• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
M Muniri, Bagian Humas panti asuhan sekaligus pesantren di Kota Malang yang anak asuhnya diduga menjadi korban pencabulan dan kekerasan fisik.

M Muniri, Bagian Humas panti asuhan sekaligus pesantren di Kota Malang yang anak asuhnya diduga menjadi korban pencabulan dan kekerasan fisik. (Foto: M Sholeh)

Pencabulan Anak di Kota Malang, Tanggapan Panti Asuhan: Kami belum Melihat Video Kekerasannya.

Herlianto A by Herlianto A
5 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Pihak panti asuhan di Kota Malang yang anak didiknya menjadi korban dugaan pencabulan memberikan tanggapan. Tanggapan tersebut disampaikan oleh M Muniri, bagian Humas panti asuhan sekaligus pesantren di Kota Malang itu, Senin (22/11/2021).

“Status ananda ini memang benar adalah santri atau anak asuh dari yayasan kami ini. Dia di sini sudah sekitar 6 tahun,” ujar M Muniri saat dikonfirmasi.

You might also like

Mojokerto

Momen Libur Panjang, Stasiun Mojokerto Layani 9.000 Lebih Pelanggan

05/06/2026 2:05 PM
Jatim

BMKG: Waspada Kabut Tebal dan Angin Kencang di Jatim, Jumat 5 Juni 2026

05/06/2026 8:11 AM

Beredar luas di media sosial, video anak yang masih berusia 13 tahun dirundung hingga dipersekusi atau dianiaya ramai-ramai oleh delapan temannya. Peristiwa menyatat hati itu terjadi pada Kamis (18/11/2021)

Namun demikian, Muniri mengaku bahwa secara pribadi belum melihat langsung video yang sudah viral tersebut.

“Kami belum melihat video kekerasannya,” ujarnya.

Dia juga mengaku tidak mengetahui secara pasti pergaulan anak asuhnya ini ketika sudah berada di luar panti asuhan.

“Kami kurang begitu paham kalau pergaulannya di luar. Setahu kami, dia hanya berteman dengan anak-anak sekitar panti bahkan hanya di kampung sini saja,” ungkapnya.

Menurutnya, para anak didik panti asuhan atau pesantren tersebut bisa keluar ketika jam sekolah formal rampung. Disebutkan, rata rata bisa keluar panti asuhan sekitar pukul 13.00 atau 14.00 WIB.

“Itu baru boleh keluar pondoknya, pukul 15.00 WIB dimulai lagi kegiatan (belajar) nya. Kemudian wajib di pondok selama ada kegiatan,” tandasnya.

Tags: Anak DipersekusiPanti Asuhan di Kota MalangPencabulan Anakpondok pesantren
Herlianto A

Herlianto A

Related Stories

Mojokerto

Momen Libur Panjang, Stasiun Mojokerto Layani 9.000 Lebih Pelanggan

by Mochamad Abdurrochim
05/06/2026 2:05 PM
0

MOJOKERTO, Tugujatim.id - Pihak PT Kereta Api Indonesia melalui Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya menyampaikan catatan atas momen libur panjang...

Jatim

BMKG: Waspada Kabut Tebal dan Angin Kencang di Jatim, Jumat 5 Juni 2026

by Mochamad Abdurrochim
05/06/2026 8:11 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jatim Jumat (05/06/2026) didominasi udara kabur dan berawan di banyak wilayah, dengan beberapa daerah dataran tinggi...

Surabaya

Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir Digital

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 8:52 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id- Sebagai upaya meningkatkan transparansi Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, memasang foto juru parkir (jukir) pada rambu parkir digital di...

Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 3:30 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Warga Desa Rengel, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban digegerkan dengan penemuan bayi laki-laki dalam kondisi meninggal dunia di...

Next Post
Setelah Dicabuli, Anak Panti Asuhan di Kota Malang Dipersekusi dan Dituduh Pelakor

Setelah Dicabuli, Anak Panti Asuhan di Kota Malang Dipersekusi dan Dituduh Pelakor

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID