MAKKAH, Tugujatim.id – Catatan umrah ke-23 hasil kerja sama Chatour Travel dan Tugu Media Group memberikan kejutan tidak terduga saat salat di Masjidilharam, Makkah. Inilah pengalaman saya kali ini yang secara tidak sengaja bisa salat tepat di belakang Imam Masjidilharam, hanya berjarak sekitar 15 meter.
Saya bertekad menuntaskan target pribadi pada 25 Agustus 2025: khatam Al-Qur’an di Masjidilharam, Makkah, Arab Saudi. Sebelumnya, saya sudah membaca 20 juz dari rumah.
Jadi, sisa 10 juz saya selesaikan di Madinah dan Makkah. Hingga sehari sebelum kepulangan ke Indonesia, saya sudah tiba di Juz 30 atau yang dikenal dengan juz amma berisi 37 surat pendek.
Baca Juga: Padang Arafah yang Romantis dan Umrah dengan Riang Gembira Bersama Chatour Travel (22)
Selepas salat Maghrib, saya menuju area Masjidilharam. Awalnya berniat masuk ke area Kakbah, tetapi petugas melarang karena saya tidak mengenakan ihram. Saya akhirnya duduk di dekat eskalator yang mengarah ke Kakbah, menyelesaikan bacaan Al-Qur’an. Sekitar 20 menit sebelum azan Isya, saya berhasil mengkhatamkan Al-Qur’an.
Beberapa saat kemudian, petugas meminta saya berpindah. Saya tidak langsung beranjak, hingga akhirnya diminta masuk ke sebuah ruang terbuka berukuran sekitar 10 x 10 meter. Belakangan, saya baru tahu ruangan itu untuk orang yang ikut salat jenazah agar bisa menghadap ke arah jenazah yang disalati.
Ketika itu, ada tiga jenazah yang dibawa sebelum mulai salat Isya. Kami yang berada di ruangan itu tidak diperlakukan istimewa; hanya diberikan air zamzam dalam botol. Mayoritas jemaahnya penduduk lokal Arab Saudi. Orang di dekat saya, misalnya, berasal dari Riyadh dan sedang umrah juga.
Menariknya setelah salat Isya selesai. Selang beberapa menit setelah pengumuman salat jenazah, tiba-tiba Imam salat Isya muncul di hadapan kami.
“Assalamualaikum,” ucapnya.
Kami pun serempak menjawab salam tersebut. Dari kejadian ini, saya paham mengapa jeda antara pengumuman salat jenazah dan takbir imam agak panjang, sekitar lima menit.
Rupanya imam harus berpindah dari tempat imam salat fardu ke lokasi imam salat jenazah agar bisa melihat langsung jenazah yang akan disalatkan.
Usai salat jenazah, sang imam pergi dengan pengawalan ketat. Saya sempat ingin bersalaman, namun tidak sempat karena padatnya pengamanan. Itulah momen berkesan yang membuat saya bisa melihat langsung Imam Masjidilharam—sosok yang selama ini hanya saya tonton lewat YouTube. Sayangnya, saya tidak sempat mendokumentasikan peristiwa itu karena tidak membawa ponsel. (Bersambung…)
Catatan: Rencanakan perjalanan umrah Anda bersama Chatour Travel yang telah dipercaya selama 17 tahun. Nikmati berbagai fasilitas dan promo menarik. Hubungi agen resmi melalui WhatsApp 0813-3321-4901 untuk informasi lebih lanjut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Irham Thoriq
Editor: Dwi Lindawati








