MAKKAH, Tugujatim.id – Padang Arafah, sebuah hamparan yang dirindu umat Islam di seluruh dunia. Termasuk bagi jemaah umrah Chatour Travel yang ingin berhaji. Kami pulang untuk kembali. Berikut catatan seri ke-22 program “Catatan Umrah” antara Chatour Travel dan Tugu Media Group.
Memaksimalkan paket umrah sembilan hari, membuat rombongan Chatour Travel keberangkatan 19 Agustus 2025, tidak punya waktu lama di Makkah. Kami hanya empat hari berada di kota tua yang mempunyai julukan Umm Al Qura ini.
Baca Juga: 7 Potret Menyejukkan Kota Makkah, Menyimpan Banyak Sejarah (21)
Kami juga mempunyai jatah dari travel untuk umrah dua kali. Pertama umrah wajib, dan kedua umrah sunah. Sedangkan untuk yang ingin menambah umrah, bisa melaksanakan secara mandiri.
Pada umrah kedua yang digelar pada 24 Agustus 2025, sebelum dilaksanakan umrah, digelar city tour Kota Makkah. Destinasi pertama yang kami datangi adalah Jabal Tsur. Gunung ini bersejarah karena di gunung ini terdapat gua bernama Ghar At Thar atau gua banteng di mana Nabi Muhammad SAW dan sahabatnya Abu Bakar Ash Siddiq berlindung dari kejaran kafir Quraisy saat hijrah ke Madinah.

Di momen inilah, salah satu ayat dalam Al-Qur’an yang sangat terkenal turun yakni La Tahzan Innalaha Ma’ana. Artinya: jangan bersedih Allah bersama kita. Ayat ini lantas menjadi pelipur bagi siapa saja, ayat ini seperti pelukan Allah kepada hambanya. Bahwa bisa jadi orang akan meninggalkan kita, tapi Allah SWT akan selalu bersama kita.
City Tour di Jabal Rahmah
Selanjutnya, kami sampai pada tujuan utama city tour kali ini yakni Jabal Rahmah yang berada di Padang Arafah. Tempat ini adalah impian bagi kaum muslimin, khususnya yang ingin haji. Padang yang luasnya 12 juta meter persegi ini adalah tempat wukuf yang merupakan salah satu syarat sah haji.
Pada musim haji, jutaan orang berdiam diri, membaca doa dan melantunkan harapan, dan aneka ibadah di Padang Arafah.
”Orang haji wajib wukuf di Arafah, sekalipun sakit parah. Karena kalau rukun yang lain bisa diganti dengan denda, tapi kalau wukuf tidak boleh diganti dengan apa pun,” kata Ustad Mujib, mutowif yang membimbing ibadah kami.
Di Padang Arafah, bekas tenda-tenda masih tersisa dan siap dipasang lagi ketika musim haji tiba. Penulis banyak bergumam dan berdoa, semoga kelak bisa merasakan wukuf di Arafah untuk menunaikan ibadah haji, sesegera mungkin.
Saat berada di Padang Arafah, beberapa jemaah Chatour Travel membagi-bagikan makanan kepada jemaah lain.
”Halal, halal,” kata Ilhamuddin, salah seorang jemaah dari Kalimantan Barat.
Di Padang Arafah, salah satu yang ikonik adalah Jabal Rahmah. Di tempat inilah, ribuan orang melakukan wukuf dan menanti senja ketika pelaksanaan wukuf di Arafah. Selain itu, gunung ini disebut Jabal Rahmah karena simbol dari kasih sayang.
Ya, setelah diusir dari surga karena tidak bisa mengontrol hawa nafsu, Nabi Adam dan Siti Hawa dipertemukan lagi di Jabal Rahmah. Mereka dipertemukan lagi setelah terpisah ratusan tahun. Sebelum bertemu, Nabi Adam diturunkan di India dan Siti Hawa diturunkan di Irak. Jabal Rahmah bisa dibilang sebagai wujud dari diterimanya tobat dan bukti cinta dari seorang hamba.

Bagi sebagian orang, Jabal Rahmah adalah gunung yang wajib didaki bagi penggemar mendaki di dunia, tentu saja bagi yang beragama Islam. Di Jabal Rahmah, meski panas menyengat suasana khidmat terasa, terlebih bagi yang membayangkan puncak haji di tempat ini.
Setelah di Padang Arafah sekitar satu jam, rombongan kami melanjutkan perjalanan yakni menuju Masjid Aisyah atau Masjid Tan’eem. Di tempat ini, kami melafalkan niat umrah yang kedua.
Setelah itu, seperti biasa kami langsung ke area Masjidilharam untuk Tawaf dan Sa’i. Nyaris tidak ada kendala dalam umrah kedua ini, yang kebetulan digelar setelah Asar atau waktu senja. Penulis merasakan umrah kedua ini lebih enjoy dibandingkan umrah pertama yang memang digelar pada dini hari.
”Di sini kita harus enjoy dan jangan terlalu dibuat-buat khusyuk, biasanya kalau keterlaluan khusyuknya nanti nggak ke sini lagi,” kata Moh Saeful Bahar, salah seorang jemaah yang merupakan dosen di UIN Sunan Ampel Surabaya.
Tentu saja, dalam konteks ini, Saeful Bahar sedang bercanda agar jemaah tidak terlalu tegang dengan jemaah lainnya.
Umrah bersama Chatour Travel ini memang selalu riang gembira dan penuh kesan. (Bersambung)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Irham Thoriq
Editor: Dwi Lindawati








