• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Mikroplastik di Surabaya.

Ilustrasi air hujan diduga mengandung mikroplastik di Surabaya. (Foto: Pixabay/Gambar Jill Wellington)

Air Hujan Diduga Terpapar Mikroplastik di Surabaya, Ini Langkah Mitigasi Pemkot

Dwi Linda by Dwi Linda
8 months ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA, Tugujatim.id – Fenomena air hujan diduga mengandung mikroplastik di Surabaya, Jatim, memicu langkah cepat pemerintah kota (pemkot).

Melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya, pemkot bersiap melakukan uji laboratorium dengan menggandeng lembaga terakreditasi dan sejumlah perguruan tinggi untuk memastikan kebenaran temuan tersebut.

You might also like

Rumah doa.

DPRD Kabupaten Pasuruan Terima Aduan Warga Tolak Dugaan Rumah Doa Ilegal di Bangil

20/07/2026 9:04 PM
Piala Dunia 2026.

Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Ribuan Warga Nobar di Sidoarjo Senang Berhadiah Umrah hingga Sepeda Gunung

20/07/2026 6:05 PM

Kepala DLH Surabaya Dedik Irianto menegaskan bahwa penting bagi kota metropolitan seperti Surabaya untuk mengetahui tingkat kerentanan lingkungannya.

Baca Juga: 11 Titik Air di Malang Diduga Terpapar Mikroplastik, Ini Kata Tim Peneliti Ecoton 

“Kami harus memastikan benar atau tidak adanya mikroplastik dalam bulir hujan. Kota besar memang berisiko tinggi, baik pada air maupun udara,” kata Dedik pada Jumat (21/11/2025).

Dedik memaparkan, dugaan kandungan mikroplastik di Surabaya dalam air hujan bisa bersumber dari berbagai aktivitas manusia. Salah satu yang terbesar berasal dari plastik yang terpapar panas hujan, lalu terurai menjadi serpihan sangat kecil. Serpihan ini kemudian tertiup angin dan berpotensi terangkat ke atmosfer.

“Plastik itu ketika kena panas, lalu air, lalu panas lagi, lama-lama hancur. Serpihan kecil itu bisa terbawa angin dan akhirnya berada di udara,” jelasnya.

Pembakaran sampah sembarangan, kebiasaan yang masih ditemui di beberapa kawasan pemukiman juga menjadi salah satu penyumbang mikroplastik ke udara.

Selain itu, aktivitas transportasi turut berkontribusi. Gesekan ban kendaraan dengan permukaan jalan disebut menghasilkan partikel-partikel mikroplastik yang kemudian terdispersi ke lingkungan.

Menurut Dedik, jika mikroplastik sudah berada di udara, ada dua kemungkinan jalur bagaimana partikel itu akhirnya turun bersama hujan.

“Bisa dari partikel yang melayang di udara lalu ikut turun bersama hujan. Atau mikroplastik itu sudah berada di awan dan awan itu belum tentu terbentuk di Surabaya saja,” ungkapnya.

Pemkot Tindak Pembakaran Sampah

Menghadapi fenomena ini, Pemkot Surabaya menegaskan sudah menyiapkan langkah mitigasi jangka panjang. Salah satu andalan adalah pengolahan sampah terpusat di TPA Benowo yang menggunakan teknologi gasifikasi power plant.

Teknologi ini memastikan sisa pembakaran seperti fly ash dan bottom ash tertangkap dan tidak mencemari udara.

“Proses pengolahan sampah di TPA Benowo sudah terkelola dengan standar ketat sehingga tidak menghasilkan partikel liar yang bisa berpotensi jadi mikroplastik,” papar Dedik.

Selain itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi sejak 2022 telah memberlakukan Perwali No 16/2022 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik. Aparat juga rutin menggelar operasi yustisi terhadap warga yang ketahuan membakar sampah sembarangan.

“Secara mitigasi, pemkot sudah bergerak maksimal. Penindakan terhadap pembakaran sampah tetap kami lakukan,” tegasnya.

Mengingat risiko paparan mikroplastik di kota besar cukup tinggi, DLH mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, salah satunya dengan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.

Selain itu, kampanye pengurangan plastik terus digencarkan, mulai dari penggunaan tas belanja nonplastik, membawa tumbler bagi pelajar, hingga larangan membakar sampah rumah tangga.

“Kesadaran masyarakat adalah kunci. Mengurangi plastik, tidak membakar sampah, dan menjaga lingkungan adalah tindakan nyata yang bisa dilakukan sekarang,” pungkas Dedik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Layla Aini

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Air hujan mikroplastik di SurabayaBerita Kota Surabaya hari iniKota Surabaya hari iniPaparan mikroplastik SurabayaSurabaya
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Rumah doa.

DPRD Kabupaten Pasuruan Terima Aduan Warga Tolak Dugaan Rumah Doa Ilegal di Bangil

by Dwi Linda
20/07/2026 9:04 PM
0

PASURUAN, Tugujatim.id - Perwakilan warga Lingkungan Sukalipura, Kelurahan Dermo, Kecamatan Bangil, mendatangi kantor DPRD Kabupaten Pasuruan untuk audiensi pada Senin...

Piala Dunia 2026.

Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Ribuan Warga Nobar di Sidoarjo Senang Berhadiah Umrah hingga Sepeda Gunung

by Dwi Linda
20/07/2026 6:05 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Ribuan warga memadati Jalan Cokronegoro di depan Pendopo Delta Wibawa, Kabupaten Sidoarjo, Senin dini hari (20/07/2026). Mereka...

Pungli.

Kasus Dugaan Pungli Sewa Lahan Pemkot Surabaya, LPMK Kalijudan Janji Kembalikan Uang Pedagang

by Dwi Linda
20/07/2026 5:18 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Kelurahan Kalijudan, Surabaya, menggelar pertemuan bersama LPMK Kalijudan dan para pedagang kali lima (PKL) terkait kasus pungutan...

Jembatan Sonokembang.

Jembatan Sonokembang Kota Malang Mulai Dibuka, Truk Tronton Bakal Dilarang Melintas

by Dwi Linda
20/07/2026 5:01 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Jembatan Sonokembang di Kota Malang, Jatim, kini mulai dibuka untuk masyarakat meski proses pembangunannya masih menyisakan tahap...

Next Post
SDN Supiturang 02.

SDN Supiturang 02 Lumajang Rata Tak Tersisa, Diterpa Material Vulkanik Gunung Semeru

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID