• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Sulastri, saksi hidup tragedi Kanjuruhan yang kini suaminya telah meninggal. Foto: M Sholeh/Tugu Jatim

Sulastri, saksi hidup tragedi Kanjuruhan yang kini suaminya telah meninggal. Foto: M Sholeh/Tugu Jatim

Kesaksian Korban Tragedi Kanjuruhan: Suporter Turun Lapangan Peluk Pemain, Bukan Mengacau

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
4 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Tragedi Kanjuruhan telah menghentak dunia. Ratusan korban jiwa harus menjadi alasan evaluasi besar-besaran penyelenggaraan sepak bola Indonesia agar lebih baik ke depan.

Mereka adalah titik balik dan bukti. Mereka telah membuktikan, akses stadion memang selayaknya harus memadai, ramah anak, bahkan disabilitas. Mereka telah membuktikan, aparat pengamanan pertandingan selayaknya tak menggunakan gas air mata.

You might also like

Pasar Gadang.

Pembangunan Pasar Gadang Malang Dinilai Lambat, Warga Khawatir Pedagang Kembali ke Pinggir Jalan

13/06/2026 6:08 PM
Pemkot Malang.

Harga Pertamax Naik, Pemkot Malang Lirik Kendaraan Listrik Tekan Anggaran

13/06/2026 5:25 PM

Mereka telah membuktikan, sepak bola memang hiburan, namun selayaknya tak digelar larut malam. Mereka telah membuktikan, mengedepankan komersial bisa merengut jiwa manusia.

Mereka sudah menjadi pembangkit perekonomian dan sepak bola. Penjualan jutaan jersey dan aksesoris ludes, bahkan tiket pertandingan selalu ludes terjual kala tim kebanggaan berlaga.

Jarak lintas kota rela mereka trabas demi mendukung tim tercinta. Pekerjaan dan kebersamaan dengan keluarga mereka tinggal. Namun di pagi buta seusai tragedi, Polri merilis 125 suporter telah menjadi korban jiwa.

Tragedi 1 Oktober 2022 itu menjadi duka bagi ratusan keluarga para pahlawan itu. Salah satunya Sulastri, warga Kelurahan Ketawanggede, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Suaminya, Ahmad Wahyudi (40) menjadi korban jiwa dalam tragedi itu.

Di rumah duka, Sulastri tak mampu membendung kesedihannya. Dia juga menjadi salah satu saksi hidup tragedi itu. Sulastri kala itu menonton bersama suami, menantu, cucu, dan dua keponakannya. Semua berjalan lancar hingga pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya berakhir.

Kata Sulastri, seusai pertandingan, beberapa suporter turun ke lapangan memberikan motivasi ke pemain Arema FC. Dia menyaksikan beberapa suporter yang turun di awal itu memeluk pemain Arema FC. “Jadi suporter turun itu bukan mau mengacau. Saya melihat mereka memeluk pemain seperti memberikan semangat atau motivasi. Wong mereka itu memeluk pemain Arema,” ucapnya.

“Lalu mungkin yang lain mau ikut memotivasi. Ternyata sama aparat diminta kembali, hingga ada kejar-kejaran dan akhirnya gas air mata ditembakkan,” imbuhnya.

Tak mau terlibat kekacauan itu, suaminya mengajak Sulastri dan keluarganya keluar dari stadion. Namun celakanya, gas air mata juga ditembakkan ke tribun. Di situlah detik-detik akhir genggaman tangan Sulastri lepas dari suaminya. Sekaligus genggaman tangan terakhir bagi keduanya.

“Posisi waktu itu saya ada di dekat pagar, masih satu langkah ke tangga pintu keluar, asap gas air mata sudah dekat. Tiba-tiba di belakang sudah berdesak-desakan dan genggaman tangan kami lepas. Saya hanya bisa pegangan pagar,” kenangnya.

“Mata perih kena gas sampai gak bisa melek, batuk, dada sesak, sampai pingsan. Saya gak melihat lagi suami,” imbuhnya.

Saat tersadar, dia sudah berada di luar stadion. Dia ditolong oleh Aremania lain. Wajahnya diguyur air dan diberikan minum hingga mendapatkan perawatan medis hingga bisa bangkit. Namun dia tak menemui keberadaan suaminya.

Sulastri tak tau suaminya sudah tiada. Di pagi buta saat dia dibawa pulang, saudara-saudaranya banyak yang sudah berada di rumahnya. Dia heran dan bertanya-tanya dengan gelisah. Tangisnya pecah melihat jenazah suami terbaring kaku. Duka mendalam menyelimuti Sulastri bersama keluarga lain yang terdampak tragedi Kanjuruhan.

Diakuinya, saat ini Sulastri memang sedang trauma. Namun dia berharap sekaligus yakin bahwa tragedi ini akan mengubah sepak bola Indonesia akan menjadi lebih baik di masa mendatang.

“Sekarang saya memang trauma, tapi tidak tau nanti, yang jelas jiwa kami tetap Arema. Mudah-mudahan ke depan kita lebih baik, pasti,” tandasnya.

Tags: Kabupaten Malangkorban tragedi kanjuruhantragedi kanjuruhan
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Pasar Gadang.

Pembangunan Pasar Gadang Malang Dinilai Lambat, Warga Khawatir Pedagang Kembali ke Pinggir Jalan

by Dwi Linda
13/06/2026 6:08 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Warga Kota Malang mulai mempertanyakan kelanjutan proyek penataan Pasar Induk Gadang setelah proses relokasi pedagang dilakukan sejak...

Pemkot Malang.

Harga Pertamax Naik, Pemkot Malang Lirik Kendaraan Listrik Tekan Anggaran

by Dwi Linda
13/06/2026 5:25 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi mulai berdampak pada biaya operasional pemerintah daerah. Di tengah...

Cuaca di Jawa Timur.

Hujan Ringan dan Udara Kabur Dominasi Cuaca di Jawa Timur 13 Juni 2026, Waspadai Kelembapan Tinggi dan Jarak Pandang

by Dwi Linda
13/06/2026 8:58 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Sabtu (13/06/2026) didominasi hujan ringan, udara kabur, dan kondisi berawan di berbagai wilayah....

Santri

Terkendala Gelombang Tinggi, Pencarian Hari Kedua Santri Terseret Ombak di Blitar Nihil

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 8:54 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Operasi pencarian terhadap santri asal Kabupaten Kediri yang terseret ombak di Pantai Pangi, Desa Tumpakkepuh, Kecamatan Bakung,...

Next Post
bintang sepak bola tugu jatim

Dukacita Bintang Sepak Bola Dunia untuk Korban Tragedi Kanjuruhan

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID