• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Penakar hujan. (Foto: Dok Humas ITS/Tugu Jatim)

Wujud alat ARR yang terpasang di salah satu rumah warga di Desa Tambaksumur, Sidoarjo. (Foto: Dok Humas ITS)

Mahasiswa KKN ITS Ciptakan Penakar Hujan, Bikin Warga Sigap Bencana Banjir

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
4 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA, Tugujatim.id – Perkembangan teknologi dan inovasi semakin maju hingga bisa memberikan solusi di berbagai macam permasalahan. Salah satunya soal banjir yang membuat Tim Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (KKN ITS) menciptakan alat penakar hujan otomatis untuk lingkungan sekitar.

Alat penakar hujan ini akan mengakomodasi para warga dalam mitigasi banjir yang sering terjadi di lingkungan tempat KKN, yakni di Desa Tambaksumur, Kabupaten Sidoarjo.

You might also like

Pasar Gadang.

Pembangunan Pasar Gadang Malang Dinilai Lambat, Warga Khawatir Pedagang Kembali ke Pinggir Jalan

13/06/2026 6:08 PM
Pemkot Malang.

Harga Pertamax Naik, Pemkot Malang Lirik Kendaraan Listrik Tekan Anggaran

13/06/2026 5:25 PM
Penakar hujan. (Foto: Dok Humas ITS/Tugu Jatim)
Pemasangan alat dan sensor AWLR oleh tim KKN ITS. (Foto: Dok Humas ITS)

Ketua Pelaksana KKN ITS Muhammad Hafidz Imaaddiin menyampaikan ide pembuatan inovasi alat penakar hujan tersebut berawal dari rendahnya elevasi rumah warga di sekitar lingkungan KKN. Menurut dia, di sana ada tumpukan limbah cair dan bertumbuhnya perumahan di sekitarnya. Hal ini mengakibatkan terjadinya sedimentasi dan kenaikan muka air pada saluran.

“Dengan permasalahan tersebut perlu adanya pembersihan dan pemantauan rutin saluran drainase warga,” ujarnya dalam keterangan yang didapat Tugu Jatim pada Senin (10/10/2022).

Penakar hujan. (Foto: Dok Humas ITS/Tugu Jatim)
Tampilan data yang sudah terintergrasi di aplikasi warga. (Foto: Dok Humas ITS)

Hafidz menjelaskan, untuk pemantauan keadaan saat hujan, tim KKN ITS ini menciptakan Automatic Rainfall Recorder (ARR) dan Automatic Level Recording (AWLR). Tim KKN tersebut dipimpin 10 dosen dan beranggotakan 32 mahasiswa dari Fakultas Vokasi; Fakultas Teknik Sipil, Perencanaan, dan Kebumian (FTSPK); dan Fakultas Sains dan Analitik Data (FSAD).

“Dengan alat ini, warga dapat mandiri dan sigap dalam melawan banjir nantinya,” ucapnya.

Dosen Departemen Teknik Infrastuktur Sipil (DTIS) tersebut mengungkapkan, untuk penempatan kedua alat itu perlu perhitungan. Karena itu, tim pemetaan mahasiswa KKN melakukan langkah survei dan pengukuran topografi. Tujuannya untuk menentukan titik efektif dalam menempatkan kedua alat itu.

Penakar hujan. (Foto: Dok Humas ITS/Tugu Jatim)
Muhammad Hafidz Imaaddiin ketika memaparkan program KKN-nya di depan warga Desa Tambaksumur, Sidoarjo. (Foto: Dok Humas ITS)

Menurut Hafidz, ARR ditempatkan pada salah satu atap rumah warga yang kemudian akan menampung air dan melaporkan berbagai data saat hujan melalui aplikasi yang sudah terpasang di smartphone warga. Hafidz menerangkan, saat penampung air di ARR penuh, maka akan menampilkan data tinggi dan durasi hujan serta timbul genangan air setinggi berapa.

Di sisi lain, AWLR ditempatkan pada salah satu saluran drainase perumahan warga. Hal ini dikarenakan AWLR akan berfungsi sebagai pemantau muka air saluran warga dengan sistem Internet of Things (IoT). Ada aplikasi smartphone yang dapat digunakan oleh warga secara realtime keadaan saluran saat hujan.

“Dengan adanya aplikasi internet, para warga tidak perlu datang ke lokasi untuk melihat keadaan saluran saat hujan,” tutur Hafidz.

Dia mengungkapkan, KKN ini merupakan kegiatan kolaborasi lintas bidang ilmu. Dengan pemahaman dia dan mahasiswa DTIS akan curah hujan dan topografi dalam lingkup teknik sipil, yang kemudian didukung dengan ilmu mahasiswa dari Teknik Elektro Otomasi dan Teknik Instrumentasi ITS dalam merancang ARR dan AWLR. Harapannya dapat secara maksimal membantu para warga Desa Tambaksumur.

Dengan adanya kedua alat tersebut diharapkan para warga mampu melakukan upaya mitigasi saat hujan turun. Ditambah dengan adanya aplikasi yang sudah terintegrasikan dengan ARR dan AWLR yang mampu memudahkan warga mengupayakan mitigasi banjir.

“Harapannya, dalam jangka panjang akan terbentuk kesigapan warga dalam melawan banjir,” ujarnya optimistis.

Tags: Alat penakar hujanAlat penakar hujan di SurabayaAlat penakar hujan KKN ITSBerita alat penakar hujan ITSInstitut Teknologi Sepuluh Nopember SurabayaKampus ITSKota SurabayaKota Surabaya hari iniMahasiswa KKN ITSPenakar hujan
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Pasar Gadang.

Pembangunan Pasar Gadang Malang Dinilai Lambat, Warga Khawatir Pedagang Kembali ke Pinggir Jalan

by Dwi Linda
13/06/2026 6:08 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Warga Kota Malang mulai mempertanyakan kelanjutan proyek penataan Pasar Induk Gadang setelah proses relokasi pedagang dilakukan sejak...

Pemkot Malang.

Harga Pertamax Naik, Pemkot Malang Lirik Kendaraan Listrik Tekan Anggaran

by Dwi Linda
13/06/2026 5:25 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi mulai berdampak pada biaya operasional pemerintah daerah. Di tengah...

Cuaca di Jawa Timur.

Hujan Ringan dan Udara Kabur Dominasi Cuaca di Jawa Timur 13 Juni 2026, Waspadai Kelembapan Tinggi dan Jarak Pandang

by Dwi Linda
13/06/2026 8:58 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Sabtu (13/06/2026) didominasi hujan ringan, udara kabur, dan kondisi berawan di berbagai wilayah....

Santri

Terkendala Gelombang Tinggi, Pencarian Hari Kedua Santri Terseret Ombak di Blitar Nihil

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 8:54 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Operasi pencarian terhadap santri asal Kabupaten Kediri yang terseret ombak di Pantai Pangi, Desa Tumpakkepuh, Kecamatan Bakung,...

Next Post
Mercon meledak. (Foto: Dok Polsek Purworejo/Tugu Jatim)

Terkuak Dugaan Mercon Meledak di Rumah Warga Ngemplakrejo Pasuruan, Polisi: Ternyata Diduga Serpihan Balon Udara

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID