GRESIK, Tugujatim.id – Proses menempuh profesi sebagai seorang dokter bedah dianggap tidak mudah, ada lika-liku perjalanan harus dilalui. Seperti yang pernah dirasakan salah seorang dokter di Rumah Sakit Petrokimia Gresik, dr. Caesar Ayuda, M. Ked. Klin., Sp.B.
Perjuangannya dimulai sejak SMA yang saat itu masuk di jurusan IPA dan kemudian mendapat kesempatan mengambil jurusan kedokteran. Dengan izin orang tua dan konseling guru BP (Bimbingan Penyuluhan), dia akhirnya mengikuti langkah untuk mengambil pendidikan dokter.
Memilih Universitas Negeri Jember sebagai rujukan untuk kuliah pada tahun 2004, kepercayaan dirinya mengambil jurusan kedokteran didukung dengan nilai rapot, piagam, piala, nilai mata pelajaran IPA BIOLOGI FISIKA dan Bahasa Inggris minimal 8, serta loma paskibraka yang pernah diikuti.
Menempuh pendidikan kedokteran selama 6 tahun dengan memperoleh beasiswa, pilihannya jatuh kepada spesialis dokter bedah. Kemudian melanjutkan pendidikan dokter spesialis selama 5,5 tahun. Walau dirasa sangat sulit, namun itulah proses dalam membentuk mental, ketahanan fisik, serta bagaimana sosialisasi dan komunikasi dengan orang lain.

Motivasinya menjadi seorang dokter adalah menolong orang lain serta memperbaiki finansial keluarga dan diri sendiri untuk jangka panjang.
“Saat masuk wawancara PPDS (Peserta Pendidikan Dokter Spesialis) bedah, memang saya jawab dengan lugas. Motivasi pertama memperbaiki finansial keluarga dan diri saya dalam jangka panjang,” kata dokter alumni Universitas Airlangga ini.
Menurutnya menjadi dokter bedah memiliki sesuatu yang lebih. Selain jadi ladang pahala, bekas sayatan operasi yang dilakukan dokter terhadap pasien usai operasi akan menjadi kenangan pasien ke dokter itu sendiri.
Setelah merasakan naik turun perjalanan sebagai dokter bedah, dr. Caesar Ayuda berpesan bagi yang masih berjuang dalam pendidikan, agar terus menaruh tanggungjawab besar terhadap amanah Tuhan, diri sendiri, dan orang tua.
“Ketika diterima menjadi calon dokter bedah, kalian sudah mengalahkan ratusan orang di luar sana, untuk itu kalian harus benar-benar bertanggungjawab terhadap pilihan yang sudah diambil serta amanah yang diberikan Tuhan,” ujar dokter kelahiran Gresik itu.
Lanjutkan apa yang sudah dimulai dan selesaikan! Buatlah orang tua dan pasangan menjadi bangga dengan apa yang sudah diraih. Ingat motivasi awal menjadi dokter bedah.
dr.Caesar mengatakan, jangan lengah atau terbuai dengan pendapatan, sanjungan, dan pujian dari orang sekitar. Terus kembangkan kemampuan dari di bidang dokter bedah maupun bidang lain yang dapat bermanfaat bagi orang lain.
Meski dalam menempuh spesialis dokter bedah melalui proses yang tidak mulus, namun tetap harus semangat dan menjadi pribadi yang baik.
Selain itu, raih teman sebanyak-banyaknya, jalin komunikasi yang baik antar satu dan lain. Jangan lupa lalu jadi pribadi yang baik, bentuklah citra pribadi yang bagus di mata orang lain, agar ketika lulus pendidikan bisa mendapat mitra yang banyak, hal ini bisa dimanfaatkan untuk mencari pekerjaan.
“Karena kehidupan sesungguhnya adalah ketika sudah lulus, jangan terlalu terbawa dengan arus selama pendiikan, tetap jadi pribadi yang lebih baik agar bisa diterima di tengah masyarakat,” pesannya.
—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim ,
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim








