• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Ketua PP Muhammadiyah, Busyro Muqqodas, Muhammadiyah desak jokowi bentuk tim independen

Busyro Muqqodas dalam sesi konferensi pers secara virtual yang diikuti kurang lebih 1.000 orang. (Foto: Dokumen)

Muhammadiyah Desak Jokowi Bentuk Tim Independen untuk Usut Penembakan 6 Laskar FPI

Redaksi by Redaksi
6 years ago
in News
1
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA, Tugujatim.id – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mendesak agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) membentuk tim independen untuk mengusut tuntas kasus penembakan terhadap 6 anggota Laskar Front Pembela Islam (FPI) oleh aparat di Tol Jakarta-Cikampek, Km 50, Karawang, Senin (7/12/2020) kemarin. Tim tersebut diharapkan bisa mencari kebenaran dan mengusut tuntas atas tewas tertembaknya para pengawal Habib Rizieq Shihab.

“Pengungkapan kematian warganegara tersebut tanpa melalui proses hukum yang lengkap perlu dilakukan oleh Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM)atau Tim Independen yang sebaiknya dibentuk khusus olehPresidenuntuk mengungkap secara jelas duduk perkara kejadian sebenarnya,” terang Ketua PP Muhammadiyah Bidang Hukum, HAM, dan Kebijakan Publik, Busyro Muqqodas dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (8/12/2020) siang.

You might also like

Jawa Timur

Cuaca Jawa Timur Hari Ini Bikin Waspada, Dari Kabut Pekat hingga Hujan dan Angin Kencang Mengintai

21/07/2026 10:00 AM
Rumah doa.

DPRD Kabupaten Pasuruan Terima Aduan Warga Tolak Dugaan Rumah Doa Ilegal di Bangil

20/07/2026 9:04 PM

Baca Juga: Sebelum Jadi Tersangka Terkait Bansos, Mensos Juliari Batubara Salurkan Bansos di Malang

Tak hanya kasus penembakan terhadap 6 laskar FPI oleh aparat penegak hukum, Muhammadiyah juga meminta agar tim independen tersebut juga menguak banyak kasus kekerasan yang terjadi di Indonesia.

“Pembentukan Tim Independen seyogyanya diberikan mandat untuk menguak semua peristiwa di Indonesia dengan melakukan investigasi dan pengungkapan seluruh penggunaan kekerasan dengan senjata api oleh aparat penegak hukum, polisi dan atau Tentara Nasional Indonesia diluar tugas selain perang,” pintanya.

Sebab, Muhammadiyah beranggapan bahwa perlu dilakukan evaluasi terkait penggunaan senjata api oleh petugas keamanan terhadap warga negara di luar ketentuan hukum yang berlaku.

“Diharapkan tim independen beranggotakan unsur lembaga negara seperti Komnas HAMdan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban, unsur masyarakat, unsur profesi dalam hal ini Ikatan Dokter Indonesia,” terangnya.

Baca Juga: Mensos Juliari Batubara Diduga Pungut Rp 10 Ribu per Paket Sembako

Selain itu, Busyro Muqqodas juga meminta agar fakta terkait 6 anggota FPI yang meninggal akibat persitiwa tersebut di autopsi oleh tim forensik independen.

“Demi hukum, perlu dilakukan autopsi dan olah TKP (tempat Kejadian Perkara) oleh tim forensik independen untuk mendapatkan keterangan ilmiah sebab kematian, waktu kematian dan arah peluru atau benda yang menyebabkan kematian,” tuntutnya.

Sebab, pihaknya berharap agar masyarakat bisa mendapat kebenaran informasi yang sesungguhnya terkait insiden penembakan yang menewaskan 6 anggota FPI tersebut.

“Kami berharap masyarakat mendapatkan seluruh informasi sebagai perwujudan hak keterbukaan informasi terhadap segala proses yang dilakukan pihak kepolisian dalam menangani perkara ini dan tim yang telah bekerja dari Komnas HAM, begitu pula bila dibentuk Tim Independen oleh Presiden,” imbuhnya.

Baca Juga: Fenomena Gunung Meletus, Ring of Fire, dan 127 Gunung Api di Indonesia

Meski demikian, ia tidak ingin jika masyarakat terpancing emosi akibat insiden tersebut. Oleh karena itu, ia mengimbau agar masyarakat tetap tenang.

“Kami berharap masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh upaya apapun guna menjaga ketertiban dan keamanan bersama sambil menanti langkah-langkah yang pasti dari semua yang berkepentingan dengan penegakan hukum,” pungkasnya. (gg)

Tags: baku tembakbaku tembak FPI dengan PolisiFPIFront Pembela IslamJakartakonflikMuhammadiyahpenembakanPP Muhammadiyah
Redaksi

Redaksi

Related Stories

Jawa Timur

Cuaca Jawa Timur Hari Ini Bikin Waspada, Dari Kabut Pekat hingga Hujan dan Angin Kencang Mengintai

by Mochamad Abdurrochim
21/07/2026 10:00 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Selasa (21/07/2026) bergerak dinamis dengan pola yang tidak merata di banyak daerah. Sejumlah...

Rumah doa.

DPRD Kabupaten Pasuruan Terima Aduan Warga Tolak Dugaan Rumah Doa Ilegal di Bangil

by Dwi Linda
20/07/2026 9:04 PM
0

PASURUAN, Tugujatim.id - Perwakilan warga Lingkungan Sukalipura, Kelurahan Dermo, Kecamatan Bangil, mendatangi kantor DPRD Kabupaten Pasuruan untuk audiensi pada Senin...

Piala Dunia 2026.

Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Ribuan Warga Nobar di Sidoarjo Senang Berhadiah Umrah hingga Sepeda Gunung

by Dwi Linda
20/07/2026 6:05 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Ribuan warga memadati Jalan Cokronegoro di depan Pendopo Delta Wibawa, Kabupaten Sidoarjo, Senin dini hari (20/07/2026). Mereka...

Pungli.

Kasus Dugaan Pungli Sewa Lahan Pemkot Surabaya, LPMK Kalijudan Janji Kembalikan Uang Pedagang

by Dwi Linda
20/07/2026 5:18 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Kelurahan Kalijudan, Surabaya, menggelar pertemuan bersama LPMK Kalijudan dan para pedagang kali lima (PKL) terkait kasus pungutan...

Next Post
Logo Muhammadiyah. (Foto: muhammadiyah.or.id)

Muhammadiyah Desak Pemerintah Evaluasi Penggunaan Senjata Api oleh Aparat

Comments 1

  1. Pingback: Alumni UINSA Desak Bubarkan Lembaga Survei Pilkada yang Catut Nama Kampus - Tugujatim.id

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID