• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Ilustrasi umat Hindu melakukan upacara Malesti untuk menyucikan diri menjelang Hari Raya Nyepi.

Ilustrasi umat Hindu melakukan upacara Malesti untuk menyucikan diri menjelang Hari Raya Nyepi. (Foto: Pinterest)

Sejarah Hari Raya Nyepi, Makna dan Upacara Perayaan Tahun Baru Saka

Herlianto A by Herlianto A
4 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

Tugujatim.id – Hari raya Nyepi atau disebut tahun baru dalam kalender Saka umat Hindu dikenal sejak abad ke 78 M. Di Indonesia umat Hindu terbesar ada di  Bali, wajar jika menjelang hari Raya Nyepi di Bali sangat meriah. Namun sayangnya, tahun ini masih bersamaan dengan pandemi, sehingga kemeriahan itu berubah menjadi perayaan sederhana.

Dilansir dari britadiy, di perayaan Nyepi, umat Hindu berupaya mendekatkan diri kepada Tuhan, menahan hasrat, tidak bekerja, tidak ke luar rumah, tidak menghidupkan perapian, dan lebih banyak mengucapkan kalimat-kalimat tertentu sebagai pujian pada sang ilahi.

You might also like

BGN

Eks Kepala BGN Jadi Tersangka Korupsi MBG, Dugaan Modus hingga Harta Kekayaan Dadan Hindayana Terkuak

03/06/2026 10:41 PM
Bawang Merah

Harga Bawang Merah di Probolinggo Tembus Rp65 Ribu, Dipicu Permintaan Iduladha

03/06/2026 8:13 PM

Selain itu, nyepi sendiri bertujuan untuk berdoa memohon kepada Tuhan agar disucikan alam semesta atau Bhuana Agung  (Macrocomos) dan alam manusia atau Bhuana Alit (Microcosmos).

Tahun baru Saka bagi umat Hindu diyakini sebagai awal pembaruan, terjalinnya toleransi antar umat beragama yang rukun. Keyakinan ini dilatarbelakangi dari sejarah hari raya nyepi sendiri yaitu terjadinya pertikaian antar suku bangsa. Pertikaian terjadi karena adanya keinginan untuk memperoleh kekuasaan.

Dilansir dari Tirto.id, pada awal abad Masehi, India sebagai tempat agama Hindu, tengah mengalami konflik antar suku bangsa. Pertikaian itu memperebutkan tahta kerajaan. Pada masa itu India silih berganti dipimpin raja-raja yang berasal dari beragam suku, seperti Yuwana, Pahlawa, dan Saka.

Pertikaian yang panjang di antara suku bangsa ini berakhir ketika Raja Kaniskha 1, seorang pemimpin suku Saka yang dikenal masyhur berhasil mendamaikan suku-suku tersebut.

Sejak saat itu sistem penanggalan kerajaan di India memakai kalender suku Saka. Kemudian sistem itu dijelaskan dalam Kitab Nagarakertagama, salah satu buku penting umat Hindu yang ditulis pada masa Kerajaan Majapahit. Maka, kemudian tahun Saka resmi digunakan di Indonesia.

Makna Hari Raya Nyepi

Makna hari raya Nyepi adalah untuk memotivasi umat Hindu baik secara ritual maupun spiritual menjaga alam yang menjadi sumber kehidupan. Kemudian, menyetarakan perilaku mulai dari mengambil maupun menaruh kembali secara setara.

Menyepi yang dimaksud agar umat manusia bisa merefleksikan diri, melihat ke dalam diri apakah sudah cukup menjadi manusia yang adil dan bijak.

Rangkaian Upacara Hari Raya Nyepi

Ada beberapa upacara yang dilakukan sebelum Hari Raya Nyepi tiba. Tiga atau dua hari sebelum perayaan Nyepi, umat Hindu melakukan upacara penyucian yang disebut upacara Melasti. Sehari sebelum Hari Raya, mereka melakukan upacara Buta Yadnya di segala tingkatan. Dalam upacara ini dapat dilakukan sesuai dengan kemampuan masyarakat.

Selanjutnya ada upacara Pengrupukan yang di mana umat Hindu menyebar-nyebar nasi tawur, menyemburi rumah dan pekarangan, dan mengobori  rumah serta memukul kentongan hingga bersuara ramai.

Pada perayaan puncak, umat Hindu akan berdiam diri di rumah. Tidak ada aktivitas seperti biasanya.  Pada hari puncak ini umat Hindu melaksanakan upacara Catur Brata.

Upacara Catur Brata merupakan penyepian yang terdiri dari amati karya (tidak ada yang bekerja), amati geni (tidak menggunakan api atau menghidupkan api), amati lelanguan (tidak mendengarkan hiburan), dan amati lelungan (tidak bepergian).

Tags: Hari Raya NyepiSejarah Hari Raya NyepiTahun Baru SakaUmat Hindu
Herlianto A

Herlianto A

Related Stories

BGN

Eks Kepala BGN Jadi Tersangka Korupsi MBG, Dugaan Modus hingga Harta Kekayaan Dadan Hindayana Terkuak

by Mochamad Abdurrochim
03/06/2026 10:41 PM
0

Tugujatim.id - Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, resmi ditahan Kejaksaan Agung (Kejagung) setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus...

Bawang Merah

Harga Bawang Merah di Probolinggo Tembus Rp65 Ribu, Dipicu Permintaan Iduladha

by Mochamad Abdurrochim
03/06/2026 8:13 PM
0

PROBOLINGGO, Tugujatim.id - Harga bawang merah di Kabupaten Probolinggo masih bertahan tinggi usai Hari Raya Iduladha 2026. Di sejumlah pasar...

Semeru

Pendaki Semeru Terjatuh Saat Lewat Jalur Ilegal, Evakuasi Terkendala Medan Curam

by Mochamad Abdurrochim
03/06/2026 6:15 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Pendaki Semeru kembali memakan korban. Seorang pendaki dilaporkan terjatuh di lereng Gunung Semeru usai nekat melintas melalui...

Ledakan Balon Udara

Ledakan Balon Udara di Blitar, Polisi Bongkar Transaksi Mercon

by Mochamad Abdurrochim
03/06/2026 4:16 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Penyelidikan kasus ledakan balon udara di Desa Tambakan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar kini menemui tantangan teknis. Pihak...

Next Post
Kabid Pembangunan dan Kerjasama Desa/Kelurahan dan Teknologi Tepat Guna, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bojonegoro, M Imam Affan

Program RPL Desa di Bojonegoro Diminati Daerah Lain

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID