BATU, Tugujatim.id – Krisis iklim global yang belakangan menyebabkan banyak bencana alam baik longsor maupun banjir, termasuk di Kota Batu membuat sejumlah aktivis Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Malang Raya tergerak. Mereka menanam sebanyak 600 pohon di Gunung Pucung Kota Batu sebagai upaya melestarikan lingkungan.
Fani Zakariah, Bidang Lingkungan Hidup PC IMM Malang Raya, mengatakan bahwa bencana alam akhir-akhir ini marak terjadi termasuk banjir bandang di Kota Batu belum lama ini. Menurutnya, setidak ada dua faktor bencana yaitu alam dan manusia itu sendiri.
“Bencana alam itu disebabkan oleh dua faktor. Faktor alam dan manusia. Adapun banjir bandang yang terjadi di Kota Batu lebih kepada bencana alam yang disebabkan oleh faktor manusia yang melakukan alih fungsi lahan hutan menjadi lahan pertanian atau perkebunan,” papar Fani, Senin (20/12/2021).
Menurut Fani, IMM Malang Raya Melalui bidang lingkungan hidup memiliki komitmen agar ada pencegahan bencana serupa tidak terulang kembali. Karena itu, penanaman pohon dianggap salah satu upaya untuk merawat alam agar tidak terjadi bencana.
“Kami sudah membuat program menanam seribu pohon di Kota Batu yang akan dilakukan secara bertahap dan difokuskan untuk penanaman bibit yang berlokasi di hutan produksi dan hutan lindung. Untuk hutan produksi diharapkan langsung menggandeng masyarakat agar langsung menerima manfaat dari hasil buahnya sedangankan hutang lingdung diharapkan ada kolaborasi dari pihak Perhutani agar ada perawatan dalam jangka panjang,” kata dia.
Adapun jenis-jenis pohon yang ditanam di antaranya adalah durian, kopi, dan alpukat untuk hutan produksi serta pohon pinus untuk hutan lindung.
Kali ini sudah masuk penanaman tahap kedua, adapun pihak yang terlibat yaitu Kementrian Lingkugan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Green Leaders Indonesia (GLI), Kader Hijau Muhammadiyah Malang, BEM UMM, HMJ Akuntansi FEB UMM, Pramuka Saka Wanabhati Kota Malang, KAMAPA Jawa Barat, Indonesi Millenial Connect, KKN UMM Serta Warga Setempat.
“Tema bersama dalam kegiatan ini adalah “Kaum Muda Menanam, Creating Social And Ecological Justice Perspectives”. Melalui tema ini tentu kami sadar bahwa geranasi muda tidak boleh berdiam diri atas terjadinya krisis iklim dan bencana alam. Kaum muda harus ambil peran dengan cara melakukan penanaman pohon untuk meminimalisir dampak perubahan iklim dan bencana alam akibat alih fungsi lahan,” lanjut Fani.
Bibit pohon yang berhasil ditanam sebanyak 600 bibit, dan diikuti oleh peserta sebanyak 154 orang dari berbagai organisasi. Kegiatan tersebut juga mendapatkan bimbingan dari Perhutani Malang dan BPDASHL Brantas Sampean. Kemudian agenda ini ditutup langsung oleh KLHK dalam bentuk teleconference yang juga mengapresiasi kegiatan ini.
Setelah kegiatan tahap dua ini selesai, IMM Malang Raya akan kembali fokus dalam menyelasaikan target selanjutnya. IMM Malang Raya melalui Bidang Lingkungan Hidup fokus membidik dua lokasi lagi yaitu Bedengan dan Gua Jepang. Sudah disiapkan sekitar 800 bibit pohon untuk ditanam di dua lokasi tersebut. Sekarang tinggal komunikasi teknis pelaksanaan dengan masyakat setempat dan pihak terkait.








