• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
tragedi kanjuruhan tugu jatim

Anggota keluarga, kerabat, dan teman dekat, saat memanjatkan doa untuk mendiang Reyvano. Foto: Aisyah Nawangsari/Tugu Jatim

Perjuangan Arif Yuliarto Mencari Anaknya saat Tragedi Kanjuruhan

Lizya Kristanti by Lizya Kristanti
4 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Arif Yuliarto (48) tak menyangka bahwa Sabtu (1/10/2022) pagi menjadi momen terakhir ia berbicara dengan putranya, Reyvano Dwi Afriansyah (17). Remaja yang akrab dipanggil Vano itu menjadi korban tragedi Kanjuruhan dan tak sadarkan diri selama 21 hari sebelum akhirnya berpulang, pada Jumat (21/10/2022).

Saat ditemui di rumah duka yang berada di Desa Ngebruk, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, Arif menceritakan perjuangannya mencari anak keduanya tersebut di malam tragedi Kanjuruhan. “Saya baru menemukan (Vano) pada tanggal 2 Oktober 2022 di Rumah Sakit Hasta Husada,” kenangnya, memulai ceritanya.

You might also like

Pasar Gadang.

Pembangunan Pasar Gadang Malang Dinilai Lambat, Warga Khawatir Pedagang Kembali ke Pinggir Jalan

13/06/2026 6:08 PM
Pemkot Malang.

Harga Pertamax Naik, Pemkot Malang Lirik Kendaraan Listrik Tekan Anggaran

13/06/2026 5:25 PM

Kata Arif, ia tidak menaruh curiga saat Vano tak kunjung pulang pada Sabtu (1/10/2022) malam. Ia hanya berpikir anaknya terjebak macet sehingga pulang agak larut.

tragedi kanjuruhan tugu jatim
Anggota keluarga menyiram air ke makam Reyvano, korban tragedi Kanjuruhan. Foto: Aisyah Nawangsari/Tugu Jatim

Menjelang tengah malam, Arif mulai gelisah. Seorang perangkat desa kemudian datang untuk menanyakan apakah ada warga sekitar yang belum pulang dari menonton pertandingan Arema FC melawan Persebaya Surabaya.

“Siapa yang nonton Arema FC belum pulang? Segera dicari, Kanjuruhan kisruh,” kata Arif, menirukan perangkat desa tersebut.

Anak Arif yang pertama menelepon dan memintanya untuk segera mencari Vano karena kabarnya ada banyak orang meninggal. “Saya panik. Saya mau tanya siapa? Anak saya berangkat sendiri. Tetangga sekitar sini nggak ada yang bisa masuk stadion,” ucapnya.

Meski telah lewat tengah malam, Arif berangkat mencari anaknya. Tujuan pertamanya adalah Stadion Kanjuruhan. Ia berkeliling mencari anaknya di sana, namun hasilnya nihil.

Arif kemudian menuju ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kanjuruhan. Di sana, ia melihat suasana begitu kacau. Ia bertanya ke sana kemari namun tak mendapat jawaban tentang keberadaan anaknya.

Terakhir, ia menuju ke RS Wava Husada. Di sana ia juga tak menemukan Vano. “Di sana saya sudah dalam kondisi drop. Saya nggak berharap mencari anak saya yang sudah ditutup separuh (meninggal),” kata Arif.

Tak putus asa. Arif menyebarkan foto dan nama lengkap anaknya ke media sosial. Ia berharap ada yang mengenali anaknya dan memberi tahu keberadaannya. Ia juga menelepon teman-teman Vano, namun tidak ada yang tahu keberadaan siswa kelas XI SMK Negeri 4 Malang itu.

Ia juga mencari-cari informasi di media sosial. Ia melihat foto dan video yang dibagikan di internet. “Saya tanya ke istri saya, Vano pakai celana apa? Saya lihat ada yang mirip dengan Vano tapi pakai celana krem. Istri saya bilang Vano pakai celana jins biru,” kata Arif.

Pada Minggu (2/10/2022) pagi, ia akhirnya mendapat informasi bahwa Vano berada di RS Hasta Husada Kepanjen. Kondisinya tak sadarkan diri. “Sekitar jam 09.00 WIB, dia dibawa ke RSSA,” kata Arif.

Meski lega karena telah menemukan anaknya, Arif masih merasa cemas dan stres karena kondisi Vano tidak stabil. Setiap hari, ia dan istrinya bergantian berjaga di rumah sakit. “Setiap kali ada panggilan (dari dokter), saya (deg-degan), ada apa?,” ungkapnya.

Untuk menenangkan diri, ia merokok dan minum kopi sambil berbincang-bincang dengan Korwil Aremania Sumberpucung, Mbah Tik, yang selalu siap mendampingi keluarga korban.

Setelah berjuang selama 21 hari, Vano menghembuskan napas terakhirnya. Dia menjadi korban jiwa ke-134 tragedi Kanjuruhan. Arif mengaku sudah ikhlas atas kepergian Vano. Ia juga menolak autopsi terhadap jenazah putranya.

Tags: arif yuliartoKabupaten Malangtragedi kanjuruhan
Lizya Kristanti

Lizya Kristanti

Related Stories

Pasar Gadang.

Pembangunan Pasar Gadang Malang Dinilai Lambat, Warga Khawatir Pedagang Kembali ke Pinggir Jalan

by Dwi Linda
13/06/2026 6:08 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Warga Kota Malang mulai mempertanyakan kelanjutan proyek penataan Pasar Induk Gadang setelah proses relokasi pedagang dilakukan sejak...

Pemkot Malang.

Harga Pertamax Naik, Pemkot Malang Lirik Kendaraan Listrik Tekan Anggaran

by Dwi Linda
13/06/2026 5:25 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi mulai berdampak pada biaya operasional pemerintah daerah. Di tengah...

Cuaca di Jawa Timur.

Hujan Ringan dan Udara Kabur Dominasi Cuaca di Jawa Timur 13 Juni 2026, Waspadai Kelembapan Tinggi dan Jarak Pandang

by Dwi Linda
13/06/2026 8:58 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Sabtu (13/06/2026) didominasi hujan ringan, udara kabur, dan kondisi berawan di berbagai wilayah....

Santri

Terkendala Gelombang Tinggi, Pencarian Hari Kedua Santri Terseret Ombak di Blitar Nihil

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 8:54 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Operasi pencarian terhadap santri asal Kabupaten Kediri yang terseret ombak di Pantai Pangi, Desa Tumpakkepuh, Kecamatan Bakung,...

Next Post
polres tuban tugu jatim

Polres Tuban Terjunkan 525 Personel Amankan Pilkades Serentak

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID