• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Arie Jefry Ka’arayeno, DPK PPNI (kiri) saat menjadi narasumber di diskusi Unitri TV.

Arie Jefry Ka’arayeno, DPK PPNI (kiri) saat menjadi narasumber di diskusi Unitri TV. Kamis (17/03/2022). (Foto: Maria Diana Kemba)

Peringati Hari Perawat Nasional, DPK PPNI: Persiapkan Pandemi ke Endemi Covid-19

Herlianto A by Herlianto A
4 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

Tugujatim.id – Hari Perawat Nasional diperingati setiap tanggal 17 Maret setiap tahunnya. Peringatan ini untuk memberikan support dan apresiasi bagi para perawat di Indonesia yang sudah mendedikasikan tenaganya di dunia kesehatan.

Dewan Pengurus Komisariat (DPK) Persatuan Perawat NasionaI Indonesia (PPNI) Unitri Malang, Arie Jefry Ka’arayeno yang juga ikut merayakan memberikan tanggapannya soal pandemi Covid-19 yang akan berubah menjadi endemi.

You might also like

Jatim

BMKG: Waspada Kabut Tebal dan Angin Kencang di Jatim, Jumat 5 Juni 2026

05/06/2026 8:11 AM
Surabaya

Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir Digital

04/06/2026 8:52 PM

“Pandemi sudah hampir dua tahun, kami berharap ke depannya statusnya bisa menjadi endemi. Tetapi tetap kami edukasikan melalui upaya yang sudah  dilakukan. Kami menyampaikan kepada masyarakat apa saja yang perlu dipersiapkan guna mempercepat pengendalian Covid-19 ini sehingga bisa turun menjadi endemi,” ungkapnya.

Dalam perayaan Hari Perawat Nasional, Perawat se-Indonesia melaksanakan kegiatan seperti pengabdian kepada masyarakat.

“Salah bentuk ucapan syukur kami melakukan pengabdian kepada masyarakat. Di mana tugas kami adalah melalui medio merawat masyarakat salah satunya, sehingga pada perayaan ini para perawat melakukan kegiatan serentak di banyak titik di Malang dalam bentuk pengabdian masyarakat. Baik itu dari institusi pendidikan maupun dari layanan kesehatan Rumah Sakit dan Puskesmas,” ucap Jefry, sapaan akrab.

Jefry yang juga seorang spesialis keperawatan itu melanjutkan bahwa salah satu kegiatan yang dilakukan di Hari Perawat ini adalah memberikan edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya kesehatan terlebih di massa pandemi saat ini.

“Seperti yang sedang dilakukan sekarang adalah melakukan pendidikan kesehatan atau edukasi kesehatan kepada masyarakat,” tambahnya.

Sejarah Hari Perawat Nasional

Dilansir dari detik.com, Hari Perawat Nasional bermula dari sebuah organisasi yaitu Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). PPNI sendiri dibentuk pada tanggal 17 Maret tahun 1974. Organisasi ini dibentuk agar para perawat Indonesia memiliki wadah sehingga mereka memiliki tujuan yang jelas dan tidak kehilangan arah.

Jika ditelisik ke belakang, PPNI sempat beberapa kali mengalami perubahan nama. Pada tahun 1921 organisasi ini diberi nama Perkumpulan Kaum Velpleger Boemibatera (PKVB).

Lalu bertepatan dengan lahirnya Sumpah Pemuda tahun 1928, terjadi pergantian nama dari PKVB menjadi PKVI (Perkumpulan Kaum Velpleger Indonesia). Akan tetapi nama ini hanya bertahan sampai tahun 1942.

Di zaman penjajahan Jepang, profesi perawat di Indonesia sempat mengalami kemunduruan. Hal ini karena saat itu pekerjaan perawat hanya dilakukan oleh orang-orang yang dianggap memiliki ilmu keperawatan.

Kemudian bersamaan dengan kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945, muncul tiga organisasi profesi keperawatan yaitu, Persatuan Djuru Kesehatan Indonesia (PDKI), Persatuan Djuru Rawat Islam (Penjurais), dan Serikat Buruh Kesehatan (SBK).

Di tahun 1951 terjadi pembaruan dalam profesi keperawatan. Nama PDKI digunakan sebagai konsolidasi organisasi profesi tanpa melibatkan SBK. Hal ini karena SBK terlibat dalam Partai Komunis Indonesia.

Tahun 1959 hingga 1974 terjadi pengelompokan organisasi keperawatan, kecuali SBK yang juga tergabung dalam organisasi profesi tingkat nasional yang diberi nama Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). Hingga kini, nama PPNI terus dipakai dan diresmikan sebagai organisasi keperawatan Indonesia.

—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim , 
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim

Tags: Hari Perawat NasionalPandemi ke EndemiPPNI
Herlianto A

Herlianto A

Related Stories

Jatim

BMKG: Waspada Kabut Tebal dan Angin Kencang di Jatim, Jumat 5 Juni 2026

by Mochamad Abdurrochim
05/06/2026 8:11 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jatim Jumat (05/06/2026) didominasi udara kabur dan berawan di banyak wilayah, dengan beberapa daerah dataran tinggi...

Surabaya

Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir Digital

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 8:52 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id- Sebagai upaya meningkatkan transparansi Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, memasang foto juru parkir (jukir) pada rambu parkir digital di...

Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 3:30 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Warga Desa Rengel, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban digegerkan dengan penemuan bayi laki-laki dalam kondisi meninggal dunia di...

Event tahunan di Banyuwangi.

Alasan Tak Pernah Sepi Wisatawan, 7 Event Tahunan di Banyuwangi Ini Selalu Jadi Magnet Pengunjung

by Dwi Linda
04/06/2026 1:57 PM
0

BANYUWANGI, Tugujatim.id – Event tahunan di Banyuwangi, Jatim, jadi salah satu magnet wisata yang selalu ramai dikunjungi wisatawan. Selain memiliki...

Next Post
Tersangka kasus korupsi BOP Kemenag saat digelandang dari gedung Kejadi ke mobil tahanan.

9 Tersangka Kasus Korupsi BOP Kemenag Pasuruan Ditahan Kejari

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID