• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Wahyu Nasipah, difabel daksa yang tetap semangat belajar di Dinsos Jatim. (Foto: Dokumen/Tugu Jatim)

Wahyu Nasipah, difabel daksa yang tetap semangat belajar di Dinsos Jatim. (Foto: Dokumen)

Wahyu Nasipah, Difabel asal Blitar Mahir Menyulam meski tanpa Kaki dan Tangan Sempurna

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
5 years ago
in Featured
0
Share on FacebookShare on Twitter

Tugujatim.id – Semua orang pasti ingin terlahir sempurna. Tapi, kisah Wahyu Nasipah, 38, yang terlahir sebagai difabel daksa asal Blitar, ini tak membuatnya menyerah menjalani hidup. Anak keenam dari tujuh bersaudara ini bahkan rela ikut pelatihan UPT Rehabilitasi Bina Sosial Bina Daksa di Pasuruan, yang merupakan milik Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Jatim. Karena mengikuti pelatihan itu, Nasipah harus rela jauh dari keluarga untuk menimba ilmu.

“Saya asalnya dari Blitar, tapi sekarang tinggal di Bangil ikut pelatihannya Dinsos Jatim,” ujar Nasipah pada Rabu (13/10/2021).

You might also like

Teras Semeru.

Mengenal Muhammad Syafi’i, Santri Sukses Berdayakan Warga Kampung berkat Rumah Makan Teras Semeru Lumajang yang Viral

06/07/2026 5:13 PM
Blitar

Kisah Anak Buruh Setrika di Kota Blitar Menjemput Asa Lewat Sekolah Rakyat

26/06/2026 10:54 PM

Kesehariannya, dia mengikuti pelatihan kelas sulam dan batik. Mengapa dia mengikuti pelatihan itu? Nasipah hanya ingin punya skill dengan menyesuaikan kondisi tubuhnya yang memiliki keterbatasan pada tangan dan kaki.

“Ada kelas jahit, tapi kan saya susah kalau mau menjahit,” ujar Nasipah.

Nasipah yang terlahir tanpa memiliki kedua tangan yang sempurna seperti orang pada umumnya. Untuk menyulam, dia memanfaatkan kedua kakinya. Tentunya, dalam proses menyulam butuh ketelitian dan kesabaran. Namun, dia mampu menyelesaikan sulaman satu tangkai bunga dalam tempo satu hari.

“Kalau mood-nya lagi bagus, ya bisa selesai sehari. Tapi, kalau lagi nggak mood ya bisa dua hari,” imbuh Nasipah seraya tergelak.

Kelas pelatihan sulam, Nasipah mengatakan, berlangsung setiap hari kerja mulai dari pagi puku 08.00-12.00. Ada 12 orang dalam kelas sulam ini. Selain sulam, materi juga diselingi dengan membatik.

Pelatihan yang diikuti Nasipah diberikan Dinsos Jatim secara cuma-cuma. Selain itu, Nasipah juga mendapat fasilitas tempat tidur dan makan secara gratis.

“Semua sudah ditanggung sama Dinsos (Jatim), mulai dari makan sampai tempat tidur,” ujarnya.

Nasipah pun terlihat bersemangat saat menyulam. Keinginannya untuk bisa hidup mandiri mendorong Nasipah bertahan mengikuti kelas pelatihan meski harus jauh dari keluarga.

Selepas mengikuti pelatihan dari Dinsos Jatim, dia ingin membuka usaha sulam. Ini sekaligus memperluas bidang usaha yang dia geluti sebelum mengikuti pelatihan.

“Sebelumnya saya bikin konektor masker dan aksesori dari manik-manik, lalu saya jual secara online. Sekarang saya sudah mulai bisa nyulam, jadi mau nambah buka usaha sulam,” ujarnya.

 

Sumber Artikel: Berita Anak Surabaya (Basra)

Tags: BlitarDifabel BlitarDifabel daksaDifabel mahir menyulamDinsos Provinsi JatimDisabilitaskisah inspiratif
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Teras Semeru.

Mengenal Muhammad Syafi’i, Santri Sukses Berdayakan Warga Kampung berkat Rumah Makan Teras Semeru Lumajang yang Viral

by Dwi Linda
06/07/2026 5:13 PM
0

LUMAJANG, Tugujatim.id – Di balik meroketnya angka kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) di Kabupaten Lumajang selama libur Lebaran 2026, ada satu...

Blitar

Kisah Anak Buruh Setrika di Kota Blitar Menjemput Asa Lewat Sekolah Rakyat

by Mochamad Abdurrochim
26/06/2026 10:54 PM
0

"Sedih rasanya melihat teman-teman lain berseragam. Tapi saya harus sabar, menepi dulu demi bantu orang tua. Saya jualan es teh....

Sekolah Rakyat.

Menolak Padam, Asa Baru Silvia dan “The Invisible People” dari Bangku Sekolah Rakyat

by Dwi Linda
26/06/2026 5:47 PM
0

"Ada banyak pahlawan dalam kamus hidup Silvia Putri Cahyani, pelajar 14 tahun di Kota Batu, Jawa Timur. Paman dan bibinya,...

Bupati Sidoarjo.

Terharu! Bocah Usia 7 Tahun Luka Bakar 46 Persen, Bupati Sidoarjo Subandi Siapkan Pengobatan hingga Pekerjaan untuk sang Ayah

by Dwi Linda
16/06/2026 9:24 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Bupati Sidoarjo H. Subandi menjenguk Izzan, 7, bocah yang mengalami luka bakar hingga 46 persen dan kini...

Next Post
Poster Premiere Film Cinderella/tugu jatim

Cinderella, Dongeng yang Mengangkat Isu Kesetaraan Gender

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID