• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Penguatan kapasitas komunitas sekitar Lapindo untuk pengelolaan aset dengan berlatih bertani hidroponik dan budidaya perikanan.

Penguatan kapasitas komunitas sekitar Lapindo untuk pengelolaan aset dengan berlatih bertani hidroponik dan budidaya perikanan. (Foto: Eko Widodo/PoskoKKLuLa-Comunity Organizer)

Cerita Warga Sekitar Lapindo 18 Tahun Melawan Bau Menyengat dari Semburan Lumpur

Herlianto A by Herlianto A
4 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

SIDOARJO, Tugujatim.id – Masih ingat luberan Lumpur Lapindo di Siring Sidoarjo yang menyembur sejak 2006 lalu? Sebagian mungkin telah melupakannya, lantaran tak lagi menjadi atensi publik tetapi tidak bagi warga sekitarnya.

Dampaknya sampai saat ini masih dirasakan oleh warga. Bahkan selama 18 tahun, sejak 2006, warga melawan bau menyengat dari semburan Lumpur Lapindo, dan entah sampai kapan akan berhenti. Mereka pun langganan mengalami gangguan pernafasan atau dikenal ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut).

You might also like

Pemkot Surabaya.

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir, Area tanpa Izin Terancam Ditutup

21/07/2026 8:30 PM
Gus Kikin.

Gus Kikin Siap Maju sebagai Calon Ketua Umum PBNU, Ngaku Terima Penugasan PWNU Jatim

21/07/2026 7:17 PM

Anggota Komunitas Lapindo bernama Harwati menceritakan banyak hal tentang kondisi terbaru warga sekitar Lapindo akibat bencana industri (sebutan dalam buku Kronik Lumpur Lapindo) itu saat ditemui pada Rabu (29/06/2022). Dia membeberkan data penderita ISPA yang didapat dari tiga Puskesmas yaitu Porong, Tanggulangin, dan Jabon.

Datanya menunjukkan bahwa penderita ISPA masih cukup tinggi, meski jumlahnya terus menurun dibanding beberapa tahun sebelumnya. Pada tahun 2021 total ada 4.892, pada tahun 2020 ada 35.480, sementara tahun 2019 sekitar 43.222. Berikut data lengkap dari tahun 2011 dalam bentuk grafik.

279e9ca6 cf99 49ab b793 3aa65a37f3fe
Data penderita ISPA di 3 Puskesmas sekitar kawasan Lapindo (Foto: Eko Widodo/Komunitas Lumpur Lapindo)

Namun demikian, menurut Harwati, penurunan jumlah pasien ISPA itu bisa jadi dipicu oleh masifnya kepindahan warga sejak tahun 2020 karena memang sudah tidak tahan dengan bau yang menyengat setiap hari.

“Warga yang pindah domisili itu berarti juga pindah ke fasilitas kesehatan lain, artinya tidak masuk dalam data 3 Puskesmas sebelumnya,” kata dia.

Selain itu, imbuh Harwati, penurunan angka itu bisa juga disebabkan oleh keengganan warga mendatangi fasilitas kesehatan pada masa pandemi Covid-19 yang terjadi selama hampir 3 tahun. Mengingat pandemi kali ini juga terkait dengan gangguan pernapasan.

Belum lagi warga yang merasa terbiasa dengan bau menyengat dari semburan Lumpur Lapindo tersebut. Banyak warga mengaku semakin jarang mencium bau lumpur dari gas yang ke luar bersama semburan lumpur Lapindo itu. Seperti pekerja ojek tanggul Lapindo, mereka terbiasa mencium bau tidak sedap atau hampir tidak mencium bau Lumpur Lapindo kecuali kalau sangat menyengat.

Namun bukan berarti, udara di sekitar Lumpur Lapindo sudah membaik, malah masih terbilang cukup berbahaya bagi pernafasan. Posko KKLuLa mengeluarkan hasil pemantauan udara yang menemukan peningkatan kadar polycyclic aromatic hidrocarbon (PAH) di seputar pusat semburan. Kandungan H2S dapat menyebabkan hilangnya penciuman.

f1f791ca d752 42aa 801f 0e9cf9571108
Hasil Pemantauan Udara 2021 (Foto: Eko Widodo/PoskoKKLuLa-Comunity Organizer)

Karena itulah Harwati mengatakan bahwa kesehatan warga menjadi fokus perhatian yang digali lebih lanjut bersama warga lainnya di komunitasnya. Apalagi bila dikaitkan dengan kualitas air dan udara di sekitar semburan yang terus menurun.

“Pada saat yang bersamaan, permasalahan sosial yang dihadapi warga meningkat seiring kurang responsifnya pemerintah setempat, di level kabupaten dan desa,” kata dia.

Selama ini, imbuhnya, semakin banyak warga yang sering merasakan masalah kesehatan, seperti gangguan pernafasan, mual, pusing, keluhan percernaan, ataupun penyakit lain.

Lilik Umiyati, warga Gempolsari, mengaku bahwa dia mengalami gangguan lambung selama kurang lebih sebulan. Dia mencatat gangguan kesehatan setiap bulan pada kalender pantau. Selama perawatan dia sudah menghabiskan lima tabung oksigen yang dibeli sendiri. Dengan masalah kesehatan semacam itu, Lilik enggan datang ke puskesmas karena takut dirinya dicovidkan.

 

—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim , 
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim

 

 

Tags: Bencana IndustriISPAlumpur LapindoSidoarjoWarga Sekitar Lumpur Lapindo
Herlianto A

Herlianto A

Related Stories

Pemkot Surabaya.

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir, Area tanpa Izin Terancam Ditutup

by Dwi Linda
21/07/2026 8:30 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mengawasi dengan ketat terhadap pengelolaan parkir. Pemkot Surabaya mengawasi berbagai tempat mulai...

Gus Kikin.

Gus Kikin Siap Maju sebagai Calon Ketua Umum PBNU, Ngaku Terima Penugasan PWNU Jatim

by Dwi Linda
21/07/2026 7:17 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin...

Angkot pelajar gratis.

80 Angkot Pelajar Gratis Segera Hadir di Malang, Pemkot Tunggu Audit 4 Koperasi Rampung

by Dwi Linda
21/07/2026 6:45 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui dinas perhubungan (dishub) terus mematangkan pelaksanaan program angkot pelajar gratis. Saat ini,...

Penjual kambing.

Viral Penjual Kambing Kota Batu Disebut Mirip Yesus, Ternyata Niat Awalnya untuk Berdakwah

by Dwi Linda
21/07/2026 6:33 PM
0

BATU, Tugujatim.id – Seorang penjual kambing Kota Batu, Jawa Timur, mendadak viral menjadi perbincangan di media sosial. Faiq Muhammad Alkhatiri...

Next Post
Delapan titik pemantauan udara oleh Pos Koordinasi untuk Keselamatan Korban Lumpur Lapindo.

Bahaya Senyawa Tak Kasatmata di Udara Sekitar Lumpur Lapindo 5 Tahun Terakhir

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID