• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Salah satu warga pembuat Krupuk Mlarat di Desa Gresik, Cirebon.

Salah satu warga pembuat Krupuk Mlarat di Desa Gresik, Cirebon. (Foto: Dokumen)

Geliat Usaha Kerupuk Mlarat Kampung Produktif Gesik di Cirebon

Herlianto A by Herlianto A
4 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

CIREBON, Tugujatim.id – Salah satu makanan khas dari desa Gesik, Kecamatan Tengah Tani, Kabupaten Cirebon yang terkenal yakni Krupuk Mlarat. Bagi masyarakat yang kerap melewati jalur pantura, pasti tak asing lagi dengan kerupuk berwarna merah, kuning, dan putih ini.

Dengan mudah, Anda menemukannya di hampir semua toko oleh-oleh sepanjang pantura. Dibuat dari tepung tapioka, penganan ringan ini kerap menjadi teman perjalanan karena rasanya gurih dan bikin ketagihan.

You might also like

Bom.

Evakuasi Dramatis Bom Udara 100 Kg di Blitar Berakhir, Polisi Pilih Langsung Disposal

09/07/2026 8:32 PM
Bom di Blitar.

Terimpit Batu Besar, Benda Diduga Bom di Blitar Peninggalan Perang Sulit Dievakuasi

09/07/2026 4:27 PM

Tak seperti namanya, Kerupuk ‘Melarat’ justru mampu meningkatkan perekonomian warga desa Gesik. Nyaris seluruh warga Gesik menggantungkan hidupnya dari kerupuk yang resepnya diperoleh secara turun temurun ini.

Hj Eli Marliyah adalah salah satu pelaku usaha Krupuk Mlarat yang sukses di desa Gesik. Dia mengaku sudah puluhan tahun memproduksi kerupuk dari rumahnya yang sederhana.

Namun sayang, menurutnya saat ini penghasilannya agak menurun. Selain karena cuaca yang kerap tidak menentu, penjualannya juga tidak sebaik beberapa puluh tahun lalu karena banyak faktor termasuk wabah Covid-19.

Hampir semua warga desa yang akhir 2014 lalu dinobatkan sebagai kampung produktif itu mengeluhkan hal yang sama. Belum lagi soal kenaikan harga bahan baku tepung tapioka. Namun, menurut ibu tiga anak dan nenek dua cucu ini walau kini penghasilannya minim, masih cukup buat memenuhi kebutuhan keluarga dan menggaji karyawan.

Adapun resep kerupuk didapat Eli dari keluarga suaminya. Hampir semua saudara suaminya memang pembuat kerupuk. Perempuan kelahiran Kuningan, Jawa Barat ini, baru menekuni usaha ini sejak menikah dengan suaminya.

Dia hanya menjual kerupuk mentah yang kemudian dijual ke pabrik. Karena masih dibuat secara tradisional, maka sangat tergantung dengan cuaca. Bila sedang musim panas, produksi bisa meningkat. Tapi bila musim hujan kadang merugi.

Menuru ceritanya, dia pernah merugi besar karena kerupuk yang dibuatnya rusak akibat jamur, karena tidak bisa dijemur. Saat itu jumlahnya lumayan banyak, sampai 4 kuintal. Kerugian juga dialami penjual kerupuk matang. Bila musim hujan, kerupuknya kurang dijemur akibatnya tidak bisa mengembang sempurna.

Produksi Kerupuk ‘Melarat’ diakui Eli meningkat tajam memasuki bulan Ramadan. Bulan Ramadhan memang bulan yang penuh berkah. Penjualan kerupuk selalu meningkat.

Dalam sehari, Eli biasanya bisa memproduksi 2,5 kuintal kerupuk mentah dibantu 9 orang karyawan. Dengan omzet sekitar Rp 3 juta per bulan. Dia akan meneruskan usaha turun temurun keluaga suaminya ini.

Cara pembuatan kerupuk ini pun tidak ada rahasia. Adonannya hanya tepung tapioka, garam dan air. Bumbu diberikan setelah kerupuk disangrai menggunakan pasir. Dan itulah yang menjadi asal muasal nama Kerupuk ‘Melarat’, yaitu kerupuknya tidak digoreng dengan minyak

Tags: Kabupaten CirebonKerupuk MlaratOleh-Oleh Cirebon
Herlianto A

Herlianto A

Related Stories

Bom.

Evakuasi Dramatis Bom Udara 100 Kg di Blitar Berakhir, Polisi Pilih Langsung Disposal

by Dwi Linda
09/07/2026 8:32 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Benda diduga bom pesawat yang terjepit di aliran sungai lahar, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar, akhirnya berhasil dievakuasi...

Bom di Blitar.

Terimpit Batu Besar, Benda Diduga Bom di Blitar Peninggalan Perang Sulit Dievakuasi

by Dwi Linda
09/07/2026 4:27 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Evakuasi benda diduga bom pesawat udara aktif peninggalan era perang di aliran Sungai Lahar, Kecamatan Sukorejo, Kota...

JFC

JFC 2026 Tampil Beda! VVIP dan Wisatawan Kini Bisa Ikut Parade, Ini Jadwal dan Cara Daftarnya

by Mochamad Abdurrochim
09/07/2026 2:51 PM
0

JEMBER, Tugujatim.id - Jember Fashion Carnaval (JFC) kembali digelar pada 24-26 Juli 2026 dengan menghadirkan berbagai inovasi baru. Festival busana...

DPRD Tuban

DPRD Tuban Soroti SILPA Rp485,69 Miliar, Dorong Optimalisasi Anggaran dan Peningkatan PAD

by Mochamad Abdurrochim
09/07/2026 2:32 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – DPRD Tuban menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025. Dalam pembahasan tersebut,...

Next Post
Pelajar SMK. (Foto: Polsek Pare/Tugu Jatim)

Diduga Epilepsi Kambuh, Pelajar SMK di Kediri Tewas Mengenaskan di Kolam

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID