• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
tragedi kanjuruhan tugu jatim

Keluarga, kerabat, dan pelayat melantunkan doa di tempat peristirahatan terakhir korban tragedi Kanjuruhan. Foto: M Sholeh/Tugu Jatim

Korban Jiwa ke-135 Tragedi Kanjuruhan Dikabarkan COVID-19, Begini Penjelasan RSSA Malang

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
4 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Proses pemulangan jenazah Farza Dwi Kurniawan (20), korban jiwa ke-135 tragedi Kanjuruhan dari RSSA Malang, Jawa Timur, sempat terkendala masalah administrasi. Pasalnya, korban dikabarkan terpapar COVID-19.

Hal itu disampaikan oleh paman Farza, Arifin Candra. Keponakannya dinyatakan meninggal di RSSA Malang pada Minggu (23/10/2022), sekitar pukul 22.30 WIB. Namun, jenazah Farza baru bisa tiba di rumah duka pada Senin (24/10/2022), sekitar pukul 02.00 WIB.

You might also like

Surabaya

Malam Pengesahan Warga Pesilat, Aksi Tawuran Terjadi di Surabaya

17/06/2026 3:34 PM
Jawa Timur.

Cuaca Cerah Dominasi Jawa Timur 17 Juni 2026, Aktivitas Luar Ruang Naik Signifikan

17/06/2026 7:00 AM

“Ini yang saya juga belum jelas soal itu. Saya tidak di RS, tapi saya mendengar informasi dari yang di RS. Waktu itu katanya masih diproses administrasinya,” ungkapnya.

Dia heran proses pemulangan jenazah keponakannya cukup lama. Kabar Farza dinyatakan terpapar COVID-19 juga menjadi pertanyaan besar bagi keluarga dan kerabat.

Tidak Boleh Dijenguk

Teman sekampung Farza, Amanda Febri juga mengaku heran bagaimana bisa Farza dinyatakan terpapar COVID-19. Padahal, berdasarkan keterangan teman-teman yang menggotong Farza di Stadion Kanjuruhan, Amanda mengatakan kondisi Farza sudah membiru.

“Waktu digotong itu badannya sudah membiru, anak-anak (kampung) sendiri yang gotong. Lalu di RSSA sampai 23 harikan kritis. Terus dapat kabar kayak gitu, katanyakan juga di-COVID-kan. Padahal itu dari Kanjuruhan kena gas air mata,” ucapnya.

“Anak-anak kemarin juga ke sana (RSSA Malang) pada belain. Kok jenazahnya diplastikin? Dokternya kayak gak mau ngomong apa gitu,” imbuhnya.

Sebelumnya, Amanda juga mengatakan bahwa dia dan teman-temannya tidak boleh menjenguk Farza saat dirawat di RSSA Malang. Pasalnya, warga Jalan Sudimoro, Kota Malang, itu dinyatakan terpapar COVID-19 dan hanya satu saudara saja yang boleh mendampingi. “Gak boleh dijengguk soalnya. Katanya COVID-19. Cuma kakaknya yang boleh masuk,” ucapnya.

Dinyatakan Terpapar COVID-19

tragedi kanjuruhan tugu jatim
Wakil Direktur Bidang Pelayanan Medik dan Perawatan RSSA Malang, dr Syaifullah Asmiragani mengklarifikasi kabar korban ke-135 tragedi Kanjuruhan terpapar COVID-19. Foto: M Sholeh/Tugu Jatim

Menanggapi hal tersebut, Wakil Direktur Bidang Pelayanan Medik dan Perawatan RSSA Malang, dr Syaifullah Asmiragani mengatakan bahwa Farza memang terpapar COVID-19.

Kata dia, prosedur RSSA Malang memang selalu melakukan pemeriksaan swab COVID-19 kepada semua pasien. Dari hasil pemeriksaan swab itu, Farza dinyatakan positif terpapar COVID-19. Namun, penyebab kematian Farza bukan murni karena COVID-19. “Yang jelas yang bersangkutan meninggal bukan karena COVID-19, tapi trauma signifikan hingga mengalami penurunan kesadaran,” ucapnya, pada Senin (24/10/2022).

Kemudian saat proses pemulangan jenazah, pihak kerabat korban sempat menolak karena RSSA Malang memperlakukan jenazah layaknya jenazah COVID-19. “Saat itu memang masih positif, seharusnya itu dilakukan sesuai protokol COVID,” kata dr Syaifullah.

Namun setelah melakukan musyawarah, jenazah korban akhirnya bisa dipulangkan dan dimakamkan tanpa protokol COVID-19.

Meninggal Karena Multi Trauma

Tim dokter yang merawat Farza yakni Spesialis Anastesi RSSA Malang, dr M Akbar Sidiq menambahkan bahwa Farza meninggal karena mengalami multi trauma. “Dia mengalami multi trauma akibat cedera di kepala, paru-paru, dan perut. Namun penyebab kematian itu trauma kepala dan paru-paru,” imbuhnya.

Tambah dia, Farza juga sempat diberi ventilator atau alat bantu pernafasan selama dua pekan. Kondisinya sempat membaik, namun tak berselang lama, Farza harus menjalani perawatan intensif lagi hingga akhirnya dinyatakan meninggal.

Tags: korban tragedi kanjuruhanKota Malangtragedi kanjuruhan
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Surabaya

Malam Pengesahan Warga Pesilat, Aksi Tawuran Terjadi di Surabaya

by Mochamad Abdurrochim
17/06/2026 3:34 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Warga Jalan Kalijudan gang 10, 12 dan 14, Kecamatan Mulyorejo, Surabaya, Rabu (17/06/2026) sekitar pukul 00.30 WIB...

Jawa Timur.

Cuaca Cerah Dominasi Jawa Timur 17 Juni 2026, Aktivitas Luar Ruang Naik Signifikan

by Dwi Linda
17/06/2026 7:00 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Rabu (17/06/2026) didominasi kondisi cerah di sebagian besar wilayah, terutama kawasan perkotaan dan...

IKA PMII Kota Malang.

Jelang Muscab III, IKA PMII Kota Malang Rumuskan Arah Gerak Organisasi Kuatkan Fondasi

by Dwi Linda
16/06/2026 9:00 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Kota Malang (IKA PMII Kota Malang) menggelar Kick Off Musyawarah Cabang (Muscab)...

Pendaki ilegal Gunung Semeru.

13 Pendaki Ilegal Gunung Semeru Ditangkap, Empat Orang Masih Dicari Sempat Kabur ke Kebun Warga

by Dwi Linda
16/06/2026 8:24 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) mengamankan 13 orang yang diduga melakukan pendakian ilegal...

Next Post
tragedi kanjuruhan tugu jatim

Diagnosis Akhir Farza Dwi, Korban Jiwa ke-135 Tragedi Kanjuruhan

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID