TUBAN, Tugujatim.id – Sepanjang jalan penghubung 4 desa di Kecamatan Tambakboyo, Tuban, mengalami rusak berat. Empat desa itu yakni Desa Sotang, Cokrowati, Belikanget, dan Mander. Apalagi saat musim hujan terlihat kerusakannya semakin parah. Apalagi badan jalannya banyak tanah sehingga seperti lumpur ketika terkena air hujan.
Hal tersebut menjadi sangat membahayakan bagi pengguna jalan yang akan melintasinya. Salah satunya seperti yang dialami Wawan Purwadi. Setiap hari dia terpaksa melewati jalan itu untuk bisa sampai di desa tujuan. Kondisi jalannya berlubang dan banyak tanah yang terjatuh di badan jalan.
“Jalan penghubung itu menjadi akses truk pengangkut muatan pasir kuarsa setiap harinya,’’ ujarnya.
Apalagi usai diguyur hujan, kondisi jalan yang banyak ceceran tanah dan pasir itu membahayakan pengguna jalan. Akibatnya, jalanan menjadi licin, belum lagi jalan yang lubang usai hujan pasti banyak genangan airnya.
“Khususnya bagi pemotor, kondisi ini sangat berbahaya,’’ imbuhnya.
Wawan berharap pemerintah segera turun tangan dan memperhatikan kondisi itu. Mengingat jalan ini merupakan jalan akses utama desa setempat. Apalagi saat malam hari, kondisi jalan penghubung tersebut tidak diterangi dengan maksimal jika tak hati-hati berpotensi terjadi laka.
Untuk 2021, dia melanjutkan, sebenarnya jalan ini sudah ada perbaikan tapi belum merata. Hanya dari jalur Desa Pulogede sampai Desa Sotang, sisanya jalan masih rusak.
“Harapannya itu segera dibangun agar akses jalan semakin baik,’’ tutupnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPR PRKP) Tuban Agung Supriyadi mengatakan, terkait kerusakan jalan tersebut Pemkab Tuban telah menganggarkan untuk perbaikan di tahun ini.
“Perbaikan jalan ini sudah masuk dalam anggaran 2022 senilai Rp 2,4 miliar,’’ ujarnya.
Dengan nilai anggaran tersebut nantinya akan dibangun dengan menggunakan rigit beton. Hanya saja, nantinya dengan anggaran yang sudah disediakan pihaknya belum bisa memastikan berapa panjang yang bisa dibangun.
“Rencana pakai rigid beton, panjangnya nanti menyesuaikan hasil survei dan pengukuran di lapangan,’’ tutupnya.