• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Puluhan karung beras bansos BNPT dikembalikan warga ke rumah kepala desa Kebotohan, Kraton, Kabupaten Pasuruan pada minggu (06/05/2022).

Puluhan karung beras bansos BNPT dikembalikan warga ke rumah kepala desa Kebotohan, Kraton, Kabupaten Pasuruan pada minggu (06/05/2022). (Foto: Mahfud/Tugu Jatim)

Kualitas Buruk, Warga Pasuruan Kembalikan Puluhan Sak Beras Bansos ke Rumah Kepala Desa

Herlianto A by Herlianto A
4 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

PASURUAN, Tugujatim.id – Sejumlah warga desa Kebotohan, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan mengembalikan puluhan sak beras bansos Bantuan Tunai Non Pangan (BNPT) ke rumah kepala desa pada Minggu (06/03/2022) pagi.

Warga desa Kebotohan mengeluhkan bahwa bantuan beras yang didapat kualitasnya buruk. Selain itu, diduga warga juga keberatan karena diwajibkan untuk membelanjakan BNPT senilai Rp 600 ribu ke agen-agen yang dipilihkan oleh kepala desa.

You might also like

Pemkot Surabaya.

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir, Area tanpa Izin Terancam Ditutup

21/07/2026 8:30 PM
Gus Kikin.

Gus Kikin Siap Maju sebagai Calon Ketua Umum PBNU, Ngaku Terima Penugasan PWNU Jatim

21/07/2026 7:17 PM

Menurut seorang warga bernama Rahmawati (33), hingga saat ini sudah ada total 65 sak beras yang dikembalikan.

“Kemarin ada 35 sak beras yang dikembalikan. Kalau hari ini ada sekitar 30 sak,” ujar Rahmawati.

Ia mengungkapkan alasan warga mengembalikan beras karena ada perbedaan kualitas beras yang didapat. Menurutnya, kualitas beras tahap pertama lebih murah dan di bawah dari kualitas beras yang diterima warga lain tahap kedua.

“Berasnya jelek dan kalau dimasak tidak enak, harganya juga murah sekitar Rp 215 ribu per dua puluh kilo, sementara yang tahap kedua warga dapat beras lebih bagus,” imbuhnya.

Selain itu, warga juga mengeluhkan ada perbedaan jumlah telur yang diterima. Rahmawati menambahkan jika tahap pertama bantuan warga hanya dapat dua kilogram telur. Sementara warga lain di tahap kedua mendapat 4 kilogram telur.

“Saya dapat bantuan ini sudah 4 tahunan, kan lebih enak kalau bantuan diserahkan dalam bentuk uang, terus dibelikan sendiri sesuai kebutuhan. Yang penting ada bukti struknya,” ungkapnya.

Meskipun begitu, Rahmawati mengaku pihaknya tidak dipersulit ketika mengembalikan bantuan beras. Ia juga sudah dapat ganti uang dari kepala desa atas beras yang dikembalikan.

“Iya sudah dapat ganti uang Rp 550 ribu, syaratnya beras masih utuh dan belum dibuka,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Kebotohan, Muhammad Ziaul Haq, mengungkapkan dirinya tidak pernah memaksa warganya untuk membeli beras di agen yang dikelola tiap ketua kelompok Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

“Saya hanya mengarahkan kalau mau beli di masing-masing kelompok KPM monggo. Saya niatnya membantu dan memastikan kalau bantuan benar-benar dibelikan sembako bukan yang lain,” ungkapnya.

Ia juga membantah kualitas beras yang diberikan tidak bagus. Adapun perbedaan jumlah telur yang didapat warga, dia berdalih jika itu disesuaikan dengan harga beras tahap kedua yang lebih murah.

“Itu yang tahap selanjutnya kan harga berasnya lebih murah, jadi biar pas saya tambah telurnya jadi 4 kilo,” pungkasnya.

 

—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim , 
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim

Tags: berasBeras BansosBNPTKabupaten Pasuruan
Herlianto A

Herlianto A

Related Stories

Pemkot Surabaya.

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir, Area tanpa Izin Terancam Ditutup

by Dwi Linda
21/07/2026 8:30 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mengawasi dengan ketat terhadap pengelolaan parkir. Pemkot Surabaya mengawasi berbagai tempat mulai...

Gus Kikin.

Gus Kikin Siap Maju sebagai Calon Ketua Umum PBNU, Ngaku Terima Penugasan PWNU Jatim

by Dwi Linda
21/07/2026 7:17 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin...

Angkot pelajar gratis.

80 Angkot Pelajar Gratis Segera Hadir di Malang, Pemkot Tunggu Audit 4 Koperasi Rampung

by Dwi Linda
21/07/2026 6:45 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui dinas perhubungan (dishub) terus mematangkan pelaksanaan program angkot pelajar gratis. Saat ini,...

Penjual kambing.

Viral Penjual Kambing Kota Batu Disebut Mirip Yesus, Ternyata Niat Awalnya untuk Berdakwah

by Dwi Linda
21/07/2026 6:33 PM
0

BATU, Tugujatim.id – Seorang penjual kambing Kota Batu, Jawa Timur, mendadak viral menjadi perbincangan di media sosial. Faiq Muhammad Alkhatiri...

Next Post
Petugas mengevakuasi jasad pria membusuk di pinggir sungai desa Bajangan, Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan pada Minggu (06/03/2022).

Mayat Pria Ditemukan Membusuk Tinggal Tulang di Pinggir Sungai Pasuruan

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID