• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Michael Pujihartono (kanan), mahasiswa doktoral asal Surabaya yang sukses menyabet juara riset bioinformatic medicine di ajang HealtheX 2021 Selandia Baru. (Foto: Dokumen) tugu jatim bioinformatika medis

Michael Pujihartono (kanan), mahasiswa doktoral asal Surabaya yang sukses menyabet juara riset bioinformatic medicine di ajang HealtheX 2021 Selandia Baru. (Foto: Dokumen)

Peneliti Bioinformatika Medis Asal Jatim Raih Juara di Selandia Baru

Gigih Mazda by Gigih Mazda
5 years ago
in News, Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Penelitian di bidang bioinformatika medis milik peneliti asal Surabaya, Jawa Timur, Michael Pujihartono (25), sukses menyabet preidkat juara 2 di ajang bergengsi bertajuk HealtheX 2021 di Selandia Baru. Michael sukses mengalahkan ratusan kandidat doctoral lain dari berbagai penjuru negara Selandia Baru.

Bicara soal riset yang dilakukan Michael ini adalah tentang pengobatan bioinformatika (bioinformatic medicine). Untuk diketahui, bioinformatika merupakan terobosan teknologi dalam dunia medis yang masih baru di mana fokus studinya soal pengobatan penyakit kanker kulit (melanoma).

You might also like

Pasar Gadang.

Pembangunan Pasar Gadang Malang Dinilai Lambat, Warga Khawatir Pedagang Kembali ke Pinggir Jalan

13/06/2026 6:08 PM
Pemkot Malang.

Harga Pertamax Naik, Pemkot Malang Lirik Kendaraan Listrik Tekan Anggaran

13/06/2026 5:25 PM

”Intinya, dengan bioinformatika ini kita bisa memprediksi kanker itu sebelum jadi kanker. Jadi sifatnya lebih ke preventif atau pencegahan daripada pengobatan,” terang Michael dihubungi reporter tugumalang.id, Rabu (13/10/2021).

Sebagai informasi, bioinformatika merupakan hasil penggabungan dari lintas disiplin ilmu, yakni ilmu biologi genetik, ilmu matematika dan ilmu komputer (computer science). Studi ini lalu dimanfaatkan untuk mempelajari proses mutasi DNA. Mutasi inilah yang akhirnya tumbuh menjadi penyakit.

”Kalau mutasi ini terjadi di sel paru jadinya kanker paru. Kalau terjadi di sel kulit jadi kanker kulit. Begitu kira-kira. Jadi, memahami kanker dari segi genetik itu sangat penting,” ujar Michael yang sedang menempuh studi S3 di Auckland University Selandia Baru ini.

Namun untuk membaca mutasi DNA ini sangatlah rumit. Dalam setiap sel manusia, kode DNA itu terdiri dari 3 milliar huruf yang jika diumpamakan waktu untuk membacanya butuh 100 tahun. Disini letak pentingnya bioinformatika dipelajari.

Dengan menggunakan data DNA dari ratusan pasien kanker, lalu dianalisa secara sistematis matematis, maka risiko kanker seseorang bisa diprediksi sejak jauh hari.

”Dengan begitu, tindakan preventif dapat dilakukan untuk mencegah kanker ini terus berkembang dan pengobatannya lebih presisi,” papar anak kedua dari 4 bersaudara ini.

Tak hanya mencegah, dengan bioinformatika juga dapat dikembangkan untuk pengobatan. Bahkan obat ini diklaim bisa bekerja lebih spesifik ke titik mutasi DNA kanker itu sendiri. Lebih presisi, tepat di sel yang bermutasi itu.

Ibarat mobil kita rusak, jika tidak diketahui sebabnya, maka dibuang saja. Tapi kalau tahu rusaknya misal kekurangan oli, ya tinggal diganti olinya. Misalnya, riset bioinformatika kanker ini bisa diimplementasikan dengan 2 cara.

”Untuk preventif bisa dicegah dengan rajin olahraga, hindari kebiasaan merokok dan lain-lain. Sudah ketauan sejak dini soalnya. Untuk pengobatan ya lebih presisi nanti,” paparnya.

Lebih lanjut, penerapan bioinformatic medicine ini di Indonesia sepengetahuan dia belum ada yang mengimplementasikan. Padahal, pengobatan bioinformatika ini sudah banyak dilakukan di luar negeri.

”Sebab itu, saya excited banget untuk bawa ini ke Indonesia cepet-cepet. Apalagi sekarang start up di Indonesia sedang aktif ya, nanti saya akan bikin start up pertamanya. Kalau selama ini ya saya liat cuman terbatas di kemoterapi saja,” harapnya.

Tags: Kota SurabayarisetSurabaya
Gigih Mazda

Gigih Mazda

Related Stories

Pasar Gadang.

Pembangunan Pasar Gadang Malang Dinilai Lambat, Warga Khawatir Pedagang Kembali ke Pinggir Jalan

by Dwi Linda
13/06/2026 6:08 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Warga Kota Malang mulai mempertanyakan kelanjutan proyek penataan Pasar Induk Gadang setelah proses relokasi pedagang dilakukan sejak...

Pemkot Malang.

Harga Pertamax Naik, Pemkot Malang Lirik Kendaraan Listrik Tekan Anggaran

by Dwi Linda
13/06/2026 5:25 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi mulai berdampak pada biaya operasional pemerintah daerah. Di tengah...

Sekolah Rakyat di Blitar.

Bangunan Sekolah Rakyat di Blitar Capai 70 Persen, Cari Calon Siswa Sulit Terkendala Izin Orang Tua

by Dwi Linda
13/06/2026 2:25 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Pembangunan proyek strategis nasional Sekolah Rakyat (SR) di Kelurahan Kauman, Kota Blitar, kini mencapai progres fisik lebih...

Cuaca di Jawa Timur.

Hujan Ringan dan Udara Kabur Dominasi Cuaca di Jawa Timur 13 Juni 2026, Waspadai Kelembapan Tinggi dan Jarak Pandang

by Dwi Linda
13/06/2026 8:58 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Sabtu (13/06/2026) didominasi hujan ringan, udara kabur, dan kondisi berawan di berbagai wilayah....

Next Post
Upacara memperingati HUT ke-76 Provinsi Jatim di Kabupaten Malang. (Foto: Rizal Adhi Pratama/Tugu Malang/Tugu Jatim)

HUT Ke-76 Provinsi Jatim, Khofifah Puji Kontingen Jatim di PON XX Papua

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID