• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Ach Dhofir Zuhry (tengah), pengasuh pesantren Luhur Baitul Hikmah menerima kenang-kenangan buku dari para santri. (Foto: Dokumen)

Ach Dhofir Zuhry (tengah), pengasuh pesantren Luhur Baitul Hikmah menerima kenang-kenangan buku dari para santri. (Foto: Dokumen)

Keren, 8 Buku Sambut Ulang Tahun ‘Pesantren Filsafat’ Luhur Baitul Hikmah Kepanjen, Malang

Herlianto A by Herlianto A
4 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Bila ulang tahun umumnya hanya dirayakan dengan tiup lilin atau potong tumpeng, tetapi tidak dengan ulang tahun pesantren Luhur Baitul Hikmah Kepanjen, Malang. ‘Pesantren Filsafat’ ini merayakan ulang tahunnya dengan menerbitkan 8 buku karya para santri.

Delapan buku yang berhasil diterbitkan di antaranya, Menyibak Tabir Tirai Alquran oleh M Hasani Mubarok, Secangkir Kopi Filsafat ditulis Herlianto. A, Modal Dasar Baca Kitab oleh Ach Yani el-Rusyd, Mahasiswa Agen Perubahan oleh Aisaba S Igobula, Sederhana Itu Tidak Sesederhana Itu dua jilid ditulis Ach Khoiron Nafis, Heri Zanqy dan Difan, Tanpa Logika Loe Gila diterjemahkan Iqbalul Mu’id, dan Aku dan Seluruh Musim yang Terluka oleh Ach Yani el-Rusyd.

You might also like

Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

04/06/2026 3:30 PM
Event tahunan di Banyuwangi.

Alasan Tak Pernah Sepi Wisatawan, 7 Event Tahunan di Banyuwangi Ini Selalu Jadi Magnet Pengunjung

04/06/2026 1:57 PM

Ach Dhofir Zuhry, pendiri pesantren Luhur Baitul Hikmah mengapresiasi atas terbitnya karya par santri tersebut. Menurutnya, di pesantren yang diasuhnya memang mentradisikan menulis untuk mendokumentasikan ilmu dan hasil diskusi.

“Saya ucapkan selamat atas terbitnya delapan buku ini, saya kira belum banyak pesantren yang melakukan demikian,” kata dia dalam sambutannya.

Selain itu, alumni STF Driyarkara tersebut juga menceritakan perjalanan pesantren Luhur Baitul Hikmah yang dimulai sejak tahun 2009. Awalnya, pesantren filsafat ini tidak diniatkan untuk membuat pesantren melainkan sebatas diskusi dan bertukar pengetahuan.

3677d60d 85bd 460c 96c0 62c5c8123704
Foto bersama para alumni dan Gus Ach Dhofir Zuhry. (Foto: Dokumen)

“Tahun 2009 adalah ngaji pertama, kami tak meniatkan membuat pesantren. Karena itu pula saya tidak mau dipanggil kiai atau ustaz. Dan, tak pernah membuka pendaftaran untuk menerima santri, Cuma ada yang datang untuk belajar,” paparnya.

Pada awalnya, pria yang akrab disapa gus Dhofir tersebut mengatakan hanya bertemu dengan para pemuda di Kepanjen, lalu ngaji bersama. Beberapa kitab yang dibaca saat itu, misalnya kitab Burdah, Ta’lim Muta’allim, Minhajul Abidin, dst.

“Pada generasi pertama ini, kita ngaji keliling dari rumah ke rumah, dari kampus ke kampus,” kenangnya.

Lalu pada generasi kedua tahun 2010, mulai menggelar diskusi dengan intens setiap minggunya di sebuah kontrakan di Tawang, Kepanjen. Mendiskusikan secara intens pemikiran para filsuf Yunani Klasik. Saat itu juga didirikan Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Al Farabi.

“Baru setelah itu, ada yang datang mau mondok satu dua orang,” tutur sosok yang juga penulis tersebut.

Maka pada tahun 2011, terpikirkan mendirikan pesantren untuk mewadahi pemuda yang ingin mondok. Pesantren itulah yang diberi nama Luhur Baitul Hikmah, yang secara kurikulum memadukan filsafat, teologi, dan tasawuf.

