• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
tape singkong. (Foto: Dokumen/Tugu Jatim)

Label Sulimah Tape Singkong Klutuk bisa tembus hingga wilayah Jawa Tengah. (Foto: Dokumen)

Desa Klutuk Tuban Jadi Sentra Perajin Tape Singkong

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
5 years ago
in Featured
0
Share on FacebookShare on Twitter

TUBAN, Tugujatim.id – Pandemi Covid-19 membuat pelaku usaha terpaksa beradaptasi dengan keadaan. Hal tersebut dilakukan agar roda perekonomian bisa berjalan dengan lancar. Salah satunya yang dilakukan perajin tape singkong di Desa Klutuk, Kecamatan Tambakboyo, Kabupaten Tuban ini. Berkat keuletan dan ketekunan para perajin untuk terus berinovasi sehingga bisa melewati kendala di masa itu sulit.

Ada sekitar 15 warga yang mempunyai UMKM dengan produk tape singkong. Usaha produksi tape singkong di wilayah ini sebagian besar merupakan bisnis turun temurun yang diwariskan dari keluarga hingga sekarang.

You might also like

Teras Semeru.

Mengenal Muhammad Syafi’i, Santri Sukses Berdayakan Warga Kampung berkat Rumah Makan Teras Semeru Lumajang yang Viral

06/07/2026 5:13 PM
Blitar

Kisah Anak Buruh Setrika di Kota Blitar Menjemput Asa Lewat Sekolah Rakyat

26/06/2026 10:54 PM

Salah satunya yang dilakukan Sulimah, 48, pemilik produk berlabel Sulimah Tape Singkong. Olahan singkong yang mempunyai rasa manis dengan tekstur lembut ini mampu memproduksi tape singkong hingga 100 kilogram setiap harinya dengan omzet jutaan rupiah.

“Menjalankan bisnis sekitar tahun 2010 yang lalu, Mas. Alhamdulillah, orderannya lumayan banyak,” kata Sulimah, Senin (13/12/2021).

tape singkong. (Foto: Dokumen/Tugu Jatim)
Sulimah, pelaku usaha produksi olahan tape singkong di Desa Klutuk, Kecamatan Tambakboyo, Kabupaten Tuban. (Foto: Dokumen)

Tak hanya itu, rumah yang sekaligus jadi toko produk tape singkong hasil olahannya itu hampir tidak pernah sepi pembeli. Sekadar untuk dikonsumsi maupun diburu tengkulak untuk dijual kembali. Produk olahan yang dihasilkan dibanderol cukup ekonomis, sekitar Rp 10 ribu per bungkus dalam kemasan besek, Rp 4 ribu dalam kemasan mika plastik.

“Ada pelanggan dari Kragan Jawa Tengah, yang dari daerah sekitar sini kebanyakan pedagang di pasar, pedagang keliling. Untuk penghasilan bisa Rp 500 ribu dan kalau ramai seperti hari libur bisa mencapai Rp 1,5 juta per hari,” kata Sulimah.

Selain itu, dalam proses produksi tape singkong dibutuhkan waktu dalam 2 hari dengan dibantu anak dan 4 orang pegawainya. Mulai dari pengupasan dan pencucian singkong.

“Namun untuk perebusan dan peragian saya lakukan sendiri,” ucapnya.

Bedanya tape singkong Tuban dengan tape daerah lain yaitu pengunaan singkong Kunir sebagai bahan bakunya. Alhasil produksi tape Tuban memiliki rasa yang lebih manis, tekstur tidak kering, dan tekstur lebih lembut ketika dinikmati.

Sementara itu, perangkat desa setempat Supono menyebutkan, pemerintah desa telah mengupayakan kerja sama dengan pemkab lewat diskoperindag untuk mengembangkan potensi terhadap pelaku usaha tape di Desa Klutuk.

“Sudah kami lakukan pembinaan bersama diskoperindag. Para pelaku UMKM produk tape singkong kami dampingi untuk studi banding ke Bondowoso untuk belajar pembuatan sampai pengemasan menggunakan besek,” tutup Supono.

Tags: berita TubanPerajin tape singkongSentra tape singkong di TubanTape SingkongTuban hari iniTuban terkini
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Teras Semeru.

Mengenal Muhammad Syafi’i, Santri Sukses Berdayakan Warga Kampung berkat Rumah Makan Teras Semeru Lumajang yang Viral

by Dwi Linda
06/07/2026 5:13 PM
0

LUMAJANG, Tugujatim.id – Di balik meroketnya angka kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) di Kabupaten Lumajang selama libur Lebaran 2026, ada satu...

Blitar

Kisah Anak Buruh Setrika di Kota Blitar Menjemput Asa Lewat Sekolah Rakyat

by Mochamad Abdurrochim
26/06/2026 10:54 PM
0

"Sedih rasanya melihat teman-teman lain berseragam. Tapi saya harus sabar, menepi dulu demi bantu orang tua. Saya jualan es teh....

Sekolah Rakyat.

Menolak Padam, Asa Baru Silvia dan “The Invisible People” dari Bangku Sekolah Rakyat

by Dwi Linda
26/06/2026 5:47 PM
0

"Ada banyak pahlawan dalam kamus hidup Silvia Putri Cahyani, pelajar 14 tahun di Kota Batu, Jawa Timur. Paman dan bibinya,...

Bupati Sidoarjo.

Terharu! Bocah Usia 7 Tahun Luka Bakar 46 Persen, Bupati Sidoarjo Subandi Siapkan Pengobatan hingga Pekerjaan untuk sang Ayah

by Dwi Linda
16/06/2026 9:24 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Bupati Sidoarjo H. Subandi menjenguk Izzan, 7, bocah yang mengalami luka bakar hingga 46 persen dan kini...

Next Post
Alat musik tradisional gamelan.

Gamelan Ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda, Begini Fakta WBTB UNESCO

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID