• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Ilustrasi pembuatan film dokumenter bertema kerusakan lingkungan. (Foto: Pexels/Tugu Jatim)

Ilustrasi pembuatan film dokumenter bertema kerusakan lingkungan. (Foto: Pexels)

4 Film Dokumenter Inspiratif soal Kerusakan Lingkungan

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
5 years ago
in Entertainment, Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter

Tugujatim.id – Kepedulian terhadap lingkungan bisa diwujudkan dalam segala hal, termasuk dengan membuat karya film dokumenter untuk mengedukasi masyarakat. Bahkan, semakin hari kerusakan lingkungan semakin serius. Pada akhirnya, banyak pembuat film yang mendokumentasikan penyebab dan akibat dari kerusakan alam. Dari film-film tersebut, Anda diharapkan bisa tergugah dan turut berjuang mempertahankan kelestarian alam. Apa saja film dokumenter itu?

1. Semesta

Poster film Semesta. (Foto: IG @tanakhirfilms/Tugu Jatim)
Poster film Semesta. (Foto: IG @tanakhirfilms)

Film yang diproduseri Nicholas Saputra ini mengisahkan tujuh tokoh dari tujuh provinsi di Indonesia yang berjuang melawan perusakan lingkungan. Ketujuh tokoh tersebut memiliki latar belakang yang berbeda, tapi memiliki misi yang sama, yaitu kelestarian lingkungan.

You might also like

Sekolah Rakyat di Blitar.

Bangunan Sekolah Rakyat di Blitar Capai 70 Persen, Cari Calon Siswa Sulit Terkendala Izin Orang Tua

13/06/2026 2:25 PM
UM

9.218 Mahasiswa UM Siap Mengabdi Lewat Program UM BBM 2026

13/06/2026 7:00 AM

Ketujuh tokoh tersebut adalah Tjokorda Raka Kerthysa dari Bali, Agustinus Pius Inam dari Kalimantan Barat, Romo Marselus Hasan dari Nusa Tenggara Timur, Almina Kacili dari Papua Barat, Muhammas Yusuf dari Aceh, Iskandar Waworuntu dari Yogyakarta, dan Soraya Cassandra dari Jakarta.

Disutradarai oleh Chairun Nisa, Semesta menunjukkan bahwa setiap agama dan kebudayaan mengajarkan manusia untuk selalu merawat alam.

2. Sexy Killer

Poster film Sexy Killers. (Foto: IG @watchdoc_insta/Tugu Jatim)
Poster film Sexy Killers. (Foto: IG @watchdoc_insta)

Sexy Killer fokus pada dampak-dampak buruk dari penambangan batu bara dan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Tak hanya menyoroti dampaknya terhadap lingkungan, tapi juga pada kesejahteraan hidup manusia.

Mulai dari penggundulan hutan untuk penambangan hingga rusaknya terumbu karang akibat kapal yang mengangkut batu bara. Sexy Killer menunjukkan besarnya kerusakan lingkungan akibat bisnis batu bara.

Film ini juga membeberkan bukti-bukti bahwa polusi yang diakibatkan oleh PLTU dapat merusak paru-paru manusia yang ada di sekitarnya. Selain itu, Sexy Killer juga mengungkap para elite Indonesia yang terlibat dalam bisnis penambangan batu bara.

3. Seaspiracy

Poster film Seaspiracy. (Foto: IG @seaspiracy/Tugu Jatim)
Poster film Seaspiracy. (Foto: IG @seaspiracy)

Disutradarai dan dibintangi oleh pencinta lautan, Ali Tabrizi, film ini menyoroti kerusakan laut yang diakibatkan oleh manusia. Mulai dari sampah plastik, bekas jala ikan, hingga penangkapan ikan berskala besar.

Jika manusia terus melakukan perusakan, beberapa tahun lagi ikan di lautan akan semakin langka dan ekosistem di lautan akan terganggu. Film ini juga mengungkapkan bahwa budi daya ikan pun bukan solusi karena pencemaran dan kondisi ikan yang tidak sehat.

Seaspiracy membuka mata penonton dengan menunjukkan apa yang tersaji di meja makan bisa menjadi sebuah permasalahan di lautan.

4. Tanah Ibu Kami (Our Mothers’ Land)

Poster film Tanah Ibu Kami. (Foto: IG @thegeckoproject/Tugu Jatim)
Poster film Tanah Ibu Kami. (Foto: IG @thegeckoproject)

Film yang dirilis pada 2020 ini mengisahkan perjuangan para perempuan dari berbagai daerah di Indonesia untuk mempertahankan tanah mereka dari eksploitasi.

Tanah Ibu Kami dibuka dengan perjuangan para perempuan dari pegunungan Kendeng, Jawa Tengah, yang menolak pembangunan pabrik semen di tanah mereka. Film kemudian dilanjutkan dengan mengungkap kisah Mama Aleta Baun di Mollo, Nusa Tenggara Timur, yang melawan perusahaan tambang dan Eva Bande di Banggai, Sulawesi Tengah, yang melawan perusahaan perkebunan kelapa sawit.

Para perempuan ini dengan tegas mempertahankan keyakinan mereka bahwa lingkungan harus dijaga meski ada banyak yang harus dibayar. Mulai dari kesehatan hingga hukuman penjara. Namun, itu semua tidak menyurutkan semangat perjuangan mereka.

Keempat film tadi dikemas dengan sinematografi yang apik dengan narasi yang edukatif dan inspiratif. Dengan menonton film-film ini, semoga lebih banyak orang Indonesia yang terbuka pikirannya dan turut bergerak untuk menjaga kelestarian lingkungan.

Tags: Film dokumenterFilm lingkunganKelestarian alamkerusakan lingkunganrekomendasi filmRekomendasi film Indonesia
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Sekolah Rakyat di Blitar.

Bangunan Sekolah Rakyat di Blitar Capai 70 Persen, Cari Calon Siswa Sulit Terkendala Izin Orang Tua

by Dwi Linda
13/06/2026 2:25 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Pembangunan proyek strategis nasional Sekolah Rakyat (SR) di Kelurahan Kauman, Kota Blitar, kini mencapai progres fisik lebih...

UM

9.218 Mahasiswa UM Siap Mengabdi Lewat Program UM BBM 2026

by Mochamad Abdurrochim
13/06/2026 7:00 AM
0

MALANG, Tugujatim.id – Sebanyak 9.218 mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) resmi diberangkatkan untuk mengikuti program Universitas Negeri Malang Belajar Bersama...

UNEJ

Mahasiswa UNEJ Sulap Limbah Kulit Kopi Jadi Snack Bar Kaya Antioksidan

by Mochamad Abdurrochim
10/06/2026 10:30 PM
0

JEMBER, Tugujatim.id – Mahasiswa Program Studi Teknologi Hasil Pangan (THP) Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) UNEJ berhasil mengembangkan ChocoCara Bar. Chococara...

Siswa di Kota Blitar.

15 Ribu Siswa di Kota Blitar Tak Dapat MBG Imbas Transfer BGN Macet, 8 SPPG Stop Beroperasi

by Dwi Linda
09/06/2026 9:03 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Sebanyak 15.000 hingga 16.000 siswa di Kota Blitar sementara waktu tidak menerima pasokan Program Makan Bergizi Gratis...

Next Post
Kolaborasi PT Green Rock Campers Indonesia bersama PT Palawi Risorsis. (Foto: Dokumen/Tugu Jatim)

GreenRock Campers, Kolaborasi Gekrafs Kota Batu dan PT Palawi untuk Dongkrak Pariwisata di Coban Rondo

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID