribig Religi Kota Malang pada Kamis (16/09/2021). (Foto: Dokumen)

Kegiatan Mbabar Bubur Safar ini merupakan sebuah event promosi pariwisata Kota Malang yang berasal dari Kampung Tematik. Tentunya, event ini tidak seramai tahun-tahun sebelumnya yang penuh oleh peziarah dari berbagai daerah. Sebab, hingga kini pandemi Covid-19 di Kota Malang masih masa PPKM Level 3. Karena itu, kegiatan ini tidak bisa dikunjungi peziarah maupun wisatawan.

Sementara itu, Sekretaris Kampung Gribig Religi Agus Ahmad Saichu mengatakan, bulan ini mengingatkan kita semua bahwa Safar adalah bulan kedua dalam kalender Jawa.

“Bulan Safar itu setelah bulan pertama, yaitu bulan Suro,” ujarnya.

Bubur Sapar atau Jenang Grendul yang dibuat oleh anggota Pokdarwis Kampung Gribig Religi Kota Malang pada Kamis (16/09/2021). (Foto: Dokumen/Tugu Jatim)
Bubur Sapar atau Jenang Grendul yang dibuat oleh anggota Pokdarwis Kampung Gribig Religi Kota Malang pada Kamis (16/09/2021). (Foto: Dokumen)

Karena itu, dia mengatakan, masyarakat membuat bubur sapar atau biasa disebut “jenang grendul”. Bubur atau jenang ini berbentuk bundar-bundar yang mengandung makna.

“Maknanya itu ada kalanya siklus kehidupan manusia ada di atas, kadang ada pula di bawah. Jadi, seperti konsep bola (roda kehidupan),” ujarnya.

Untuk bahan pembuatan bubur sapar adalah beras ketan. Untuk diketahui, ketan adalah lekat atau “lengket” yang mengandung makna bahwa perbedaan apa pun dalam hal bermasyarakat tetap “lengket” atau erat dalam bersosialisasi dengan warga masyarakat yang lain.

“Jadi, ada harmonisasi dalam menjalani kehidupan ini,” ujar Agus.

Anggota Pokdarwis Kampung Gribig Religi Kota Malang berdoa setelah bubur sapar telah matang. (Foto: Dokumen/Tugu Jatim)
Anggota Pokdarwis Kampung Gribig Religi Kota Malang berdoa setelah bubur sapar telah matang. (Foto: Dokumen)

Terpisah, Ki Demang yang merupakan pengggas Kampung Budaya Polowijen sekaligus Ketua Forkom Pokdarwis Kampung Tematik Kota Malang ikut memberikan tanggapannya bahwa bulan Safar sebenarnya banyak diyakini sebagai bulan yang penuh bencana, bala, malapetaka, dan kesialan.

“Mayoritas masyarakat Jawa hingga saat ini masih memercayai bahwa bulan ini dipenuhi dengan hal-hal yang bersifat ketidakberuntungan,” ujar pria yang bernama asli Isa Wahyudi ini.

Dia melanjutkan, masyarakat Jawa sendiri yang beraliran kejawen menganggap hari Rabu Legi pada bulan Safar dianggap sebagai hari yang jelek sekali sehingga tidak boleh dibuat bepergian. Sedangkan hari Rabu Pahing yang dipercaya sebagai Dina Taliwangke, yaitu hari yang sebaiknya disirik (dihindari). (*)

Tags: Bubur SaparBulan SafarKota MalangLestarikan tradisiPokdarwis Kampung Gribig ReligiTradisi bulan Safar
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Muktamar NU Jombang.

Muktamar NU Jombang Ke-35 Bakal Didatangi 200 Ribu Orang, Perketat Penginapan Delegasi Resmi: Ini Lokasinya!

by Dwi Linda
22/07/2026 9:39 AM
0

JOMBANG, Tugujatim.id – Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas pada Agustus 2026 diproyeksikan didatangi sekitar...

Cuaca di Jawa Timur.

Angin Kencang Mengintai di Balik Langit Cerah, Cuaca di Jawa Timur Rabu 22 Juli 2026 Perlu Diwaspadai

by Dwi Linda
22/07/2026 7:46 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Rabu (22/07/2026) didominasi cerah dan udara kabur di banyak kabupaten/kota. BMKG mengeluarkan peringatan...

Pemkot Surabaya.

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir, Area tanpa Izin Terancam Ditutup

by Dwi Linda
21/07/2026 8:30 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mengawasi dengan ketat terhadap pengelolaan parkir. Pemkot Surabaya mengawasi berbagai tempat mulai...

Gus Kikin.

Gus Kikin Siap Maju sebagai Calon Ketua Umum PBNU, Ngaku Terima Penugasan PWNU Jatim

by Dwi Linda
21/07/2026 7:17 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin...

Next Post
MoU oleh Rektor UIN Sunan Ampel, Surabaya, Prof Masdar Hilmy S.Ag, MA, Ph.D (dua dari kiri), Ketua PW Ansor Jawa Timur Syafiq Syauqi, dan disaksikan Wakil Ketua Ansor Mahdi El Kherid

Madrasah Cyber, Inovasi Pertama di Indonesia oleh GP Ansor Jatim dan UIN Surabaya

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID