TUBAN, Tugujatim.id – Tradisi Jamasan pusaka sangat identik dengan ritual yang dilakukan pada bulan Sura atau Muharram. Tradisi ini merupakan ritual pembersihan benda-benda pusaka yang dilakukan rutin setiap tahunnya.
Salah satunya dihelat di Sendang Asmoro, Desa Ngino, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban yang bekerjasama dengan Paguyuban Pelestari Tosan Aji (PPTA) Megalamat Tuban.
Dalam ritual itu, terdapat ratusan pusaka berupa tombak, keris maupun benda lainnya, dibersihkan secara massal oleh orang yang memang dipilih secara khusus untuk membersihkan pusaka ini.
“Kegiatan ini sengaja digelar di Desa Ngino karena masih memiliki unsur budaya yang sangat kental, khususnya warga sini yang masih punya banyak koleksi keris. Rencananya akan ada sekitar 500 keris yang akan dijamas dari koleksi anggota dan kepunyaan warga,” ujar koordinator acara, Muhammad Yusuf Rifai.
Proses pencucian pusaka diawali dengan melepas pusaka dari wadah, lalu dibasuh menggunakan aliran air kembang tuju rupa, sembari dibersihkan dengan air jeruk nipis. Hal ini bertujuan agar pusaka tersebut dapat bersih dari sisa karat yang menempel.
“Usai dibersihkan, pusaka ini langsung dikeringkan dan diasapi dengan bakaran dupa untuk menghilangkan hawa negatif pada pusaka. Kemudian pusaka juga dibasuh menggunakan minyak wangi, sebagai bentuk pelapisan,” terangnya.
Kegiatan ini juga disinkronkan dengan agenda Peringatan Hari Besar Nasional (PHBN) Desa Ngino, khususnya dalam acara kirab pusaka yang akan melibatkan warga untuk acara kirab budayanya dengan menggunakan pakaian adat sesuai versi mereka masing-masing.
“Kegiatan ini tidak hanya memberi hiburan bagi warga, tetapi juga bisa mengedukasi tentang pusaka dan imbasnya pada peningkatan pengunjung wisata Sendang Asmara,” terang Kepala Desa Ngino, Wawan Hariyadi.
—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim ,
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim








