SURABAYA, Tugujatim.id – Sejumlah Cat Lovers yang tergabung dalam Bunda Mpus Sedunia Surabaya (BMS) melakukan aksi damai memprotes aksi penembakan kucing pada Kamis (25/08/2022). Kasus penembakan 6 kucing itu dilakukan pejabat tinggi di Mako Sesko TNI berpangkat brigjen berinisial AN beberapa hari lalu.
Kasus penembakan kucing tersebut disampaikan Sriani Derajat, salah satu anggota BMS. Dia menyampaikan berpartisipasi dalam aksi hari ini karena kecintaannya terhadap kucing.
“Saya di sini sebagai CL (Cat Lovers, red) yang sangat mencintai kucing sekaligus mengecam apa yang sudah dilakukan TNI tersebut dengan menembak 6 ekor, Mas. Ini sangat tidak manusiawi sekali,” katanya saat ditemui di lokasi aksi di depan Taman Flora Surabaya, Kamis (25/08/2022).
Untuk diketahui, insiden penembakan kucing itu terjadi di Sekolah Staf dan Komando Tentara Nasional Indonesia (Sesko TNI) Bandung, Jawa Barat, Selasa (16/08/2022). Dari hasil pemeriksaan, di setiap badan kucing ditemukan peluru senapan angin hingga ada yang menembus tulang dan pecah.
Pelaku diduga melakukan perbuatannya secara sengaja dan terencana. Menurut dia, sasaran tembak Brigjen NA selalu berada di sekitar mulut sehingga kucing tidak langsung mati, tapi menderita terlebih dulu.
Ani, sapaan akrabnya, menyayangkan aksi penembakan kucing yang tega dilakukan Brigjen NA.
“Kami di sini sangat menyayangkan atas kejadian tersebut. Kenapa kok seorang pejabat tinggi dengan tega menghabisi hewan. Dia sama hewan saja berani membunuh, apalagi nanti dengan manusia. Padahal, dia punya anak buah, kenapa tidak minta tolong kepada anak buahnya untuk memindahkan kucing-kucing yang ada di sesko,” ucapnya.
Sementara itu, dari keterangan Aini, dari 6 kucing yang ditembak tersebut ada sekitar 4 ekor yang meninggal dan 2 kucing selamat serta masih dirawat di Rumah Sakit Hewan Amore Animal Clinic di Jakarta oleh kawan-kawan Clow dan Cat Lovers lainnya.
Sebelumnya diberitakan, aksi memprotes penembakan kucing oleh pejabat tinggi TNI sudah dilakukan di beberapa daerah, seperti Solo, Bandung, Malang, dan kini di Surabaya. Aini berharap untuk pelaku harus bisa dihukum seberat-beratnya.
“Kami sebagai CL berharap untuk pelaku dihukum berat. Sebab, ini sudah menyangkut hak hidup dari hewan yang mana mereka juga memiliki hak hidup dan hak untuk disayangi layaknya manusia,” tutupnya.
—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim ,
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim








