• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Warga Kabupaten Jember menggelar acara "Ruwat Rawat Gumuk" pada Jumat (29/10/2021). (Foto: Dokumen/Tugu Jatim)

Warga Kabupaten Jember menggelar acara "Ruwat Rawat Gumuk" pada Jumat (29/10/2021). (Foto: Dokumen)

Srawung Sastra dan Masyarakat Jember Gelar “Ruwat Rawat Gumuk”

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
5 years ago
in Catatan
0
Share on FacebookShare on Twitter

JEMBER, Tugujatim.id – Eksploitasi gumuk di Kabupaten Jember secara masif mendapat respons dari beberapa kalangan pelaku budaya yang tergabung dalam Srawung Sastra, mahasiswa Universitas PGRI Argopuro dan warga Desa Wonojati, dengan menggelar acara Ruwat Rawat Gumuk pada Jumat (29/10/2021).

Acara ini bertujuan untuk menjaga ekosistem dengan menyelenggarakan ritual pepujian yang melibatkan kalangan seniman, budayawan, masyarakat, dan pemuda Wonojati.

You might also like

Surya.

Membaca Eksistensi Estetis dan Spiritual dalam 50 Tahun Perjalanan Kasih Surya dan Sjenny (1976–2026)

20/07/2026 4:35 PM
Muktamar

Siapakah Kuda Hitam Muktamar NU ke-35 di Jombang?

14/07/2026 2:15 PM

Menurut Muhammad Afan, acara ini terselenggara atas kerja sama adik-adik mahasiswa Universitas PGRI Argopuro, masyarakat, dan pemuda Desa Wonojati.

“Saya melihat geliat masyarakat dan pemuda terhadap kegiatan beraroma budaya lokal desa perlu diapresiasi,” terangnya.

Kemeriahan acara "Ruwat Rawat Gumuk" di Kabupaten Jember pada Jumat (29/10/2021). (Foto: Dokumen/Tugu Jatim)
Kemeriahan acara “Ruwat Rawat Gumuk” di Kabupaten Jember pada Jumat (29/10/2021). (Foto: Dokumen)

Acara tersebut diselenggarakan untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda dan Maulid Nabi Muhammad SAW. Acara dibuka dengan seremonial selawat, pepujian, serta pantun berbahasa Madura yang dibacakan Pak Sus Mistur, warga dan seniman tradisi pencak silat dan pantun Madura.

“Acara semacam ini sangat penting untuk menjaga keberlangsungan kesenian di desa ini, ” kata Pak Sus dalam sambutannya.

Sementara itu, koordinator Srawung Sastra Gunawan menjelaskan, gelaran semacam ini dimaksudkan untuk mendekatkan dunia seni dan sastra kepada masyarakat luas.

“Acara Ruwat Rawat Gumuk merupakan ekspresi kegelisahan masyarakat dan seniman terhadap pembabatan gumuk-gumuk yang ada di Jember,“ paparnya.

Menurut Gunawan, acara ritual semacam ini diharapkan bisa membangun kesadaran masyarakat dalam menjaga ekosistem gumuk. Sebab, jika kesadaran itu tidak dibangun, maka sepuluh tahun ke depan, gumuk hanya tinggal cerita bagi anak cucu.

“Kita sama-sama berdoa agar masyarakat memiliki kesadaran menjaga gumuk yang nyaris habis di Jember,” lanjut Gunawan.

Warga antusias menggelar acara "Ruwat Rawat Gumuk" di Kabupaten Jember pada Jumat (29/10/2021). (Foto: Dokumen/Tugu Jatim)
Warga antusias menggelar acara “Ruwat Rawat Gumuk” di Kabupaten Jember pada Jumat (29/10/2021). (Foto: Dokumen)

Selepas seremonial yang ditutup dengan doa, acara berlanjut Malam Apresiasi Seni yang menghadirkan para seniman, baik musik maupun pembacaan puisi. Ketua Lesbumi Jember Siswanto membuka Malam Apresiasi Seni dengan pembacaan puisi.

Dilanjutkan pembacaan puisi oleh Ketua BKN Didit Gondrong dan beberapa kalangan sastrawan dan seniman. Di antaranya, Muhammad Lefan, Ebhi Yunus, Putra Yuda, Ali Ibnu Anwar, Moh Rohim, dan Muhyi.

Sementara untuk apresiasi musik, diisi musik jazz oleh Ali Gardi, seniman musik yang menggalakkan edukasi tentang musik. Tak sendirian, Ali Gardi juga ditemani para pemusik dari Oyot Suket dan Taman Bermain Alongguh.

Menurut Ali Ibnu Anwar, acara apresiasi kesenian dan budaya pada Ruwat Rawat Gumuk merupakan ekspresi kegelisahan masyarakat dan seniman, terhadap pembabatan gumuk-gumuk yang ada di Jember secara masif.

“Memang gumuk bukan tanah kita. Tetapi, jika kita sebagai manusia tidak bisa menjaga, lantas bagaimana ekosistem itu bisa seimbang,” ujar Ali. (*)

Tags: Jember hari iniKabupaten JemberRuwat Rawat Gumuk
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Surya.

Membaca Eksistensi Estetis dan Spiritual dalam 50 Tahun Perjalanan Kasih Surya dan Sjenny (1976–2026)

by Dwi Linda
20/07/2026 4:35 PM
0

Oleh: Narudin Pituin Tugujatim.id - Saya menguji dan meneliti buku berjudul 50 Tahun Perjalanan Kasih Surya dan Sjenny (1976–2026) melalui...

Muktamar

Siapakah Kuda Hitam Muktamar NU ke-35 di Jombang?

by Mochamad Abdurrochim
14/07/2026 2:15 PM
0

Oleh: Abdur Rahim** Tugujatim.id - Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, semakin dekat. Momentum krusial ini...

Muktamar.

Mengapa Tambakberas Menjadi Pilihan untuk Muktamar Ke-35 NU?

by Dwi Linda
08/07/2026 8:34 AM
0

Oleh: Abdur Rahim* Tugujatim.id - Setelah melalui proses seleksi panjang yang melibatkan sembilan pondok pesantren di lima provinsi, Pengurus Besar...

Muktamar

Muktamar dan Belajar dari Verifikasi Ahli Hadis

by Mochamad Abdurrochim
05/07/2026 10:21 AM
0

Oleh: Achmad Diny Hidayatullah Dosen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang/Wakil Sekretaris PCNU kota Malang Ada satu kalimat yang sejak lama...

Next Post
Vaksinasi pelajar di Kota Malang pada Sabtu (30/10/2021). (Foto: Rubianto/Tugu Malang/Tugu Jatim)

Terkendala Komorbid, Vaksinasi Pelajar di Kota Malang Hanya 99 Persen

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID