• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Petani Kediri. (Foto: Pexels/Tugu Jatim)

Ilustrasi curah hujan tinggi, petani harus waspada serangan penyakit tanaman. (Foto: Pexels)

Petani Kediri Waswas Penyakit Tanaman Akibat Curah Hujan Tinggi, Ini Kata Pakar Pertanian Uniska

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
4 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

KEDIRI, Tugujatim.id – Intensitas curah hujan yang masih tinggi, membuat petani Kediri harus meningkatkan perlindungan pada tanaman budi dayanya. Mulai dari kelembapan serta kecepatan angin yang tinggi mengakibatkan penyebaran hama serta penularan penyakit tanaman lebih cepat.

Dosen Hama dan Penyakit Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Islam Kadiri (Uniska) Imam Habibi mengatakan, memang petani Kediri harus lebih meningkatkan perlindungan kepada tanaman yang dibudidayakan, terutama untuk serangan penyakit tanaman. Dia mengungkapkan, meski intensitas serangan hama relatif kecil saat musim hujan. Tapi, ancaman yang harus dihadapi petani yaitu serangan bakteri dan jamur yang mengakibatkan penyakit pada tanaman.

You might also like

Pasar Gadang.

Pembangunan Pasar Gadang Malang Dinilai Lambat, Warga Khawatir Pedagang Kembali ke Pinggir Jalan

13/06/2026 6:08 PM
Pemkot Malang.

Harga Pertamax Naik, Pemkot Malang Lirik Kendaraan Listrik Tekan Anggaran

13/06/2026 5:25 PM

“Saat curah hujan tinggi, serangan hama seperti serangga, tikus relatif jarang, hama lebih banyak di musim kemarau. Sedangkan tikus kalau ada indukannya ya bisa ada serangan, tapi lebih tinggi saat musim kemarau,” ujarnya.

Petani Kediri. (Foto: Dokumen/Tugu Jatim)
Dosen Hama dan Penyakit Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Islam Kadiri (Uniska) Imam Habibi. (Foto: Dokumen)

Dosen alumnus Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta itu menjelaskan, pertumbuhan dan perkembangan bakteri serta jamur lebih cepat. Sebab, kondisi lingkungan dengan suhu yang relatif rendah dan kelembapan relatif tinggi mendukung perkembangan bakteri serta jamur penyebab penyakit.

“Penyebarannya juga cepat karena sebelum hujan pasti kecepatan angin meningkat, spora dari jamur itu terbang terbawa angin di area yang lain,” jelasnya.

Dari kondisi tersebut, Imam menambahkan, petani Kediri perlu melakukan tindakan pencegahan dan pengendalian. Sebab, jika hal itu dibiarkan akan membuat kerugian hingga gagal panen. Karena itu, ada beberapa cara untuk mencegahnya. Yaitu, penggunaan varietas tanaman yang tahan dan melakukan pengaturan jarak tanam. Selain itu, membedakan varietas tanaman yang dibudidayakan di satu area itu dapat meminimalisasi ancaman serangan.

“Lihat dari riwayat lahan itu dan varietasnya, seharusnya dengan varietas berbeda. Perlu ada komunikasi antar petani agar melindungi tanaman secara komprehensif,” ujarnya.

 

 

—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim , 
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim

 

 

Tags: Kabupaten KediriKampus UniskaLahan pertanianPakar pertanian UniskaPetani KediriUniskaUniversitas Islam Kadiri
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Pasar Gadang.

Pembangunan Pasar Gadang Malang Dinilai Lambat, Warga Khawatir Pedagang Kembali ke Pinggir Jalan

by Dwi Linda
13/06/2026 6:08 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Warga Kota Malang mulai mempertanyakan kelanjutan proyek penataan Pasar Induk Gadang setelah proses relokasi pedagang dilakukan sejak...

Pemkot Malang.

Harga Pertamax Naik, Pemkot Malang Lirik Kendaraan Listrik Tekan Anggaran

by Dwi Linda
13/06/2026 5:25 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi mulai berdampak pada biaya operasional pemerintah daerah. Di tengah...

Cuaca di Jawa Timur.

Hujan Ringan dan Udara Kabur Dominasi Cuaca di Jawa Timur 13 Juni 2026, Waspadai Kelembapan Tinggi dan Jarak Pandang

by Dwi Linda
13/06/2026 8:58 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Sabtu (13/06/2026) didominasi hujan ringan, udara kabur, dan kondisi berawan di berbagai wilayah....

Santri

Terkendala Gelombang Tinggi, Pencarian Hari Kedua Santri Terseret Ombak di Blitar Nihil

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 8:54 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Operasi pencarian terhadap santri asal Kabupaten Kediri yang terseret ombak di Pantai Pangi, Desa Tumpakkepuh, Kecamatan Bakung,...

Next Post
Gubernur Khofifah. (Foto: Dokumen/Tugu Jatim)

Gubernur Khofifah Bakal Tonton Langsung Mario Aji Berlaga di Mandalika!

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID