• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Ketua Umum Front Pemuda Madura (FPM), Asip Irama.

Ketua Umum Front Pemuda Madura (FPM), Asip Irama. (Foto: Dokumen/Tugu Media Group)

Turunkan Kualitas Lingkungan, Front Pemuda Madura Dukung BBM RON Rendah Dihapus

Herlianto A by Herlianto A
4 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

Tugujatim.id – Wacana penghapusan Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan oktan rendah sudah mencuat sejak lama. Kebijakan penghentian jenis produksi BBM RON di bawah 90 itu bahkan sudah dicoba di beberapa wilayah, seperti Jawa, Bali, dan Madura.

Meski harus dilonggarkan lagi, pengetatan distribusi BBM beroktan rendah itu diyakini berdampak pada penguatan kualitas lingkungan. Produk BBM dengan nilai oktan di atas 90 akan menjadi awal penggunaan BBM ramah lingkungan.

You might also like

Surabaya

Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir Digital

04/06/2026 8:52 PM
Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

04/06/2026 3:30 PM

Demikian dijelaskan oleh Ketua Umum Front Pemuda Madura (FPM), Asip Irama, saat membuka kegiatan webinar bertajuk “Menghapus BBM Ron Rendah: Siasat Energi Ramah Lingkungan Menuju Net-Zero Emission” pada Rabu (7/9/2022) sore melalui platform zoom meeting. Webinar itu diikuti oleh lebih dari seratus partisipan dari beragam latar belakang.

Dalam sambutannya, Asip menyinggung soal dampak penggunaan BBM RON rendah yang menghasilkan gas buang buruk terhadap lingkungan. Emisi asap kendaraan pengguna BBM beroktan rendah memicu polutan yang menurunkan kualitas ekologi.

Penggunaan BBM RON rendah, kata Asip, tidak memenuhi ketentuan regulasi bidang lingkungan, sebagaimana Permen KLHK No P20/MENLHK/ SETJEN/KUM.1/3/2017 tentang Baku Mutu Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Tipe Baru Kategori M, N, dan O. Pasal 3 ayat (2) Permen KLHK menetapkan BBM jenis bensin yang diperbolehkan minimal oktan 91.

“Selama ini, masyarakat kurang awas pada potensi penuruan kualitas lingkungan akibat gas emisi yang dihasilkan dari bensin beroktan rendah. Kecenderungan pengguna memakai BBM RON rendah karena harga murah yang disubsidi negara,” kata dia.

“Padahal, distribusi BBM subsidi jelas tidak tepat sasaran. Ada sekitar 70 persen dari pengguna BBM subsidi adalah orang yang mampu. Karena itu, skema subsidi BBM perlu dikaji dan diatur ulang. Penghentian pasokan produk BBM oktan 89 dan 90, menurut saya, menjadi salah satu alternatif paling mungkin,” lanjut Asip.

Kepongahan Intelektual

Sekretaris Jenderal Himpunan Aktivis Milenial, Muchlas J Samorano, menjelaskan, terdapat fakta paradoks antara kepedulian lingkungan kalangan milenial dan generasi Z terhadap respon kenaikan harga BBM.

“Kepedulian milenial dan generasi Z sangat besar terhadap isu lingkungan. Berdasarkan sejumlah survei, 77% lebih milenial dan generasi Z memiliki concern terhadap diskursus lingkungan. Tetapi, khusus isu BBM, justru sebagian dari mereka abai,” terang dia.

Gelombang demonstrasi, lanjut Muchlas, hanya tampak seperti parade  protes yang minus data. Menurut Muchlas, demonstran kurang melek data soal distribusi BBM subsidi yang justru dinikmati orang mampu. Bagi Muchlas, aksi protes yang tak cukup data adalah kepongahan intelektual.

“Bahkan, demonstran yang adalah kalangan muda-milenial, tampak tidak peduli pada potensi kerusakan lingkungan akibat penggunaan BBM beroktan rendah. Padahal, bensin RON rendah akan menimbulkan kerugian berganda yang cukup serius terhadap lingkungan, kesehatan, dan ekonomi,” kata dia.

Karena itu, bagi Muchlas, pengalihan alokasi subsidi bisa jadi skema yang bisa diambil dari rencana penghpusan BBM Premium dan Pertalite. Subsidi BBM dialihkan pada subsidi non-energi, seperti pupuk, benih, dan pangan untuk mengendalikan inflasi. Dana subsidi juga bisa dialihkan sebagai pendanaan percepatan pembangunan.

“Skema kedua, pemerintah harus lebih detail membuat produk regulasi, misalnya melalui Peraturan Presiden atau Perpres, untuk memudahkan masyarakat miskin mengakses jenis BBM subsidi supaya tepat sasaran,” tutup Muchlas.

Tags: BBMBBM RON RendahFPMFront Pemuda Madura
Herlianto A

Herlianto A

Related Stories

Surabaya

Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir Digital

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 8:52 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id- Sebagai upaya meningkatkan transparansi Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, memasang foto juru parkir (jukir) pada rambu parkir digital di...

Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 3:30 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Warga Desa Rengel, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban digegerkan dengan penemuan bayi laki-laki dalam kondisi meninggal dunia di...

Event tahunan di Banyuwangi.

Alasan Tak Pernah Sepi Wisatawan, 7 Event Tahunan di Banyuwangi Ini Selalu Jadi Magnet Pengunjung

by Dwi Linda
04/06/2026 1:57 PM
0

BANYUWANGI, Tugujatim.id – Event tahunan di Banyuwangi, Jatim, jadi salah satu magnet wisata yang selalu ramai dikunjungi wisatawan. Selain memiliki...

Jemaah haji Kabupaten Malang.

Update 2 Jemaah Haji Kabupaten Malang Wafat di Makkah, Sakit Sempat Dirawat di RS

by Dwi Linda
04/06/2026 1:00 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kabar duka datang dari dua jemaah haji Kabupaten Malang yang meninggal dunia di Makkah, Arab Saudi. Mereka...

Next Post
Mahasiswa PMII. (Foto: Mochamad Abdurrochim/Tugu Jatim)

Tolak Kenaikan Harga BBM, Puluhan Mahasiswa PMII Tuban Gelar Aksi Dorong Sepeda Motor

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID