• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Salah satu warung di sekitar kampus UB dan UIN Malang di Kota Malang yang sepi pengunjung karena mahasiswa tak juga melakukan pembelajaran tatap muka. (Foto: Feni Yusnia/Tugu Malang/Tugu Jatim)

Salah satu warung di sekitar kampus UB dan UIN Malang di Kota Malang yang sepi pengunjung karena mahasiswa tak juga melakukan pembelajaran tatap muka. (Foto: Feni Yusnia/Tugu Malang/Tugu Jatim)

Mahasiswa Tak Kunjung Kuliah Tatap Muka, Pemilik Warung Sekitar Kampus Merana

Gigih Mazda by Gigih Mazda
5 years ago
in Bisnis, News, Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter

Mahasiswa yang tak kunjung menjalani kuliah tatap muka secara langsung di kampus membuat para pemilik warung yang berada di sekitar kampus merana. Tak jarang, mereka gulung tikar lantaran pendapatan yang merosot tajam. Setidaknya, hal itulah yang terlihat di kawasan kampus-kampus di Kota Malang. Bahkan warung yang dulunya menghabiskan beras 25 kg dalam sehari, kini 3 kg pun tak habis. Bagaimana kisah mereka? Serta bagaimana kelanjutannya?

MALANG, Tugujatim.id – Suasana sebuah warung di Jalan Kertosono Ketawanggede, Kota Malang tampak lengang kala Tugumalang.id, grup Tugu Jatim mengunjungi kawasan tersebut Kamis (14/10/2021) lalu. Kursi dan meja yang dulunya berjubel para mahasiswa, kini seakan lenyap ditelan senja. Padahal, warung tersebut memiliki tempat strategis karena berlokasi di akses keluar masuk Universitas Brawijaya (UB). Tak jauh dari lokasi, kampus Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Kota Malang (UIN Malang) juga berdiri.

You might also like

Sekolah Rakyat di Blitar.

Bangunan Sekolah Rakyat di Blitar Capai 70 Persen, Cari Calon Siswa Sulit Terkendala Izin Orang Tua

13/06/2026 2:25 PM
Cuaca di Jawa Timur.

Hujan Ringan dan Udara Kabur Dominasi Cuaca di Jawa Timur 13 Juni 2026, Waspadai Kelembapan Tinggi dan Jarak Pandang

13/06/2026 8:58 AM

Susiati, sang pemilik warung mengaku bahwa dulunya tempatnya begitu laris. Bukan tanpa alasan, ratusan bahkan ribuan mahasiswa mungkin selalu lalu lalang melewati depan warungnya, tak sedikit dari mereka yang datang untuk sarapan atau makan siang.

“Dulu warung ini sangat ramai. Sehari bisa habis 25 kg beras. Sekarang sepi, 3 kg saja sehari tidak habis,” kata perempuan berumur 60 tahun tersebut.

Saat ini, akses masuk kampus UB di jalan tersebut ditutup. Susiati menyebutnya kampus mati. Tidak hanya itu, rumah kos yang dikelolanya juga kosong. Sejak pandemi datang, sejak itu pula mahasiswa pulang.

“Saya sempat tidak jualan selama 4 bulan. Sekarang saya beranikan, ya berdoa semoga kampus bisa segera masuk,” ujarnya.

Terpaksa Tutup Warung Cabang untuk Tekan Biaya Operasional

Salah satu warung di sekitar kampus di Kota Malang yang sepi pengunjung akibat mahasiswa tak kunjung melakukan kuliah tatap muka akibat pandemi. (Foto: Feni Yusnia/Tugu Malang/Tugu Jatim)
Salah satu warung di sekitar kampus di Kota Malang yang sepi pengunjung akibat mahasiswa tak kunjung melakukan kuliah tatap muka akibat pandemi. (Foto: Feni Yusnia/Tugu Malang/Tugu Jatim)

Cerita serupa juga dialami pria bernama Andika, penjual lalapan di Jalan Simpang Gajayana Merjosari, Kota Malang. Ia mengaku penghasilannya selama berjualan, laris oleh pembeli yang menurutnya adalah mahasiswa atau anak kos. Andika pun kaget saat virus Covid-19 ramai diperbincangkan, dan mahasiswa ramai berbondong-bondong hilang.

“Awal-awal corona saya masih sempat jualan. Sueeepi. Mahasiswa hilang,” terangnya.

Dirinya pun berpikir, bertahan saja dari hantaman pandemi, sudah bisa aman. Dia tidak berpikir untuk menerjang pandemi, karena menurutnya energi dan finansialnya akan habis. Andika memilih menutup warungnya, dan membuka kembali saat kondisi sudah memungkinkan.

Page 1 of 2
12Next
Tags: Kota MalangMalang
Gigih Mazda

Gigih Mazda

Related Stories

Sekolah Rakyat di Blitar.

Bangunan Sekolah Rakyat di Blitar Capai 70 Persen, Cari Calon Siswa Sulit Terkendala Izin Orang Tua

by Dwi Linda
13/06/2026 2:25 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Pembangunan proyek strategis nasional Sekolah Rakyat (SR) di Kelurahan Kauman, Kota Blitar, kini mencapai progres fisik lebih...

Cuaca di Jawa Timur.

Hujan Ringan dan Udara Kabur Dominasi Cuaca di Jawa Timur 13 Juni 2026, Waspadai Kelembapan Tinggi dan Jarak Pandang

by Dwi Linda
13/06/2026 8:58 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Sabtu (13/06/2026) didominasi hujan ringan, udara kabur, dan kondisi berawan di berbagai wilayah....

UM

9.218 Mahasiswa UM Siap Mengabdi Lewat Program UM BBM 2026

by Mochamad Abdurrochim
13/06/2026 7:00 AM
0

MALANG, Tugujatim.id – Sebanyak 9.218 mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) resmi diberangkatkan untuk mengikuti program Universitas Negeri Malang Belajar Bersama...

Santri

Terkendala Gelombang Tinggi, Pencarian Hari Kedua Santri Terseret Ombak di Blitar Nihil

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 8:54 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Operasi pencarian terhadap santri asal Kabupaten Kediri yang terseret ombak di Pantai Pangi, Desa Tumpakkepuh, Kecamatan Bakung,...

Next Post
Proses vaksinasi yang dilakukan bidan desa di Balai Desa Pakel, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban. (Foto: Kodim 0811 Tuban) tugu jatim

TNI dan Bidan Desa di Tuban Galakkan Vaksinasi Door to Door

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID