• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Bulan Bahasa

Ilustrasi bulan bahasa. (Foto: Pixabay)

Opini: Merenungi Penggunaan Bahasa Indonesia di Bulan Bahasa

Oleh: Afwa Zakia Al Azkaf, Mahasiswi Sastra Inggris Universitas Negeri Malang (UM)

Redaksi by Redaksi
6 years ago
in Sastra & Budaya, Catatan
0
Share on FacebookShare on Twitter

Bulan Oktober yang ditetapkan sebagai bulan bahasa baru saja berlalu, saatnya kita merenungkan penggunaan bahasa, khususnya bahasa Indonesia. Bulan Oktober ini adalah bulan sakral bagi bangsa Indonesia karena pada bulan inilah tercetus bahasa kesatuan negara kita, yaitu bahasa Indonesia.

Pada tanggal 28 Oktober, para pemuda mengikrarkan sumpahnya untuk menyatukan negara kita. Kobaran semangat pemuda pun tetap dapat kita rasakan sampai saat ini. Bahkan, eksistensi bahasa Indonesia pada milenial pun semakin popular dengan diadakannya berbagai kegiatan yang melibatkan pemuda generasi penerus bangsa.

You might also like

Surya.

Membaca Eksistensi Estetis dan Spiritual dalam 50 Tahun Perjalanan Kasih Surya dan Sjenny (1976–2026)

20/07/2026 4:35 PM
Muktamar

Siapakah Kuda Hitam Muktamar NU ke-35 di Jombang?

14/07/2026 2:15 PM

Karakteristik pemuda milenial saat ini sangatlah unik, karena paparan globalisasi sedari dini dan penggunaan teknologi yang sangat akrab dengan kehidupan sehari-hari menyebabkan mereka menerima banyak sekali informasi, kebudayaan dan kebiasaan yang beragam baik dari dalam maupun luar negeri.

Percampuran penggunaan bahasa dari bahasa Indonesia dengan bahasa asing juga merupakan tren generasi milenial masa kini. Namun apakah hal tersebut mengurangi rasa bangga pemuda terhadap penggunaan bahasa Indonesia? Semoga saja tidak.

Saat ini ada semakin banyak kegiatan yang dapat menyadarkan para pemuda akan pentingnya ikut andil dalam menyuarakan pendapat dan memupuk rasa nasionalisme dalam bernegara. Salah satunya adalah sebuah kontes bergengsi yang sangat popular di kalangan milenial yaitu Duta Bahasa.

Kompetisi ini bukan hanya mencari pemuda kebanggaan negara yang dapat menjadi perwakilan pemuda dalam penggunaan dan eksistensi bahasa Indonesia, namun juga merupakan bentuk keberlanjutan perjuangan dari Sumpah Pemuda 28 Oktober. Duta Bahasa dilaksanakan pada tiap daerah di Indonesia untuk menentukan perwakilan dari daerah provinsi tersebut untuk mewakili kompetisi nasional, yaitu Duta Bahasa Nasional.

Dalam perhelatan ini, masing-masing finalis dipupuk nasionalismenya, dan diharapkan menjadi contoh yang baik dalam memikul tanggung jawab yang merepresentasikan pemuda Indonesia yang baik. Dari tahun ke tahun acara tersebut selalu dilaksanakan pada Bulan Agustus bertepatan dengan kemerdekaan Indonesia. Seluruh finalis mengikuti upacara bendera di Istana Merdeka bersama dengan presiden Republik Indonesia.

Dalam pemilihan ini pula generasi milenial lebih mengenal pentingnya penggunakan bahasa Indonesia dalam kehidupan bernegara. Baik Duta Bahasa ataupun masyarakat luas diharapkan dapat mengimplementasikan semua poin sebuah pedoman yang dinamakan Trigatra Bangun Bahasa dengan benar dan tepat. Adapun isi dari Trigatra Bangun Bahasa adalah, “Utamakan bahasa Indonesia; lestarikan bahasa daerah; dan kuasai bahasa asing”.

Sebagai warga negara yang baik, seperti yang telah terikrarkan pada Sumpah Pemuda, kita harus menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Menggunakan bahasa Indonesia yang baik harus kita utamakan sesuai prinsip dari Trigatra Bangun Bahasa. Meski dalam keseharian kita sebagai milenial tak lepas dari pengaruh bahasa asing yang tinggi, peran bahasa Indonesia dalam hidup kita tidak akan tergantikan. Bahasa Indonesia bukan hanya sekedar bahasa, namun telah menjadi identitas diri milenial saat ini. Jadi jika dituntut untuk menggunakan Bahasa Indonesia yang baik, siapa takut!

Afwa Zakia Al Azkaf. (Foto: Dokumen)
Afwa Zakia Al Azkaf. (Foto: Dokumen)

Afwa Zakia Al Azkaf
Mahasiswi Sastra Inggris Universitas Negeri Malang (UM)

Tags: BahasaBahasa Indonesiaopini
Redaksi

Redaksi

Related Stories

Surya.

Membaca Eksistensi Estetis dan Spiritual dalam 50 Tahun Perjalanan Kasih Surya dan Sjenny (1976–2026)

by Dwi Linda
20/07/2026 4:35 PM
0

Oleh: Narudin Pituin Tugujatim.id - Saya menguji dan meneliti buku berjudul 50 Tahun Perjalanan Kasih Surya dan Sjenny (1976–2026) melalui...

Muktamar

Siapakah Kuda Hitam Muktamar NU ke-35 di Jombang?

by Mochamad Abdurrochim
14/07/2026 2:15 PM
0

Oleh: Abdur Rahim** Tugujatim.id - Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, semakin dekat. Momentum krusial ini...

Muktamar.

Mengapa Tambakberas Menjadi Pilihan untuk Muktamar Ke-35 NU?

by Dwi Linda
08/07/2026 8:34 AM
0

Oleh: Abdur Rahim* Tugujatim.id - Setelah melalui proses seleksi panjang yang melibatkan sembilan pondok pesantren di lima provinsi, Pengurus Besar...

Muktamar

Muktamar dan Belajar dari Verifikasi Ahli Hadis

by Mochamad Abdurrochim
05/07/2026 10:21 AM
0

Oleh: Achmad Diny Hidayatullah Dosen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang/Wakil Sekretaris PCNU kota Malang Ada satu kalimat yang sejak lama...

Next Post
olahraga lari aktivitas pagi hari

Agar Hari Lebih Berwarna, Anda Bisa Melakukan Tips-Tips Ini di Pagi Hari

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID