• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Sawah terendam banir. Lahan persawahan dan pertanian di Bojonegoro yang terendam banjir dengan ketinggian kurang lebih 30 cm. (Foto: Mila Arinda/Tugu Jatim)

Lahan persawahan dan pertanian di Bojonegoro yang terendam banjir dengan ketinggian kurang lebih 30 cm. (Foto: Mila Arinda/Tugu Jatim)

Satu Minggu Terendam Banjir, Petani Tembakau di Bojonegoro Rugi Belasan Juta Rupiah

Redaksi by Redaksi
6 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

Bojonegoro – Para petani tembakau di Kabupaten Bojonegoro mengaku merugi akibat banjir yang merendam wilayahnya sejak awal Desember. Bahkan, kerugian mereka bisa mencapai belasan juta rupiah.

Hal tersebut disampaikan salah satu petani tembakau asal Desa Selorejo, Baureno, Bojonegoro, Rohmah. Ia mengaku merugi hingga Rp 10 juta.

You might also like

Pemkot Surabaya.

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir, Area tanpa Izin Terancam Ditutup

21/07/2026 8:30 PM
Gus Kikin.

Gus Kikin Siap Maju sebagai Calon Ketua Umum PBNU, Ngaku Terima Penugasan PWNU Jatim

21/07/2026 7:17 PM

“Kalau banjir seperti ini biasanya tembakau sudah tidak bisa dipetik. Ya ruginya bisa Rp 5-10 juta, tinggal lihat seberapa besar sawahnya,” ungkap Rohmah ketika ditemui Tugu Jatim, Minggu (06/12).

Baca Juga: Akses Jembatan Glendeng Masih Putus, Pengusaha Keluhkan Biaya Operasional

Sebagai informasi, berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim hujan di Indonesia memang terjadi pada bulan Oktober 2020 hingga Mei 2021 mendatang. Tak ketinggalan, beberapa daerah di Jawa Timur juga terdampak, termasuk Bojonegoro.

Banjir setinggi 30 cm ini merendam tembakau yang mestinya telah siap untuk dipanen. Banyaknya air yang menggenang di sawah menyebabkan tembakau tersebut membusuk, sehingga para petani tembakau harus menanggung kerugian.

Hal berbeda diungkapkan oleh Yono. Petani yang mempunyai sawah 1 hektare ini mengaku merugi hingga Rp 12 juta.

“Kalau tembakau kebanjiran ruginya bisa sampai Rp 12 juta dalam satu kali panen. Lebih rugi lagi kalau nanam padi,” ungkapnya.

Yono mengatakan sudah merasakan banjir setiap tahunnya, biasanya banjir datang di bulan Desember.

Mereka hanya bisa pasrah dengan adanya banjir yang melanda daerahnya. Begitu juga Sahlan, salah satu petani yang memiliki lahan di samping aliran sungai, berharap pemerintah bisa membuat tanggul di sekitar aliran sungai. Agar jika hujan deras, aliran air yang naik tidak menyebabkan banjir di persawahan.

Baca Juga: Hari Terakhir Masa Kampanye Pilkada, Mahfud MD Minta Tim dan Paslon Tetap Tertib

“Ya supaya pemerintah bisa buat bendungan atau tanggul. Saumpama banjir lagi, jadi airnya tidak langsung membanjiri sawah-sawah yang ada di pinggir sungai,” ujarnya.

Daerah persawahan yang satu aliran dengan sungai di Desa Selorejo juga mengeluhkan hal yang sama, seperti yang terjadi di Dusun Juwet, Desa Trojalu, Baureno.

“Baru saja mau nanam padi sudah kebanijiran duluan, kalau sekarang sawahnya tidak ditanam apa-apa,” ucap Handoyo.

Menurut Handoyo, banjir yang terjadi juga diakibatkan intensitas hujan yang cukup tinggi, sehingga kondisi sungai tidak mampu menampung aliran air, dan akhirnya membanjiri ladang para petani.

Banjir tersebut berdampak tehadap kualitas tanaman padi yang jelek, atau bisa saja menjadi gagal panen, sehingga kerugian bisa mencapai Rp15 juta.

“Soalnya kualitas tanaman kan jadi jelek, ada juga yang gagal panen, itu yang lebih parah. Sawah saya 1 hektar, kalau ruginya bisa sampai Rp 15 juta,” ujar Handoyo.

Baca Juga: Wisata Negeri Atas Air, Rumah Minimalis yang Instagramable di Bojonegoro

“Harapan saya dari pihak desa ada normalisasi sungai biar kedalaman sungai tersebut itu tidak dangkal, sehingga air hanya bisa mengalir di tempatnya,” tambahnya.

Handoyo juga berharap agar adanya kerjasama antar desa yang sejalur dengan sungai tersebut.

“Pengajuan buat normalisasi sungai tidak mudah. Harus ada kerjasama dengan desa-desa tetangga yang dilewati sungai tersebut. Jika hanya sepihak, nanti yang sungai aliran bawah pasti cemburu,” pungkasnya. (Mila Arinda/gg)

Tags: BanjirBojonegoroKabupaten Bojonegoropetanipetani tembakautembakau
Redaksi

Redaksi

Related Stories

Pemkot Surabaya.

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir, Area tanpa Izin Terancam Ditutup

by Dwi Linda
21/07/2026 8:30 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mengawasi dengan ketat terhadap pengelolaan parkir. Pemkot Surabaya mengawasi berbagai tempat mulai...

Gus Kikin.

Gus Kikin Siap Maju sebagai Calon Ketua Umum PBNU, Ngaku Terima Penugasan PWNU Jatim

by Dwi Linda
21/07/2026 7:17 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin...

Angkot pelajar gratis.

80 Angkot Pelajar Gratis Segera Hadir di Malang, Pemkot Tunggu Audit 4 Koperasi Rampung

by Dwi Linda
21/07/2026 6:45 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui dinas perhubungan (dishub) terus mematangkan pelaksanaan program angkot pelajar gratis. Saat ini,...

Penjual kambing.

Viral Penjual Kambing Kota Batu Disebut Mirip Yesus, Ternyata Niat Awalnya untuk Berdakwah

by Dwi Linda
21/07/2026 6:33 PM
0

BATU, Tugujatim.id – Seorang penjual kambing Kota Batu, Jawa Timur, mendadak viral menjadi perbincangan di media sosial. Faiq Muhammad Alkhatiri...

Next Post
Alun-Alun Kota Batu yang tutup selama pandemi COVID-19. Kota Batu saat ini kembali menjadi zona merah. (Foto: AZM/Tugu Malang)

4 Hari, Angka Penularan Corona di Kota Batu Tembus 187 Kasus

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID