SURABAYA, Tugujatim.id – Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jawa Timur mewaspadai persoalan ekonomi yang dialami aparatur sipil negara (ASN), termasuk akibat pinjaman online (pinjol) maupun praktik judi online. BKD Jatim ungkap hal ini berpotensi memicu konflik rumah tangga hingga berujung perceraian.
Kepala BKD Jatim Indah Wahyuni mengatakan persoalan rumah tangga di kalangan ASN masih menjadi perhatian pemerintah. Setiap tahun, BKD menerima sekitar 20 hingga 25 permohonan konsultasi maupun pengajuan izin perceraian.
Baca Juga: Baru 4 Bulan, Angka Perceraian di Sidoarjo Meledak hingga 2.640 Kasus
Menurut dia, tekanan ekonomi menjadi salah satu persoalan yang perlu diantisipasi karena dapat memengaruhi keharmonisan keluarga sekaligus berdampak pada kinerja ASN dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Kalau masalah seperti itu pasti ada. Namun kami berupaya agar paling tidak bisa mencegah permasalahan tersebut,” kata Indah Wahyuni di Surabaya, Sabtu (04/07/2026).
BKD Hadirkan Pelita ASN untuk Konsultasi Keluarga
Yuyun, sapaan akrabnya, mengatakan BKD Jatim bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan (DP3AK) telah meluncurkan aplikasi Pelita ASN (Pendamping Keluarga Terintegrasi ASN) sebagai sarana konsultasi bagi pegawai yang menghadapi persoalan keluarga maupun masalah pribadi.
Melalui layanan tersebut, ASN dapat berkonsultasi dengan psikolog terkait persoalan rumah tangga, pengasuhan anak, hingga kondisi psikologis sebelum konflik berkembang menjadi perceraian.
“Kalau ASN mengalami persoalan, baik yang berkaitan dengan dirinya sendiri, keluarga maupun anak-anaknya, mereka bisa berkonsultasi. Di DP3AK sudah tersedia layanan psikolog,” ujarnya.
Selain penguatan ketahanan keluarga, BKD juga memberikan perhatian terhadap persoalan finansial ASN.
“Kami menilai tekanan ekonomi akibat pinjaman online dapat memicu konflik keluarga dan berdampak pada kondisi psikologis maupun produktivitas pegawai,” jelas Yuyun.
Untuk mencegah hal tersebut, BKD menggandeng Bank Jatim menghadirkan layanan konsultasi keuangan melalui aplikasi Rumah ASN. Layanan itu menyediakan pendampingan dari perencana keuangan (financial planner) agar ASN mampu mengelola keuangan secara sehat dan tidak terjebak pinjaman berbunga tinggi.
“Kami ingin memberikan pemahaman kepada ASN mengenai apa itu pinjol, bagaimana mekanismenya, serta dampaknya. Harapannya mereka tidak sampai terjebak,” ujar Yuyun.
Selain edukasi keuangan, Bank Jatim juga didorong menyediakan berbagai skema pembiayaan yang lebih aman, seperti kredit perumahan berbunga ringan, pinjaman dengan tenor panjang, hingga pembiayaan peningkatan kompetensi ASN.
Baca Juga: Perceraian Gen Z dan Milenial di Bojonegoro Tinggi, Judi Online Hingga Pinjol Jadi Biang Kerok
Yuyun menegaskan, penguatan ketahanan keluarga dan literasi keuangan menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas pelayanan publik. Menurut dia, ASN yang terbebas dari persoalan rumah tangga maupun tekanan ekonomi akan lebih fokus menjalankan tugasnya.
“Kalau ASN memiliki banyak persoalan, tentu akan berdampak pada kinerjanya sehingga tidak optimal. Dengan adanya Pelita ASN, kami berharap ASN bisa bekerja lebih tenang sehingga kinerjanya juga semakin baik,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: M. Khaesar
Editor: Dwi Lindawati








