• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
targedi kanjuruhan tugu jatim

Suasana di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, pada Sabtu malam (01/10/2022). Foto: Dani Kristian/Tugu Jatim

KontraS Menduga Gas Air Mata Jadi Penyebab Korban Tragedi Kanjuruhan Meninggal

Lizya Kristanti by Lizya Kristanti
4 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Tim Gabungan Aremania bersama Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) menolak bahwa 132 orang meninggal di Stadion Kanjuruhan akibat kekurangan oksigen. Namun, banyak juga korban meninggal di tribun sebelum ada insiden berdesak-desakan di pintu keluar.

Hal ini diungkapkan oleh Sekjen KontraS, Andy Irfan. Dari hasil investigasi mereka, ratusan korban yang meninggal tidak hanya didapati di pintu keluar, tapi juga di tribun, bahkan di ruang tunggu. ”Bahkan termasuk dua korban bapak polisi itu juga meninggal di tribun, bukan karena berdesak-desakan, karena gas air mata, mereka terkepung asap hingga sesak napas,” bebernya, pada Kamis (13/10/2022).

You might also like

Jatim

BMKG: Waspada Kabut Tebal dan Angin Kencang di Jatim, Jumat 5 Juni 2026

05/06/2026 8:11 AM
Surabaya

Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir Digital

04/06/2026 8:52 PM

Andy juga tidak memungkiri bahwa banyak korban yang meninggal berdesakan di pintu keluar. Namun, pemicu utamanya tetap karena gas air mata.

Pihaknya menyayangkan pernyataan Polri yang bertolak belakang dengan fakta dan kesaksian yang ada. Lagipula, hingga saat ini polisi juga tidak menunjukkan keterbukaan informasi. Bahkan sampai saat ini, jenis gas air mata yang digunakan juga belum jelas.

Andy bahkan menemukan sejumlah bukti bahwa dari jenis gas air mata yang digunakan tidak hanya untuk pengendalian massa, tapi juga jenis gas yang diduga digunakan untuk pertempuran.

”Artinya, untuk membuktikan ini ya memang harus autopsi. Tapi meski tanpa autopsi sekalipun, kami menduga penyebab meninggalnya para korban ini tetap karena gas air mata,” pungkasnya.

Tags: Kabupaten Malangkontrastragedi kanjuruhan
Lizya Kristanti

Lizya Kristanti

Related Stories

Jatim

BMKG: Waspada Kabut Tebal dan Angin Kencang di Jatim, Jumat 5 Juni 2026

by Mochamad Abdurrochim
05/06/2026 8:11 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jatim Jumat (05/06/2026) didominasi udara kabur dan berawan di banyak wilayah, dengan beberapa daerah dataran tinggi...

Surabaya

Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir Digital

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 8:52 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id- Sebagai upaya meningkatkan transparansi Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, memasang foto juru parkir (jukir) pada rambu parkir digital di...

Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 3:30 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Warga Desa Rengel, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban digegerkan dengan penemuan bayi laki-laki dalam kondisi meninggal dunia di...

Event tahunan di Banyuwangi.

Alasan Tak Pernah Sepi Wisatawan, 7 Event Tahunan di Banyuwangi Ini Selalu Jadi Magnet Pengunjung

by Dwi Linda
04/06/2026 1:57 PM
0

BANYUWANGI, Tugujatim.id – Event tahunan di Banyuwangi, Jatim, jadi salah satu magnet wisata yang selalu ramai dikunjungi wisatawan. Selain memiliki...

Next Post
Gandeng MUI, Polri Cegah Terorisme dan Radikalisme di Tuban

Gandeng MUI, Polri Cegah Terorisme dan Radikalisme di Tuban

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID