• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Sapi di Kota Batu dioleskan cairan di kepalanya sebagai tolak bala virus PMK.

Sapi di Kota Batu dioleskan cairan di kepalanya sebagai tolak bala virus PMK. (Foto: Dokumen)

Bukan Darah, Peternak Kota Batu Oleskan Cairan Merah pada Kepala Sapi sebagai Tolak Bala PMK

Herlianto A by Herlianto A
4 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

BATU, Tugujatim.id – Para peternak sapi di Kota Batu semakin resah. Pasalnya, puluhan ekor sapi di Dusun Tegalsari, Desa Sumbergondo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, dinyatakan positif Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Beberapa upaya pencegahan dilakukan oleh peternak sesuai dengan instruksi Dinas Pertanian. Bahkan warga juga melakukan ritual tolak bala mencegah penyakit secara spiritual. Dengan ritual ini, peternak mengoleskan cairan merah pada kepala sapi.

You might also like

Surabaya

Malam Pengesahan Warga Pesilat, Aksi Tawuran Terjadi di Surabaya

17/06/2026 3:34 PM
Jawa Timur.

Cuaca Cerah Dominasi Jawa Timur 17 Juni 2026, Aktivitas Luar Ruang Naik Signifikan

17/06/2026 7:00 AM

Menurut warga, ritual ini bisa mencegah hewan ternak dari wabah atau penyakit yang kini sedang mendera kampung mereka. Trisno, warga RT 4 RW 3, Dusun Tegalsari, Desa Sumbergondo, Kecamatan Bumiaji, adalah salah satu warga yang melakukan ritual ini.

Tampak pada sapi Trisno olesan cairan berwarna merah di kepala sapi. Namun demikian, cairan itu bukan darah, melainkan dari daun jati. Ritual yang sama juga terjadi di kandang-kandang sapi ternak lain di sekitarnya.

Menurut Trisno, yang memiliki 13 ekor sapi ini, ritual ini sebagai bentuk ikhtiar manusia paling terakhir ketika menghadapi wabah penyakit atau marabahaya. Tradisi ini sudah dilakukan secara turun-temurun, termasuk pada masa pandemi COVID-19.

“Ini sudah kami lakukan secara turun temurun dari para leluhur. Jadi selain juga mencegah didampingi pemerintah, kami juga lakukan ini sebagai ikhtiar kita kepada Sang Pencipta,” paparnya.

Di desanya kini sendiri sekarang telah dilokalisir setelah mendapati informasi puluhan sapi disana terkonfirmasi positif PMK. Total jumlah sapi perah di Sumbergondo ada sebanyak 343, sapi potong sebanyak 104 ekor.

Dari hasil penelusuran DPKP Kota Batu, paparan virus ini berawal dari salah satu peternak disana yang membeli sapo ternak dari wilayah Mojokerto. Namun ternyata sapi yang dibeli itu terpapar virus dan akhirnya menulari sapi disekitarnya.

Sejumlah sapi dilaporkan terindikasi kena penyakit tak seperti biasanya. Laporan masuk pada 6 Mei 2022 dan langsung ditindaklanjuti untuk diambil sampel serumnya. Namun ternyata hasilnya positif.

Akibatnya, penjualan sapi dan produksi susu sapi terkena imbasnya. Menurun drastis selama sepekan ini. Meski begitu, dirinya menegaskan jika PMK ini tidak dapat menular ke manusia.

Kasus wabah PMK sendiri pernah ada pada sekira 30 tahun lebih yang lalu dan dinyatakan sudah hilang pada sekitar 1990-an. Namun belakangan kasus ini mencuat kembali. Di Jawa Timur, sudah ada 1.600 ekor sapi dilaporkan terserang wabah PMK.

Masyarakat diharap tidak panik dengan wabah ini karena tidak menular ke manusia. Ia mengimbau jika ada hewan ternak yang mengalami gejala PMK seperti kuku sakit atau mulut berliur segera melapor ke dinas.

Adapun, tanda klinis lain penyakit PMK diantaranya demam tinggi, mulai 39 hingga 41 derajat celcius, lalu keluar lendir berlebihan dari mulut hewan ternak dan berbusa.

Selain itu, terdapat luka-luka seperti sariawan pada rongga mulut dan lidah, tidak mau makan, kaki pincang, luka pada kaki dan diakhiri lepasnya kuku, sulit berdiri, gemetar, nafas cepat, produksi susu turun drastis dan menjadi kurus.

Diimbau juga agar masyarakat sementara tidak mengirim atau menerima hewan ternak dari luar daerah untuk kota untuk meminimalisir potensi penyebaran. Masyarakat tidak perlu panik karena daging sapi atau susu selama diolah dengan baik, masih bisa dikonsumsi.

 

—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim , 
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim

 

 

Tags: Cairan MerahKota BatuPeternak SapiVirus PMKWabah Ternak
Herlianto A

Herlianto A

Related Stories

Surabaya

Malam Pengesahan Warga Pesilat, Aksi Tawuran Terjadi di Surabaya

by Mochamad Abdurrochim
17/06/2026 3:34 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Warga Jalan Kalijudan gang 10, 12 dan 14, Kecamatan Mulyorejo, Surabaya, Rabu (17/06/2026) sekitar pukul 00.30 WIB...

Jawa Timur.

Cuaca Cerah Dominasi Jawa Timur 17 Juni 2026, Aktivitas Luar Ruang Naik Signifikan

by Dwi Linda
17/06/2026 7:00 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Rabu (17/06/2026) didominasi kondisi cerah di sebagian besar wilayah, terutama kawasan perkotaan dan...

IKA PMII Kota Malang.

Jelang Muscab III, IKA PMII Kota Malang Rumuskan Arah Gerak Organisasi Kuatkan Fondasi

by Dwi Linda
16/06/2026 9:00 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Kota Malang (IKA PMII Kota Malang) menggelar Kick Off Musyawarah Cabang (Muscab)...

Pendaki ilegal Gunung Semeru.

13 Pendaki Ilegal Gunung Semeru Ditangkap, Empat Orang Masih Dicari Sempat Kabur ke Kebun Warga

by Dwi Linda
16/06/2026 8:24 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) mengamankan 13 orang yang diduga melakukan pendakian ilegal...

Next Post
dr. Caesar Ayuda, M. Ked. Klin., Sp.B.

Dokter Caesar Ayuda Beri Pesan bagi yang Sedang Menempuh Pendidikan Dokter Bedah: Jadilah Pribadi yang Baik 

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID