MALANG, Tugujatim.id – Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan Ahmad Basarah memberikan clue terkait asal calon wakil presiden yang nantinya akan disandingkan dengan calon presiden dari PDIP, yaitu Ganjar Pranowo.
Menurut Ahmad Basarah, calon wakil presiden tersebut nantinya akan berasal dari dua lingkungan yang sangat besar yakni lingkungan Nahdlatul Ulama (NU) serta dari kalangan TNI.
“Kalau merujuk pada pengalaman Bu Mega sejak beliau jadi wapres, sampai era mencari pendamping Pak Jokowi, ada era preferensi, yang pertama kalau tidak dengan tokoh dari NU atau dengan tokoh purnawirawan TNI,” ungkap Ahmad Basarah saat hadir ke Malang beberapa waktu lalu.
Rentetan dua tokoh dari dua lingkungan besar itu, menurut Basarah, merujuk saat Megawati yang saat itu jadi wakil presiden, ternyata presiden yang diusung berasal dari kalangan NU, yakni almarhum Gus Dur.
Setelah Megawati didapuk menjadi Presiden ke-5 RI kala itu, wakil presiden juga berasal dari kalangan NU, yakni Hamzah Has.
Kemudian pada 2004, Megawati juga didampingi seorang wakil dari tokoh NU, KH Hasyim Muzadi. Begitu pula di era Presiden Joko Widodo, di mana saat Jokowi menjadi presiden, PDIP juga mengusung dua tokoh NU yakni Jusuf Kalla dan KH Ma’ruf Amin.
“Berdasar preferensi itu, maka simbolisasi kepemimpinan nasional atau cara berpikir Ibu Mega kalau tidak dengan tokoh NU, ya dengan purnawirawan TNI. Kita lihat saja menu tokoh NU yang ada siapa saja, menu TNI yang ada siapa, itu pasti sudah ada di dalam benak pikiran Ibu Mega. Kita tunggu hari baik dan jam baiknya,” ujarnya.
Writer: Yona Arianto
Editor: Dwi Lindawati