Sebelum menempati lokasi yang sekarang, pesantren ini sempat berpindah-pindah tempat karena belum memiliki lahan dan gedung sendiri. Dari Ketawang, ke Jl Panglima Sudirkan Ketawang, lalu ke Panarukan, Jalibar, dan kini di Desa Tegal Sari, Kepanjen, Kabupaten Malang.

“Alhamdulilah berkat usaha beberapa stakeholder kita sudah bisa tinggal di tempat sendiri. Terimakasih untuk semua pihak yang telah berkeringat,” kata beliau.

Sementara itu, lurah pesantren, Ach Yani el Rusyd, mengatakan bahwa memang pesantren tersebut memiliki tradisi menerbitkan buku untuk memperingati ulang tahun.

“Sekarang kita terbitkan 8 delapan buku, sebelumnya tahun 2020 ada 5 buku, dan sebelumnya lagi tahun 2019 ada dua buku,” kata pemuda asal Pontianak ini.

Menurut sosok yang biasa dipanggil ustaz Yani ini, ulang tahun kali ini terbilang istimewa. Pasalnya, di tengah kesibukan para santri membangun pesantren, tetapi masih menyempatkan diri untuk menulis.

“Mestinya, ulang tahun ini pada bulan September 2021 lalu, tetapi karena masih ada beberapa buku yang dalam proses cetak akhirnya kita undur ke Desember 2021. Memang kita saat ini sambil menjadi tukang untuk pembangunan pesantren,” kata dia.

Tak lupa ustaz Yani juga membahas sebutan “hilang tahun” untuk acara ulang tahun pesantren. Menurutnya, sebutan tersebut karena dalam setiap ulang tahun yang terjadi adalah umur yang berkurang.

“Waktu ini kan linear dan tidak bisa diulang, jadi dalam ulang tahun berarti ada waktu yang hilang,” pungkasnya.

Turut hadir dalam acara para alumni yang datang dari beberapa daerah, seperti Surabaya dan pulau Ra’as Sumenep, serta Pimred Times Indonesia, Yatimul Ainun. Acara tersebut ditutup dengan penyampaian kesan dan pesan dari para alumni.

Tags: Kabupaten KepanjenPesantren FilafatPesantren Luhur Baitul Hikmah
Herlianto A

Herlianto A

Related Stories

Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 3:30 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Warga Desa Rengel, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban digegerkan dengan penemuan bayi laki-laki dalam kondisi meninggal dunia di...

Event tahunan di Banyuwangi.

Alasan Tak Pernah Sepi Wisatawan, 7 Event Tahunan di Banyuwangi Ini Selalu Jadi Magnet Pengunjung

by Dwi Linda
04/06/2026 1:57 PM
0

BANYUWANGI, Tugujatim.id – Event tahunan di Banyuwangi, Jatim, jadi salah satu magnet wisata yang selalu ramai dikunjungi wisatawan. Selain memiliki...

Jemaah haji Kabupaten Malang.

Update 2 Jemaah Haji Kabupaten Malang Wafat di Makkah, Sakit Sempat Dirawat di RS

by Dwi Linda
04/06/2026 1:00 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kabar duka datang dari dua jemaah haji Kabupaten Malang yang meninggal dunia di Makkah, Arab Saudi. Mereka...

Probolinggo.

Lukai Diri Sendiri, Perawat RS di Probolinggo Rekayasa Dibegal demi Tutupi Jual Motor sang Ayah

by Dwi Linda
04/06/2026 12:32 PM
0

PROBOLINGGO, Tugujatim.id - Kasus dugaan pembegalan yang sempat menghebohkan warga Kabupaten Probolinggo akhirnya terungkap. Seorang perawat RSUD Waluyo Jati Kraksaan...

Next Post
Gunung Semeru. (Foto: Dokumen/Tugu Jatim)

Kisah Nur Fida, Bocah Usia 7 Tahun yang Selamat dari Amukan Gunung Semeru saat Ngaji

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID