• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Presiden Jokowi. (Foto: Pexels/Tugu Jatim)

Ilustrasi minyak goreng. (Foto: Pexels)

Presiden Jokowi Ambil Langkah Ekstrem soal Ekspor CPO, Ini kata LKKP!

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
4 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA, Tugujatim.id – Lembaga Kajian Kemandirian Pangan (LKKP) Surabaya menyebut kebijakan pelarangan ekspor Crude Palm Oil (CPO) itu merupakan langkah ekstrem oleh Presiden Jokowi. Seharusnya kebijakan itu disampaikan oleh Kementerian Perdagangan.

“Presiden semacam dipaksa oleh keadaan mengeluarkan larangan ekspor minyak goreng,” ujar Direktur LKKP Heri Purwanto saat ditemui Tugu Jatim pada Sabtu (30/04/2022).

You might also like

Surabaya

Malam Pengesahan Warga Pesilat, Aksi Tawuran Terjadi di Surabaya

17/06/2026 3:34 PM
Jawa Timur.

Cuaca Cerah Dominasi Jawa Timur 17 Juni 2026, Aktivitas Luar Ruang Naik Signifikan

17/06/2026 7:00 AM

Heri menjelaskan, sebenarnya kebijakan domestic market obligation (DMO) kewajiban memenuhi kebutuhan dalam negeri itu kebijakan Kementerian Perdagangan. Namun, menterinya mengakui tidak dapat mengendalikan gejolak pasok dan harga selama enam bulan ini, saat hearing bersama DPR RI.

“Kalau Presiden Jokowi sudah mengambil langkah ekstrem menyetop ekspor. Padahal, itu kinerjanya menteri. Kalau menteri tidak berguna atau tak meringankan kerja presiden, ya ganti saja,” tegasnya.

Apalagi, pejabat eselon satunya justru terlibat dalam skandal ekspor CPO/minyak goreng ilegal. Jadi, harus ditebus dengan penggantian karena yang bersangkutan tidak mempunyai inisiatif untuk mengundurkan diri.

“Langkah cepat Presiden Jokowi ditunggu supaya tidak menimbulkan berbagai spekulasi, pembantu presiden yang merepotkan presidennya tidak pantas dipertahankan,” imbuhnya.

Pelarangan ekspor CPO minyak goreng ini, Heri menyampaikan, bermula karena langka atau hilangnya minyak goreng dari pasaran. Jadi, pemerintah menetapkan kebijakan harga eceran tertinggi (HET).

“Stop ekspor CPO itu asal muasalnya kan karena hilangnya minyak goreng dari pasaran.
Hilangnya barang dari pasaran ini kan sesungguhnya karena pengusaha tidak ingin jual murah,” kata Heri.

Menurut dia, olahan CPO sebagai bahan baku minyak goreng yang dijual ke luar negeri itu menjadi keuntungan bagi pengusaha.

“Sehingga, buat apa CPO diolah jika hanya untuk menambah ongkos, yang harganya lebih murah,” ujarnya.

Sehingga kebijakan yang tidak efektif membuat pemerintah kembali mencabut HET yang mengakibatkan harga melonjak tinggi dan minyak goreng tiba-tiba muncul kembali. Kenaikan harga minyak goreng ini, kata dia, sangat jelas dipengaruhi oleh kenakan harga CPO di pasar dunia. Tercatat Desember 2020 masih pada USD 870/MT (metrik ton), pada Januari 2021 tembus USD 951/MT.

“Sebenarnya Kemendag, untuk menjamin pemenuhan kebutuhan minyak goreng pasar domestik harus wajib DMO para produsen CPO, DMO dipatok sebesar 20 persen dari produksi total CPO,” tuturnya.

Merujuk data GAPKI (Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia) tahun 2021, produksi total CPO sebesar 46,3 juta ton dengan besaran DMO 9,26 juta ton, sementara konsumsi CPO untuk bahan pangan setara 8,95 juta ton.

“Jelas sekali ada kelebihan di sini, dan surplusnya boleh untuk penggunaan lain. Di antaranya, untuk ekspor,” jelasnya.

Dibandingkan 2022, Heri memprediksi produksi CPO bisa tembus hingga 49 juta ton dengan DMO sebesar 9,8 juta ton.

” Tentunya akan dapat menutupi kebutuhan CPO untuk pangan merujuk pada data GAPKI tahun 2021,” tuturnya.

Dia menambahkan, dengan melihat data GAPKI tersebut, basis argumentasinya tidak ada sehingga wajib ditolak kebutuhan CPO untuk bio disel dikecualikan dari analisis.

“Karena meski dibeli untuk kebutuhan domestik, mengacu kepada harga internasional sebagaimana dikemukakan oleh dirut Pertamina,” terangnya.

 

 

—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim , 
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim

 

 

Tags: Berita Jokowiekspor CPOJokowi tanggapi ekspor CPOPresiden Jokowi
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Surabaya

Malam Pengesahan Warga Pesilat, Aksi Tawuran Terjadi di Surabaya

by Mochamad Abdurrochim
17/06/2026 3:34 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Warga Jalan Kalijudan gang 10, 12 dan 14, Kecamatan Mulyorejo, Surabaya, Rabu (17/06/2026) sekitar pukul 00.30 WIB...

Jawa Timur.

Cuaca Cerah Dominasi Jawa Timur 17 Juni 2026, Aktivitas Luar Ruang Naik Signifikan

by Dwi Linda
17/06/2026 7:00 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Rabu (17/06/2026) didominasi kondisi cerah di sebagian besar wilayah, terutama kawasan perkotaan dan...

IKA PMII Kota Malang.

Jelang Muscab III, IKA PMII Kota Malang Rumuskan Arah Gerak Organisasi Kuatkan Fondasi

by Dwi Linda
16/06/2026 9:00 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Kota Malang (IKA PMII Kota Malang) menggelar Kick Off Musyawarah Cabang (Muscab)...

Pendaki ilegal Gunung Semeru.

13 Pendaki Ilegal Gunung Semeru Ditangkap, Empat Orang Masih Dicari Sempat Kabur ke Kebun Warga

by Dwi Linda
16/06/2026 8:24 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) mengamankan 13 orang yang diduga melakukan pendakian ilegal...

Next Post
Pelaku pembunuhan sadis.(Foto: Laoh Mahfud/Tugu Jatim)

Pelaku Pembunuhan Sadis di Tutur Pasuruan, Ternyata Penumpang Go Car yang Nyaru Jadi Korban Begal

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID