• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Anggota Pecinta Alam SMAN 2 Sidoarjo (SMANDAPALA) melakukan identifikasi biota pada sampel air yang diambil di salah satu sungai dekat tambak di Desa Permisan, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo

Anggota Pecinta Alam SMAN 2 Sidoarjo (SMANDAPALA) melakukan identifikasi biota pada sampel air yang diambil di salah satu sungai dekat tambak di Desa Permisan, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo. (Foto: Eko Widodo/PoskoKKLuLa-Comunity Organizer)

Air Sumur Warga Sekitar Lumpur Lapindo Berbau Karat dan Berwarna Coklat

Herlianto A by Herlianto A
4 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

Tugujatim.id – Kondisi air sumur warga di sekitar Lumpur Lapindo tidak bisa digunakan saat ini. Pasalnya, air tiba-tiba berbau karat, berwaran coklat dan baunya busuk. Hal ini dikemukakan oleh Harwati dan Eko Widodo anggota Posko KKLuLa atau Pos Koordinasi untuk Keselamatan Korban Lumpur Lapindo saat ditemui pada 29 Juli 2022.

Harwati menjelaskan bahwa secara kasatmata, air sumur yang sebelumnya digunakan sebagai pemenuhan kebutuhan sehari-hari warga di seputar lokasi semburan Lumpur Lapindo kini tidak lagi dapat digunakan karena perubahan tersebut.

You might also like

Pasar Gadang.

Pembangunan Pasar Gadang Malang Dinilai Lambat, Warga Khawatir Pedagang Kembali ke Pinggir Jalan

13/06/2026 6:08 PM
Pemkot Malang.

Harga Pertamax Naik, Pemkot Malang Lirik Kendaraan Listrik Tekan Anggaran

13/06/2026 5:25 PM

“Air berbau karat, berwarna keruh coklat-kekuningan, dan asin,” kata dia.

Selain itu, imbuh Harwati, air sumur meninggalkan rasa lengket di kulit. Sering kali, bau busuk tercium ketika air pertama mengalir dari kran. Bahkan penggunaan air tersebut meninggalkan rasa gatal di kulit.

Sementara Eko Widodo mengatakan bahwa di Penatarsewu terjadi penurunan keberagaman jenis ikan di tambak warga sejak 2006 akibat perubahan air tersebut. Hanya ikan jenis tertentu yang dapat dibudidayakan menggunakan air yang sudah terkena limpasan Lumpur Lapindo.

Sementara, untuk masak dan minum, warga lebih memilih untuk membeli air jerigen daripada menggunakan air PDAM.

Uji kualitas air selama ini, lanjut Eko, dilakukan Posko KKLuLa bekerja sama dengan akademisi dari Universitas Brawijaya. Hasilnya disandingkan dengan dua regulasi dari pemerintah, yaitu: PP 82/2001 tentang Pengelolaan Air Kelas I dan Permenkes 492/2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum.

Lokasi Titik Pantau Air.
Lokasi Titik Pantau Air. (Foto: Eko Widodo/Komunitas Lumpur Lapindo)

Selain uji lab, PoskoKKLuLa juga menggunakan metode biotilik yang dikembangkan oleh LSM ECOTON sebagai cara sederhana mendeteksi kualitas air dengan memperhatikan jumlah dan keberagaman jenis makro-invertebrata di air.

Menurut Eko, hasilnya menunjukkan bahwa air warga sekitar Lumpur Lapindo tercemar sedang hingga berat. Pada 2019, PoskoKKLuLa memantau sampel air di Kali Porong. Lalu pada 2020 dan 2021, pemantauan dilakukan di 16 titik, yang terdiri dari 8 titik di Kali Porong dan 8 titik di saluran irigasi di sekitar Kali Porong.

Hasil dari pemantauan yang menggunakan beragam metode tersebut memiliki kesimpulan yang sama, bahwa air warga di situ tercemar. Mayoritas titik pantau kondisinya tercemar berat dan beberapa terpantau tercemar sedang. Mengerikannya, tidak ada sampel yang termasuk dalam kategori aman.

“Ini berarti pemanfaatan air yang ada perlu melalui tahapan-tahapan tertentu, seperti filtrasi dan penjernihan air melalui mekanisme fisika, biologi, dan kimia. Tanpa itu, air akan berbahaya bagi manusia,” katanya.

 

—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim , 
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim

 

 

Tags: Air Berbau KaratAir tercemarlumpur LapindoPosko KKLuLaSidoarjo
Herlianto A

Herlianto A

Related Stories

Pasar Gadang.

Pembangunan Pasar Gadang Malang Dinilai Lambat, Warga Khawatir Pedagang Kembali ke Pinggir Jalan

by Dwi Linda
13/06/2026 6:08 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Warga Kota Malang mulai mempertanyakan kelanjutan proyek penataan Pasar Induk Gadang setelah proses relokasi pedagang dilakukan sejak...

Pemkot Malang.

Harga Pertamax Naik, Pemkot Malang Lirik Kendaraan Listrik Tekan Anggaran

by Dwi Linda
13/06/2026 5:25 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi mulai berdampak pada biaya operasional pemerintah daerah. Di tengah...

Cuaca di Jawa Timur.

Hujan Ringan dan Udara Kabur Dominasi Cuaca di Jawa Timur 13 Juni 2026, Waspadai Kelembapan Tinggi dan Jarak Pandang

by Dwi Linda
13/06/2026 8:58 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Sabtu (13/06/2026) didominasi hujan ringan, udara kabur, dan kondisi berawan di berbagai wilayah....

Santri

Terkendala Gelombang Tinggi, Pencarian Hari Kedua Santri Terseret Ombak di Blitar Nihil

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 8:54 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Operasi pencarian terhadap santri asal Kabupaten Kediri yang terseret ombak di Pantai Pangi, Desa Tumpakkepuh, Kecamatan Bakung,...

Next Post
Dr Aqua Dwipayana Putuskan Berkeliling Ranah Minang, Tersentuh Iktikad Koran “Haluan” Membangun Literasi Guru dan Siswa

Dr Aqua Dwipayana Putuskan Berkeliling Ranah Minang, Tersentuh Iktikad Koran “Haluan” Membangun Literasi Guru dan Siswa

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID