• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Bupati Banyuwangi. (Foto: Dokumen/Tugu Jatim)

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani (dua dari kiri) saat berbincang dengan Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional Dr Aqua Dwipayana (dua dari kanan) dan CEO Tugu Media Group Irham Thoriq (kanan). (Foto: Dokumen)

Satu Jam Bersama Bupati Banyuwangi, Belajar Memimpin dengan Hati

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
5 years ago
in Catatan
0
Share on FacebookShare on Twitter

BANYUWANGI, Tugujatim.id – Azan Asar baru saja berkumandang saat kami baru tiba di Pendapa Kabupaten Banyuwangi pada Senin (22/11/2021). Sebelum bertemu dengan bupati Banyuwangi, saat itu rombongan kami yang terdiri dari Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional Dr Aqua Dwipayana dan CEO Tugu Media Group Irham Thoriq langsung diminta menyantap hidangan rawon yang sudah disajikan. Sedangkan tuan rumah yakni Bupati Banyuwangi Ipuk Feistiandani belum tiba.

Kami diminta makan terlebih dulu karena Ipuk, sapaan akrabnya, sedang puasa sunah hari Senin.

You might also like

NU.

Suket Teki, Gus Yahya, dan Tantangan Governing NU

06/06/2026 4:45 PM
Gus Yahya.

Menakar Dua Periode Gus Yahya: Mungkinkah?

30/05/2026 8:27 PM

”Setahu saya, beliau rutin puasa Senin-Kamis, jadi kita makan dulu saja,” kata salah seorang kepala dinas yang menemani kami menyantap rawon Bik Atik, salah satu rawon legendaris di Banyuwangi.

Bupati Banyuwangi. (Foto: Dokumen/Tugu Jatim)
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani. (Foto: Dokumen)

Tak lama setelah kami makan rawon, Ipuk tiba. Sekitar satu jam, kami mengobrol dengan perempuan yang lahir di Magelang dan besar di Jakarta ini. Salah satu yang kami perbincangkan adalah soal terobosan dan inovasi yang dilakukan oleh Ipuk.

”Menurut saya, Ibu ini sudah enak jalannya, yakni tinggal melanjutkan yang baik-baik dari sebelumnya,” kata Dr Aqua Dwipayana memulai pembicaraan.

Untuk diketahui, pendahulu Ipuk adalah Bupati Banyuwangi 2 periode Abdullah Azwar Anas, yang tak lain adalah suami dari Ipuk. Dan Ipuk menjelaskan, salah satu yang dia getol lakukan saat ini adalah pelayanan jemput bola. Salah satunya yang dia sebut sebagai Bunga Desa, yakni Bupati Ngantor di Desa. Konsepnya, Ipuk memantau pelayanan di desa tersebut dengan ngantor di kantor kepala desa setempat.

Dalam menjelaskan itu, Ipuk menunjukkan video-video saat dia ngantor di desa. Terlihat juga saat dia mengendarai sepeda motor, lengkap dengan memakai helmnya.

”Saya ke sini untuk mengurus kartu identitas anak (KIA) dan langsung jadi,” kata salah seorang warga yang memberi testimoni dalam video tersebut.

Lalu, kapan program Bunga Desa ini digelar?

”Ini digelar setiap minggu, setiap Rabu,” imbuh Ipuk.

Bupati Banyuwangi. (Foto: Dokumen/Tugu Jatim)
Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional Dr Aqua Dwipayana saat memberikan buku karyanya kepada Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani. (Foto: Irham Thoriq/Tugu Malang/Tugu Jatim)

Sampai saat ini, program tersebut sudah jalan 14 kali di 14 desa berbeda. Ketika ada pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), program ini untuk sementara waktu dialihkan untuk melayani wilayah-wilayah perkebunan yang jauh dari pusat pemerintahan.

Ipuk mengaku senang ketika dia bisa menyapa warganya. Apalagi dia bisa berkomunikasi langsung. Sebagai seorang perempuan, Ipuk terlihat ingin memimpin dengan hati. Tentu saja, dengan sentuhan-sentuhan emosional layaknya seorang perempuan.

”Senang saja ketika bisa bertemu dengan masyarakat,” kata perempuan yang dilantik sebagai bupati pada 26 Februari 2021 ini.

Bupati Banyuwangi. (Foto: Dokumen/Tugu Jatim)
Rombongan menikmati rawon Bik Atik di Pendapa Kabupaten Banyuwangi, ditemani Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Pemkab Banyuwangi Budi Santoso (kanan).(Foto: Dokumen)

Di tengah-tengah obrolan, Dr Aqua menanyakan apa yang dirasakan saat menjadi bupati.

”Karena saya ini melanjutkan, tentu saja ada beban,” kata Ipuk.

”Terlepas Ibu ini istri Pak Anas. Tapi, siapa pun yang menggantikan Pak Anas mampu mempertahankan saja, menurut saya sudah bagus,” jawab Dr Aqua.

Ipuk juga menjelaskan kalau saat ini dirinya sedang terus mengebut program vaksinasi di Banyuwangi.

”Kami tidak pernah menolak vaksin merek apa pun, tapi kami memang ada kendala yakni luasnya Banyuwangi yang merupakan daerah terluas di Pulau Jawa. Ini tantangan kami untuk menuntaskan vaksinasi,” ucapnya.

Setelah mengobrol kurang lebih satu jam, kami pamit kepada Bupati Banyuwangi Ipuk. Kami juga pamit kepada sejumlah kepala dinas yang menemani Ipuk. Di antaranya, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kadiskominfo) Kabupaten Banyuwangi Budi Santoso dan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan Diklat Kabupaten Banyuwangi Nafiul Huda.

Tags: Banyuwangi hari iniBupati BanyuwangiCEO Tugu Media Group Irham ThoriqDr Aqua DwipayanaIpuk FeistiandaniPakar Komunikasi dan Motivator Nasional
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

NU.

Suket Teki, Gus Yahya, dan Tantangan Governing NU

by Dwi Linda
06/06/2026 4:45 PM
0

Oleh: Abdur Rahim* Tugujatim.id - KH A Hasyim Muzadi, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 1999-2010 pernah melontarkan...

Gus Yahya.

Menakar Dua Periode Gus Yahya: Mungkinkah?

by Dwi Linda
30/05/2026 8:27 PM
0

Oleh: Abdur Rahim** Tugujatim.id - Kepemimpinan di Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sedang berada di persimpangan yang tidak mudah. Ketegangan...

Tasyakuran 50 tahun pernikahan

Tasyakuran 50 Tahun Pernikahan Surya Burhanuddin dan Sjenny Jamain, Penuh Kesan dan Menginspirasi

by Mochamad Abdurrochim
03/05/2026 7:42 PM
0

JAKARTA, Tugujatim.id – Tasyakuran 50 tahun pernikahan Surya Burhanuddin dan Sjenny Jamain berlangsung penuh kesan, syukur, dan inspirasi di Hotel...

AHWA.

Menimbang Pelembagaan AHWA sebagai Otoritas Kepemimpinan NU

by Dwi Linda
14/04/2026 7:52 PM
0

Oleh: Abdur Rahim (Warga NU; tinggal di Desa Simo, Tuban)   TUBAN, Tugujatim.id - Beberapa waktu lalu, saya bertemu dengan...

Next Post
BUMN. (Foto: M. Sholeh/Tugu Malang/Tugu Jatim)

Usai Tutup 70 Perusahaan, Kini Erick Thohir Bakal Jual BUMN Berpenghasilan di Bawah Rp 50 Miliar

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID