• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Mahasiswa UB.

Salah seorang peraga sedang mencoba smart headband yang bermanfaat mencegah pasien epilepsi alami cacat. (Foto: dok Humas UB)

Inovasi DERING ala Mahasiswa UB, Smart Headband Cegah Kecacatan pada Penderita Epilepsi

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
3 years ago
in Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Gangguan epilepsi merupakan penyakit gangguan aktivitas listrik otak yang dapat terjadi pada setiap orang untuk berbagai usia. Karena itu, lima mahasiswa UB lintas jurusan dari Teknik Elektro dan Kedokteran, menciptakan alat deteksi gelombang otak berbasis Artificial Intelligence (AI) yang mampu mencegah kondisi disabilitas bagi para penderita epilepsi.

Meskipun kejadian kejang atau epilepsi dapat berujung pada kecacatan bahkan kematian, nyatanya penyakit ini masih sering terabaikan di Indonesia. Hingga saat ini belum ada alat yang dapat memantau secara langsung kondisi pasien jika alami serangan kejang.

You might also like

Unesa

Diduga Lakukan Kekerasan Verbal di Grup Whatsapp, Unesa Nonaktifkan Enam Mahasiswa

19/07/2026 12:53 PM
Mahasiswa UM.

Mahasiswa UM Kembangkan GS-PBL, Strategi Pembelajaran Berbasis Game Tingkatkan Kolaborasi Siswa

19/07/2026 12:00 PM

Berdasarkan latar belakang itu, mahasiswa UB menciptakan alat bernama DERING atau Detection and Monitoring Epileptic Seizures yang dirangkai dalam bentuk smart headband sehingga mudah digunakan dan berguna mencegah kecacatan pada pasien epilepsi.

“Teknologi ini mengintegrasikan kecerdasan buatan dan mengolah berbagai parameter seperti gelombang otak, detak jantung, dan kemiringan tubuh untuk mendeteksi kejang epilepsi,” ungkap Ketua Tim mahasiswa UB Ilham Fathurrahman Hamzah dalam keterangan resminya, Rabu (27/09/2023).

Dia mengatakan, alat ini juga memantau parameter gelombang otak, detak jantung, dan kemiringan tubuh tersebut dari smartphone. Jadi, keluarga dapat mengetahui aktivitas dan posisi penderita.

Manfaat DERING?

Keunggulan DERING di antaranya desain yang nyaman, kecerdasan buatan yang dapat mendeteksi aktivitas gelombang otak yang abnormal, fitur layanan darurat, dan konsultasi dengan dokter.

“DERING diciptakan untuk disability limitation atau mencegah kejadian buruk seperti kematian akibat epilepsi. Karena penderita epilepsi dapat mengalami kejang kapan saja dan di mana saja,” bebernya.

Alat DERING menawarkan berbagai keuntungan pada penderita epilepsi mulai dari harganya yang ekonomis, aman, nyaman digunakan, serta pasien dapat dipantau secara real time sehingga mencegah kecacatan bahkan kematian.

Dengan memanfaatkan sensor EEG dan sensor Accelerometer Gyroscope, DERING dapat menangkap gelombang otak seperti sinyal delta, theta, alpha, beta, gamma, denyut nadi, dan koordinat posisi.

DERING juga dilengkapi alarm tanda bahaya bagi orang di sekitar penderita. Jadi ketika terjadi serangan kejang, maka bantuan dapat segera diberikan.

Teknologi ini terhubung ke aplikasi smartphone sehingga bisa memunculkan hasil pemantauan dari sensor Electroencephalography (EEG) dan sensor Accelerometer Gyroscope, lokasi penderita epilepsi, edukasi terkait epilepsi, fitur konsultasi ke dokter, serta DERING akan menghubungi emergency service secara otomatis apabila terdapat kondisi darurat melalui fitur emergency call.

“DERING EEG diharapkan mampu menjadi solusi bagi pasien epilepsi untuk beraktivitas normal dengan meminimalisasi kekhawatiran keluarga dan kerabat karena bisa melakukan monitoring kondisi dan lokasi secara real time,” tambahnya.

Inovasi mahasiswa UB ini telah mendapatkan bantuan pendanaan dari Kemendikbud dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang Karya Cipta. Kini mereka akan berjuang untuk mengikuti seleksi PIMNAS XXXVI mendatang.

Pembuatan DERING dibimbing oleh Dosen Teknik Elektro Ir Nurussa’adah MT dan dosen Kedokteran dr Shahdevi Nandar Kurniawan SpS (K). Sedangkan tim mahasiswa UB terdiri dari Ilham Fathurrahman Hamzah (FT’21), Lukman Hidayat (FT’21), Steffany Dilent (FT’21), Nidya Sekarsari Setyabudi (FK’21), dan Nasim Amar (FK’20).

Writer: Yona Arianto

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Alat DERING penderita epilepsiBerita Mahasiswa Universitas BrawijayaBerita Universitas BrawijayaInovasi DERING ala mahasiswa UBKota Malang hari iniMahasiswa Universitas BrawijayaPenderita epilepsi
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Unesa

Diduga Lakukan Kekerasan Verbal di Grup Whatsapp, Unesa Nonaktifkan Enam Mahasiswa

by Mochamad Abdurrochim
19/07/2026 12:53 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Sebanyak 6 mahasiswa vokasi dinonaktifkan sementara selama proses investigasi yang dilakukan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan...

Mahasiswa UM.

Mahasiswa UM Kembangkan GS-PBL, Strategi Pembelajaran Berbasis Game Tingkatkan Kolaborasi Siswa

by Dwi Linda
19/07/2026 12:00 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) kembali menghadirkan inovasi di bidang pendidikan. Yonna Divanka Yuanvanelli, mahasiswa UM Program...

Peneliti UM.

Peneliti UM Kembangkan EL-PBL, Inovasi Pembelajaran IPA Bikin Siswa Lebih Kreatif dan Semangat Belajar

by Dwi Linda
19/07/2026 11:05 AM
0

MALANG, Tugujatim.id – Tim peneliti Universitas Negeri Malang (UM) menghadirkan inovasi pembelajaran berupaya menciptakan suasana belajar IPA yang lebih menyenangkan...

LPPM UM.

LPPM UM Gelar Pelatihan Pembuatan Tepache, Mahasiswa Belajar Olah Limbah Kulit Nanas Jadi Minuman Fungsional

by Dwi Linda
19/07/2026 10:20 AM
0

MALANG, Tugujatim.id - Pusat Kesehatan dan Pangan Lembaga Penelitian dan Pendidikan Kepada Masyarakat Universitas Negeri Malang (LPPM UM) menggelar kegiatan...

Next Post
Tuban.

Selangkah Menuju DCT, Bawaslu Tuban Ingatkan Parpol Lengkapi Syarat

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID