• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Mata memerah korban tragedi Kanjuruhan. (Foto: M. Sholeh/Tugu Malang)

Kevia Naswa, salah satu korban tragedi Kanjuruhan yang mata memerah dan luka kakinya belum pulih saat ditemui pada Selasa (11/10/2022). (Foto: M. Sholeh/Tugu Malang)

Mata Memerah Korban Tragedi Kanjuruhan Belum Pulih, Kaki pun Ada Bercak Sepatu yang Menginjak-injak

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
4 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Tragedi Kanjuruhan membuat para korban trauma secara psikis maupun fisik. Salah satunya seperti yang dialami Kevia Naswa, 18, warga Kelurahan Arjowinangun, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, ini mengalami mata memerah korban tragedi Kanjuruhan.

Kevia Naswa mengaku harus melawan sakitnya akibat terkena gas air mata, bahkan kaki robek dan tangannya juga masih sulit digerakkan. Dia mengatakan berada di tribun 14 saat tragedi Kanjuruhan memuncak.

You might also like

Desa Bulukerto.

Desa Bulukerto Wakili Kota Batu di Ajang Lomba Desa Se-Jatim, Ini Sederet Potensi dan Keunggulannya!

05/06/2026 7:01 PM
Tuban

TNI dan Warga Gotong Royong Bersihkan Pantai Boom Tuban, Sampah Plastik Masih Mendominasi

05/06/2026 4:48 PM

Menurut dia, ribuan suporter panik dan berusaha keluar stadion usai aparat menembakkan gas air mata ke tribun. Saat itu, kepadatan suporter terjadi di pintu-pintu keluar stadion.

Mata memerah korban tragedi Kanjuruhan. (Foto: M. Sholeh/Tugu Malang)
Kedua mata Kevia Naswa masih tampak mengalami pendarahan akibat tragedi Kanjuruhan. (Foto: M. Sholeh/Tugu Malang)

Kevia menyebut, saat itu juga tengah berusaha keluar stadion melalui pintu 14. Namun, dia terjatuh di antara ribuan suporter yang berdesakan.

“Saat saya jatuh, keinjak-injak di dekat pintu 14. Kemudian ada yang membantu dengan menarik tubuh saya, tapi kaki terkena besi pagar sampai robek,” ucapnya pada Selasa (11/10/2022).

Kevia mengaku dibantu suporter lain dan TNI untuk mendapatkan perawatan pertama usai kejadian itu. Dia kemudian dilarikan ke RSUD Kanjuruhan untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

“Waktu itu yang saya rasakan memang mata perih, gak bisa lihat dan dada sesak setelah kena gas air mata. Tapi, setelah di RSUD itu sudah agak mendingan,” bebernya.

Sayang keesokharinya, dia mendapati matanya memerah dan mengalami pembengkakan. Selain itu, tangan dan kakinya susah digerakkan. Pada bagian kakinya banyak luka dan lecet, bahkan tampak bekas sepatu yang menginjak-injaknya dalam tragedi itu.

Mata memerah korban tragedi Kanjuruhan. (Foto: M. Sholeh/Tugu Malang)
Kondisi Kevia Naswa, salah satu korban tragedi Kanjuruhan yang mata memerah dan luka kakinya belum pulih saat ditemui pada Selasa (11/10/2022). (Foto: M. Sholeh/Tugu Malang)

“Jadi, kaki banyak luka dan lecet, sampai ada bekas sepatu yang nginjak,” ujarnya.

Menyadari kondisi yang tak stabil, Kevia kembali dilarikan ke rumah sakit. Dari hasil pemeriksaan rontgen, tak ditemui ada masalah pada tulang Kevia. Untuk pemeriksaan mata, dokter mengatakan mata Kevia mengalami pendarahan.

“Kata dokter, ada pendaraan di dalam mata karena kena gas air mata. Untuk sembuh, katanya bisa 1-2 bulan,” ujarnya dengan mata memerah korban tragedi Kanjuruhan itu.

Dia berharap keadilan bisa ditegakkan dalam pengusutan tragedi Kanjuruhan. Sebab, tragedi ini membuat 131 suporter telah jadi korban meninggal dan ratusan orang korban luka.

 

Tags: Artikel tragedi Stadion KanjuruhanBerita Kota Malang hari iniBerita suporter tragedi KanjuruhanBerita update tragedi Stadion KanjuruhanCatatan KanjuruhanKisah korban mata memerah dalam Tragedi KanjuruhanKondisi korban luka tragedi di Stadion KanjuruhanKorban tragedi di Stadion KanjuruhanKota Malang hari iniMata Memerah Korban Tragedi Kanjuruhan
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Desa Bulukerto.

Desa Bulukerto Wakili Kota Batu di Ajang Lomba Desa Se-Jatim, Ini Sederet Potensi dan Keunggulannya!

by Dwi Linda
05/06/2026 7:01 PM
0

BATU, Tugujatim.id - Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, terpilih mewakili Kota Batu mengikuti ajang Perlombaan Desa dan Kelurahan Provinsi Jawa Timur...

Tuban

TNI dan Warga Gotong Royong Bersihkan Pantai Boom Tuban, Sampah Plastik Masih Mendominasi

by Mochamad Abdurrochim
05/06/2026 4:48 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Suasana Pantai Boom Tuban tampak berbeda pada Jumat (05/06/2026). Ratusan prajurit Yonif Teritorial Pembangunan (TP) 932 Sunan...

Sekda Kota Batu.

3 Daftar Kandidat Kuat Calon Sekda Kota Batu, Siapa yang Terbaik Duduki Kursi?

by Dwi Linda
05/06/2026 3:16 PM
0

BATU, Tugujatim.id - Proses seleksi yang panjang akhirnya menentukan tiga kandidat kuat calon Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batu. Ketiga calon...

Jombang

IPAL Rp7 M Belum Rampung, Sungai di Jombang Tercemar Limbah Tahu Bau Menyengat hingga 4 Km

by Mochamad Abdurrochim
05/06/2026 2:30 PM
0

JOMBANG, Tugujatim.id – Bau menyengat dari limbah industri tahu, meresahkan warga di sepanjang aliran sungai Kecamatan Jogoroto dan sekitarnya, Kabupaten...

Next Post
Naraya Putri Ekira. (Foto: Dok keluarga Naraya Putri Ekira/Tugu Jatim)

Naraya Putri Ekira, Atlet Cilik Sepatu Roda Freestyle Kota Malang yang Go National

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID