• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Cak Nun sedang mengisi acara "Ngaji Bareng Cak Nun dan Kiai Kanjeng". (Foto:Dok/Tugu Jatim)

Cak Nun sedang mengisi acara "Ngaji Bareng Cak Nun dan Kiai Kanjeng". (Foto:Dok/Tugu Jatim)

5 Fakta Menarik tentang Emha Ainun Nadjib

Redaksi by Redaksi
5 years ago
in Sastra & Budaya, Pilihan Redaksi
0
Share on FacebookShare on Twitter

Tugujatim.id – Siapa yang tidak mengenal sosok Emha Ainun Nadjib atau yang akrab disapa “Cak Nun” ini. Dia adalah salah satu tokoh yang banyak mendapat predikat dari masyarakat, entah itu budayawan, sastrawan, intelektual, agamawan, dan lain-lainnya.

Meski begitu, Cak Nun sendiri mengatakan dia tidak layak menyandang semua sebutan itu dan lebih memilih untuk menjadi apa adanya yang sekarang dijalani.

You might also like

Larung Sesaji

Melihat Tradisi Larung Sesaji Pantai Serang Blitar, Khidmat Suroan Warisan Leluhur Sejak 1830

19/06/2026 10:15 AM
Dima Akhyar

Jalan Panjang Dima Akhyar, Dari Jual Motor hingga Direksi PDP Kahyangan Jember

01/06/2026 10:33 AM

Dulu Cak Nun memiliki profesi sebagai wartawan. Namun setelah berbagai gejolak yang dirasakan, dia memutuskan untuk berhenti menjadi wartawan. Dia juga akrab dengan berbagai tokoh nasional yang hidup di era Soeharto dan Gus Dur. Tapi, dia sekarang memutuskan untuk menjauh dari dunia politik dan tidak menyentuh istana sama sekali. Semua pasti ada alasannya, ada pertimbangan, dan ada sebabnya.

Nah, Tugu Jatim sudah merangkum 5 fakta menarik yang perlu Anda ketahui mengenai Emha Ainun Nadjib. Dialah guru banyak orang, guru banyak rakyat, dan guru semua kalangan.

1. Menggelandang di Malioboro

Apakah kalian pernah tahu kalau Cak Nun sempat menggelandang di Malioboro? Lelaki kelahiran Jombang, 27 Mei 1953, itu menghabiskan masa kecilnya di banyak tempat. Sosoknya terkenal begitu kritis, entah saat kecil, remaja, dewasa, maupun sekarang ini. Sempat mengenyam pendidikan di Pondok Pesantren Gontor, tak lantas membuatnya berhenti belajar di Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogjakarta meski tidak selesai dan memilih drop out.

Di Jogjakarta, hidup Cak Nun ditempa. Dia banyak memperoleh pelajaran hidup, apalagi dari sosok gurunya yang bernama Umbu Landu Paranggi. Berbagai tulisan Cak Nun dimuat di media massa. Puisi-puisi menawan juga diproduksi untuk membasahi jiwa-jiwa rakyat yang sedang kesepian akibat dilupakan oleh pemerintahnya sendiri.

Dari berbagai geliat yang dirasakan Cak Nun, prestasi-prestasi yang dipublikasikan hingga berbagai silang-sengkarut situasi pemerintah pada masa itu, dia kemudian hidup secara bebas dan menggelandang di sepanjang Jalan Malioboro, Jogjakarta. Tapi, momen itu yang justru membuat Cak Nun memperoleh pencerahan.

2. Pendiri Maiyah dan Kiai Kanjeng

Apakah kalian selalu mengamati setiap kali mengikuti maiyah, Kiai Kanjeng menemani secara rutin? Ya, memang. Antara maiyah dan Kiai Kanjeng tidak bisa dilepaskan begitu saja. Keduanya sama-sama terlahir dari orang yang sama, yaitu Emha Ainun Nadjib. Maiyah yang pertama dibuat bernama Padhang Mbulan. Kemudian meluas ke berbagai daerah seperti Surabaya, Surakarta, Jakarta, Jombang, Jogjakarta, dan lain-lain.

3. Aktif Terlibat dalam Pergantian Era Reformasi

Apakah kalian pernah mempelajari sejarah yang satu ini? Cak Nun memang salah satu tokoh penting dalam pergantian era Orde Baru ke Reformasi. Saat itu dipimpin oleh Presiden Soeharto, Cak Nun menjadi salah satu penasihat yang didengar oleh Soeharto. Dia memberi masukan pada Soeharto agar mundur dengan elegan sebelum digulingkan lewat kudeta.

4. Dapat Penghargaan di Era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)

Selama melihat perjalanan hidup dan berbagai sepak terjang pengalaman yang dimiliki oleh Cak Nun. Pada era Presiden SBY, dia memperoleh penghargaan Satyalencana pada Maret 2011. Lantaran banyaknya karya yang dipublikasikan, buku-buku yang ditulis, dan berbagai hal lain yang membuat Cak Nun dipercaya SBY sebagai orang yang cocok untuk memperoleh penghargaan itu.

5. Setia dalam Berkarya dan Menginspirasi

Cak Nun rutin menjalankan maiyah selama puluhan tahun. Sudah lama sekali. Sekitar 20 tahun lebih. Setiap maiyah didatangi oleh ribuan orang dari berbagai lokasi, usia, dan latar belakang. Dengan sabar dia menjelaskan berbagai hal soal agama, kebijaksanaan, dan berbagai jalan yang perlu diambil di tengah situasi gejolak yang ada di negara. Semua diperlakukan sama dengan Cak Nun, yaitu cinta kasih dan kasih sayang.

Itulah 5 fakta menarik mengenai Emha Ainun Nadjib yang perlu Anda ketahui. Hingga sekarang, apakah Anda tahu siapa sosok “Markesot” yang selalu dia angkat menjadi cerita? Semoga artikel ini bermanfaat untuk pembaca. (Rangga Aji/ln)

 

Tags: budayawanEmha Ainun Nadjibintelektualsastrawan
Redaksi

Redaksi

Related Stories

Larung Sesaji

Melihat Tradisi Larung Sesaji Pantai Serang Blitar, Khidmat Suroan Warisan Leluhur Sejak 1830

by Mochamad Abdurrochim
19/06/2026 10:15 AM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Memeluk erat sebuah takir, nasi bungkus daun pisang, mata Hartini (47) menatap hamparan ombak selatan Pantai Serang,...

Dima Akhyar

Jalan Panjang Dima Akhyar, Dari Jual Motor hingga Direksi PDP Kahyangan Jember

by Mochamad Abdurrochim
01/06/2026 10:33 AM
0

JEMBER, Tugujatim.id – Dima Akhyar kini dipercaya menjabat Direktur Umum dan Keuangan PDP Kahyangan Jember. Namun, sebelum masuk jajaran direksi...

Malang

Gali Sejarah Teater Malang, DKM Kembali Gelar “SERAT” untuk Jembatani Kreatifitas Lintas Generasi

by Mochamad Abdurrochim
21/05/2026 3:32 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Dewan Kesenian Kota Malang (DKM) kembali menghadirkan ruang diskusi santai bagi para pegiat seni teater lewat agenda...

Surabaya Vaganza 2026

Surabaya Vaganza 2026 Tetap Meriah Meski Sempat Diwarnai Ancaman Hujan

by Mochamad Abdurrochim
17/05/2026 9:21 AM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Surabaya Vaganza 2026 berlangsung meriah pada Sabtu malam (16/05/2026) meski sempat dibayangi cuaca mendung dan ancaman hujan....

Next Post
Wali Kota Malang Sutiaji terus mempersiapkan pelaksanaan vaksinasi. (Foto:Feni Yusnia/Tugu Malang)

10 Tokoh Publik hingga Influencer di Kota Malang Siap Awali Vaksinasi

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID