• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Pintu masuk Pesarean Gunung Kawi.

Pintu masuk Pesarean Gunung Kawi. (Foto: Aisyah Nawangsari/Tugu Malang)

Gunung Kawi Ramai Dikunjungi Malam Jumat Legi, Ini Alasannya

Herlianto A by Herlianto A
4 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Pada malam Jumat Legi, Pesarean Gunung Kawi tampak ramai oleh pengunjung. Bagi para pengunjungnya, objek wisata rohani di Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang memiliki arti tersendiri.

Tiap hari memang selalu ada pengunjung yang berziarah, namun biasanya yang paling banyak pada Kamis Kliwon atau malam Jumat Legi. Ada alasan tersendiri mengapa pengunjung datang pada malam Jumat Legi. Artikel ini membahas alasan tersebut.

You might also like

Kecelakaan di Surabaya.

417 Kendaraan Barang Bukti Kecelakaan di Surabaya Bisa Diambil Gratis, Ini Syaratnya

04/07/2026 8:36 PM
KDKMP di Blitar.

Gaji Perdana Karyawan KDKMP di Blitar Mulai Cair, Manajemen Janji Bayar Kekurangan 14 Juli

04/07/2026 6:44 PM

Pesarean Gunung Kawi adalah tempat dimakamkannya dua tokoh agama Islam yang terkemuka di Jawa, yaitu Kiai Zakaria II atau Eyang Djugo dan Raden Mas Imam Surjono.

“Eyang Djugo adalah seorang bangsawan yang masih keturunan dari Kesunanan Surakarta. Beliau juga merupakan guru spiritual Pangeran Diponegoro,” ujar Putri, administrator media sosial Pesarean Gunung Kawi saat ditemui, Minggu (17/7/2022).

Dia menuturkan Eyang Djugo lebih memilih berjuang dengan menyebarkan ilmu dan kemudian mengembara di Desa Djugo, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar setelah Pangeran Diponegoro ditangkap oleh Belanda.

Eyang Djugo, kata dia,  memiliki seorang murid bernama Raden Mas Imam Sujono. Dia merupakan keturunan Kasultanan Yogyakarta dan sama-sama berjuang bersama Pangeran Diponegoro.

Nah, kepada Raden Mas Imam Sujono inilah Eyang Djugo berwasiat bahwa ia meninggal, ia ingin dimakamkan di sebuah bukit di lereng Gunung Kawi.

Baca Juga: Upacara Entas-Entas di Jawi Kawi

“Dari situ, Raden Mas Imam Sujono dan beberapa pengikutnya melakukan babat alas untuk sampai di Gunung Kawi dan membuka padepokan di sini,” imbuh Putri.

Pada tanggal 1 Sela tahun 1799 Dal atau 22 Januari 1871 Masehi, Eyang Djugo meninggal di Desa Jugo. Tepat di hari Minggu Legi atau malam Senin Pahing.

“Itulah kenapa setiap malam Senin Pahing kami melaksanakan kirab penyekaran untuk memperingati wafatnya Eyang Djugo,” kata Putri.

Menariknya, perjalanan membawa jenazah Eyang Jugo dari Desa Jugo ke Pesarean Gunung Kawi kala itu memakan waktu tiga hari. Jenazah sampai pada hari Rabu malam.

Jenazah Eyang Djugo kemudian disemayamkan satu malam di padepokan dan dimakamkan pada hari Kamis Kliwon atau malam Jumat Legi.

“Itu juga yang mendasari kenapa tiap malam Jumat Legi di Pesarean Gunung Kawi selalu ramai,” kata Putri.

Menurut Putri, para peziarah datang untuk memperingati hari dimakamkannya Eyang Djugo.

Sehingga, peringatan wafatnya Eyang Djugo dilakukan dua kali setiap bulannya, yaitu malam Senin Pahing dan malam Jumat Legi.

“Kalau kami memperingatinya pada Senin Pahing, kalau mereka (peziarah) memperingatinya pada Jumat Legi,” kata Putri.

Oleh karena itu, di malam Jumat Legi, di sekitar Pesarean Gunung Kawi buka hingga 24 jam. Padahal, di hari-hari biasa, mereka buka hingga pukul 22.00 WIB.

 

—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim , 
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim

 

 

Tags: alamat gunung kawiasal usul gunung kawicerita mistis gunung kawidupa gunung kawiGunung Kawipesugihan gunung kawipohon dewandaru gunung kawi
Herlianto A

Herlianto A

Related Stories

Kecelakaan di Surabaya.

417 Kendaraan Barang Bukti Kecelakaan di Surabaya Bisa Diambil Gratis, Ini Syaratnya

by Dwi Linda
04/07/2026 8:36 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polrestabes Surabaya menggelar bazar pengembalian 417 kendaraan jadi barang bukti (BB) kecelakaan lalu...

KDKMP di Blitar.

Gaji Perdana Karyawan KDKMP di Blitar Mulai Cair, Manajemen Janji Bayar Kekurangan 14 Juli

by Dwi Linda
04/07/2026 6:44 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Kesimpangan informasi mengenai pemenuhan gaji pekerja di gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Kota Blitar akhirnya menemui...

BKD Jatim.

BKD Jatim Ungkap Pinjol dan Judol Jadi Ancaman bagi ASN, Bisa Berujung Perceraian

by Dwi Linda
04/07/2026 6:19 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jawa Timur mewaspadai persoalan ekonomi yang dialami aparatur sipil negara (ASN), termasuk akibat...

Gempa di Jawa Timur.

698 Gempa di Jawa Timur Tercatat Guncang selama Juni 2026, Didominasi Gempa Dangkal

by Dwi Linda
04/07/2026 5:44 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Malang mencatat sebanyak 698 kejadian gempa bumi mengguncang wilayah...

Next Post
Suasasana haru saat Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa menyambut kepulangan jemaah haji Kloter satu asal Kabupaten Tuban. Penyambutan itu, salah satunya dengan memeluk beberapa jemaah yang dengan selamat pulang daru ibadah haji.

Kecapekan Usai Perjalanan Jauh, Satu Jemaah Haji Tuban Dirawat di Rumah Sakit Haji Surabaya

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID