• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar, memegang Qafisha Malia Rahmadani yang ketakutan saat divaksin.

Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar, memegang Qafisha Malia Rahmadani yang ketakutan saat divaksin. (Foto: Dokumen)

Kisah Haru Wali Kota Kediri Pegangi Anak Yatim Korban Covid yang Takut Divaksin

Herlianto A by Herlianto A
4 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

KEDIRI, Tugujatim.id – Qafisha Malia Rahmadani (7) menutup mata saat jarum suntik vaksin menembus lengan kirinya. Untuk mengurangi ketakutannya, gadis kelas 1 SD Negeri Banjaran 5 tersebut membenamkan wajahnya ke perut kakaknya, Bagas Ridho Prasetyo (14), pelajar kelas 1 SMP Negeri 5, Kota Kediri, Jawa Timur.

Sementara, Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar berdiri di belakangnya berusaha menenangkan Qafisha. Kisah ini terjadi saat launching vaksinasi anak usia 6-11 tahun yang digelar di SDN Banjaran Center, Kota Kediri, Jawa Timur, Kamis (16/12/2021).

You might also like

BGN

Eks Kepala BGN Jadi Tersangka Korupsi MBG, Dugaan Modus hingga Harta Kekayaan Dadan Hindayana Terkuak

03/06/2026 10:41 PM
Bawang Merah

Harga Bawang Merah di Probolinggo Tembus Rp65 Ribu, Dipicu Permintaan Iduladha

03/06/2026 8:13 PM

Qafisha diantar kakaknya karena sang ayah, Arie Prastya Wibawa (33), masih waktunya bekerja. Ia bekerja sebagai pegawai honorer di Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kediri untuk menyapu jalanan di wilayah Pare.

Sementara ibu Qafisha, Novi Wulandari, telah meninggal dunia pada 7 Agustus 2021 karena terpapar Covid-19. Novi meninggal di usia 30 tahun, empat hari setelah melahirkan putra ketiganya, Ahmad Fadli Prasetyo, yang saat ini berusia 4 bulan.

“Saya sudah berusaha pulang secepatnya, tapi memang sudah nggak terkejar untuk mengantar Qafisha suntik, untung ada pak Wali Kota yang ikut membantu menenangkan dia,” kata Arie Prastya Wibawa yang tinggal di JL Banjaran GG Carik No 21/83, Kelurahan Banjaran, Kota Kediri.

Jarak tempat ia kerja di Pare dengan rumahnya sejauh 18 kilometer. Ia sering PP tiga kali Kota Kediri-Pare untuk bekerja dan tetap bisa antar jemput anaknya. Namun, kali ini dia tidak bisa meninggalkan pekerjaannya secepat mungkin untuk mengantar Qafisha vaksin.

“Matur nuwun (terimakasih) pak anak saya sudah dipegangne tadi saya telat datangnya karena harus kerja dulu,” kata Arie dalam akun Instagramnya sembari mengunggah foto anaknya yang dipegang Wali Kota Kediri.

Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar, awalnya hanya spontan mendekati Qafisha karena bocah itu sangat ketakutan melihat jarum suntik. Lalu ia berusaha membantu menangkan.

“Yang ngantarkan juga masih anak-anak, kakaknya masih kelas 1 SMP, jadi wajar kalau anak seusia Qafisha agak ketakutan melihat jarum suntik,” jelas Abdullah Abu Bakar.

Wali Kota Kediri sendiri awalnya heran, karena Qafisha tidak didampingi oleh orang tuanya, sementara anak-anak lain yang divaksin bersama orang tua masing-masing.

“Ternyata ibunya meninggal Agustus lalu karena Covid, dan ayahnya masih bekerja nyapu jalanan di Pare. Hati saya bergetar melihat anak seusai Qafisha harus mengalami nasib seperti itu,” kata Wali Kota.

“Karena saya pernah mengalaminya, saat SD ayah saya meninggal. Jadi saya paham kerepotan orang tuanya sebagai orang tua tunggal yang harus bekerja dan tetap merawat tiga anak yang masih kecil-kecil. Untung kakaknya meski usia masih SMP sudah bisa membantu ayahnya untuk mengantar adiknya vaksin,” tambah Abdullah Abu Bakar.

Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar mengaku memiliki semua data anak yatim korban Covid-19 di Kota Kediri.

“Yang masuk kategori miskin 266 anak usia 0-17 tahun, kami di Pemkot Kediri sedang menggodok payung hukum agar bisa membantu anak-anak tersebut hingga lulus sekolah minimal SMA,” terangnya memaparkan rencananya.

“Tapi saya tidak mau program itu hanya berjalan saat periode saya menjabat, mereka harus terjamin sekolahnya hingga kelak saya sudah tidak menjabat sebagai Wali Kota Kediri. Maka itu, perlu dipayungi aturan hukum yang tegas dan jelas agar masa depan mereka bisa terjamin,” tutup Mas Abu.

Tags: Abdullah Abu Bakaranak yatimVaksinasi anakWali Kota Kediri
Herlianto A

Herlianto A

Related Stories

BGN

Eks Kepala BGN Jadi Tersangka Korupsi MBG, Dugaan Modus hingga Harta Kekayaan Dadan Hindayana Terkuak

by Mochamad Abdurrochim
03/06/2026 10:41 PM
0

Tugujatim.id - Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, resmi ditahan Kejaksaan Agung (Kejagung) setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus...

Bawang Merah

Harga Bawang Merah di Probolinggo Tembus Rp65 Ribu, Dipicu Permintaan Iduladha

by Mochamad Abdurrochim
03/06/2026 8:13 PM
0

PROBOLINGGO, Tugujatim.id - Harga bawang merah di Kabupaten Probolinggo masih bertahan tinggi usai Hari Raya Iduladha 2026. Di sejumlah pasar...

Semeru

Pendaki Semeru Terjatuh Saat Lewat Jalur Ilegal, Evakuasi Terkendala Medan Curam

by Mochamad Abdurrochim
03/06/2026 6:15 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Pendaki Semeru kembali memakan korban. Seorang pendaki dilaporkan terjatuh di lereng Gunung Semeru usai nekat melintas melalui...

Ledakan Balon Udara

Ledakan Balon Udara di Blitar, Polisi Bongkar Transaksi Mercon

by Mochamad Abdurrochim
03/06/2026 4:16 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Penyelidikan kasus ledakan balon udara di Desa Tambakan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar kini menemui tantangan teknis. Pihak...

Next Post
Monitoring evaluasi implementasi Permendagri No 27 Tahun 2021 terkait Kepersertaan RT dan RW di Kota Kediri (15/12/2021).

Pemkot Kediri Gandeng BPJS Ketenagakerjaan Lindungi Ketua RT/RW dan Pegawai Non ASN

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID