• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Presiden Jokowi. (Foto: Pexels/Tugu Jatim)

Ilustrasi minyak goreng. (Foto: Pexels)

Presiden Jokowi Ambil Langkah Ekstrem soal Ekspor CPO, Ini kata LKKP!

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
4 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA, Tugujatim.id – Lembaga Kajian Kemandirian Pangan (LKKP) Surabaya menyebut kebijakan pelarangan ekspor Crude Palm Oil (CPO) itu merupakan langkah ekstrem oleh Presiden Jokowi. Seharusnya kebijakan itu disampaikan oleh Kementerian Perdagangan.

“Presiden semacam dipaksa oleh keadaan mengeluarkan larangan ekspor minyak goreng,” ujar Direktur LKKP Heri Purwanto saat ditemui Tugu Jatim pada Sabtu (30/04/2022).

You might also like

Wakapolres Blitar.

Wakapolres Blitar Diduga Aniaya Ajudan hingga Hidung Patah, Kapolres Buka Suara

05/06/2026 7:21 PM
Desa Bulukerto.

Desa Bulukerto Wakili Kota Batu di Ajang Lomba Desa Se-Jatim, Ini Sederet Potensi dan Keunggulannya!

05/06/2026 7:01 PM

Heri menjelaskan, sebenarnya kebijakan domestic market obligation (DMO) kewajiban memenuhi kebutuhan dalam negeri itu kebijakan Kementerian Perdagangan. Namun, menterinya mengakui tidak dapat mengendalikan gejolak pasok dan harga selama enam bulan ini, saat hearing bersama DPR RI.

“Kalau Presiden Jokowi sudah mengambil langkah ekstrem menyetop ekspor. Padahal, itu kinerjanya menteri. Kalau menteri tidak berguna atau tak meringankan kerja presiden, ya ganti saja,” tegasnya.

Apalagi, pejabat eselon satunya justru terlibat dalam skandal ekspor CPO/minyak goreng ilegal. Jadi, harus ditebus dengan penggantian karena yang bersangkutan tidak mempunyai inisiatif untuk mengundurkan diri.

“Langkah cepat Presiden Jokowi ditunggu supaya tidak menimbulkan berbagai spekulasi, pembantu presiden yang merepotkan presidennya tidak pantas dipertahankan,” imbuhnya.

Pelarangan ekspor CPO minyak goreng ini, Heri menyampaikan, bermula karena langka atau hilangnya minyak goreng dari pasaran. Jadi, pemerintah menetapkan kebijakan harga eceran tertinggi (HET).

“Stop ekspor CPO itu asal muasalnya kan karena hilangnya minyak goreng dari pasaran.
Hilangnya barang dari pasaran ini kan sesungguhnya karena pengusaha tidak ingin jual murah,” kata Heri.

Menurut dia, olahan CPO sebagai bahan baku minyak goreng yang dijual ke luar negeri itu menjadi keuntungan bagi pengusaha.

“Sehingga, buat apa CPO diolah jika hanya untuk menambah ongkos, yang harganya lebih murah,” ujarnya.

Sehingga kebijakan yang tidak efektif membuat pemerintah kembali mencabut HET yang mengakibatkan harga melonjak tinggi dan minyak goreng tiba-tiba muncul kembali. Kenaikan harga minyak goreng ini, kata dia, sangat jelas dipengaruhi oleh kenakan harga CPO di pasar dunia. Tercatat Desember 2020 masih pada USD 870/MT (metrik ton), pada Januari 2021 tembus USD 951/MT.

“Sebenarnya Kemendag, untuk menjamin pemenuhan kebutuhan minyak goreng pasar domestik harus wajib DMO para produsen CPO, DMO dipatok sebesar 20 persen dari produksi total CPO,” tuturnya.

Merujuk data GAPKI (Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia) tahun 2021, produksi total CPO sebesar 46,3 juta ton dengan besaran DMO 9,26 juta ton, sementara konsumsi CPO untuk bahan pangan setara 8,95 juta ton.

“Jelas sekali ada kelebihan di sini, dan surplusnya boleh untuk penggunaan lain. Di antaranya, untuk ekspor,” jelasnya.

Dibandingkan 2022, Heri memprediksi produksi CPO bisa tembus hingga 49 juta ton dengan DMO sebesar 9,8 juta ton.

” Tentunya akan dapat menutupi kebutuhan CPO untuk pangan merujuk pada data GAPKI tahun 2021,” tuturnya.

Dia menambahkan, dengan melihat data GAPKI tersebut, basis argumentasinya tidak ada sehingga wajib ditolak kebutuhan CPO untuk bio disel dikecualikan dari analisis.

“Karena meski dibeli untuk kebutuhan domestik, mengacu kepada harga internasional sebagaimana dikemukakan oleh dirut Pertamina,” terangnya.

 

 

—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim , 
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim

 

 

Tags: Berita Jokowiekspor CPOJokowi tanggapi ekspor CPOPresiden Jokowi
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Wakapolres Blitar.

Wakapolres Blitar Diduga Aniaya Ajudan hingga Hidung Patah, Kapolres Buka Suara

by Dwi Linda
05/06/2026 7:21 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Publik heboh dengan beredarnya informasi dugaan tindak kekerasan yang melibatkan seorang perwira menengah di lingkungan Polres Blitar....

Desa Bulukerto.

Desa Bulukerto Wakili Kota Batu di Ajang Lomba Desa Se-Jatim, Ini Sederet Potensi dan Keunggulannya!

by Dwi Linda
05/06/2026 7:01 PM
0

BATU, Tugujatim.id - Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, terpilih mewakili Kota Batu mengikuti ajang Perlombaan Desa dan Kelurahan Provinsi Jawa Timur...

Tuban

TNI dan Warga Gotong Royong Bersihkan Pantai Boom Tuban, Sampah Plastik Masih Mendominasi

by Mochamad Abdurrochim
05/06/2026 4:48 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Suasana Pantai Boom Tuban tampak berbeda pada Jumat (05/06/2026). Ratusan prajurit Yonif Teritorial Pembangunan (TP) 932 Sunan...

Sekda Kota Batu.

3 Daftar Kandidat Kuat Calon Sekda Kota Batu, Siapa yang Terbaik Duduki Kursi?

by Dwi Linda
05/06/2026 3:16 PM
0

BATU, Tugujatim.id - Proses seleksi yang panjang akhirnya menentukan tiga kandidat kuat calon Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batu. Ketiga calon...

Next Post
Pelaku pembunuhan sadis.(Foto: Laoh Mahfud/Tugu Jatim)

Pelaku Pembunuhan Sadis di Tutur Pasuruan, Ternyata Penumpang Go Car yang Nyaru Jadi Korban Begal

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID