• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Perajin tas anyaman di Jember.

Perajin tas di Jember, Ajeng Wulan Kinasih, menjual hasil kreativitasnya di sebuah acara yang berlangsung di Alun-Alun Jember Nusantara. (Foto: Diki Febrianto/Tugu Jatim)

Cerita Ajeng Wulan Kinasih, Perajin Tas Anyaman di Jember Tekuni Hobi hingga Berdayakan Ibu Rumah Tangga

Dwi Linda by Dwi Linda
8 months ago
in Bisnis, Featured
0
Share on FacebookShare on Twitter

JEMBER, Tugujatim.id – Kisah inspiratif datang dari Ajeng Wulan Kinasih, seorang ibu berusia 33 tahun, membangun mimpinya menjadi perajin tas anyaman di Jember. Di sebuah rumah sederhana di Perumahan Darma Alam, Kelurahan Sempusari, tangan-tangan terampil sedang sibuk menganyam tali plastik strapping band. Gerakannya lincah, mengubah bahan yang biasa digunakan untuk mengikat kardus menjadi tas cantik bernama decoupage.

Perjalanan Ajeng di dunia kerajinan anyaman dimulai empat tahun silam, tepatnya pada 2021. Saat itu, dia bahkan belum bisa menganyam sendiri. Awalnya dia membeli tas anyaman polos dari rekanan di Banyuwangi, lalu menambahkan sentuhan kreatif dengan menempelkan gambar-gambar menarik sebelum dijual kembali.

You might also like

Teras Semeru.

Mengenal Muhammad Syafi’i, Santri Sukses Berdayakan Warga Kampung berkat Rumah Makan Teras Semeru Lumajang yang Viral

06/07/2026 5:13 PM
Gading Gajah

Polda Jatim Bongkar Penyelundupan Gading Gajah, Kupu-Kupu Langka dan Benih Lobster ke Luar Negeri

30/06/2026 12:15 PM

Baca Juga: Dukung Perajin, Ini Sentra IKM Batik Milik Pemkot Mojokerto

“Awalnya saya cuma mendekorasi tas yang sudah jadi. Tapi ternyata responsnya bagus,” kenang Ajeng saat ditemui memamerkan hasil buah tangannya di Alun-Alun Jember Nusantara, Minggu (09/11/2025).

Melihat antusiasme pasar yang terus meningkat, perempuan yang tinggal di Kecamatan Kaliwates ini mulai berpikir lebih jauh. Dia menyadari bahwa perajin tas anyaman di Jember masih sangat terbatas, sementara permintaan terus berdatangan. Peluang itu yang membuatnya memberanikan diri belajar menganyam dari nol.

Tahun 2023 menjadi titik balik. Ajeng akhirnya berani memproduksi tas anyaman sendiri dan ujian pertamanya datang begitu cepat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember memesan 1.000 tas dengan tenggat waktu hanya 20 hari.

“Waktu itu saya deg-degan banget. Sendirian mustahil selesai,” ujarnya sambil tersenyum mengingat momen menegangkan itu.

Alih-alih menyerah, Ajeng justru melihatnya sebagai kesempatan. Dia mengajak delapan tetangga di sekitar rumahnya untuk bergabung. Sepuluh hari pertama digunakan untuk mengajar mereka teknik menganyam dari dasar. Sisanya, mereka bekerja bersama mengejar target.

“Alhamdulillah, pesanan selesai tepat waktu. Sejak itu, tetangga-tetangga saya jadi pekerja tetap di sini,” ungkapnya.

Bisnis Tembus 5 Toko Besar di Jember

Kini, industri rumahan Ajeng telah memberdayakan beberapa ibu rumah tangga di lingkungannya. Sistem upah yang diterapkan berdasarkan jumlah produksi, untuk tas berukuran kecil, mereka menerima Rp3.000 per buah, sementara tas besar dihargai Rp9.000 per unit.

Produk yang dihasilkan pun beragam, dengan rentang harga mulai dari Rp8.000 untuk tas kecil polos hingga Rp95.000 untuk tas model Jali yang lebih rumit anyamannya.

Usaha ini kini telah menembus lima toko besar di wilayah Kota Jember dan dua gerai ritel di Jakarta. Dalam kondisi normal, penghasilan bulanan yang dikantonginya mencapai Rp3 juta. Namun saat musim hajatan pernikahan tiba, angka itu bisa melonjak hingga Rp8 juta.

Perajin tas di Jember.
Beberapa kerajinan yang dihasilkan Ajeng Wulan Kinasih. (Foto: Diki Febrianto/Tugu Jatim)

Menariknya, konsumen utama tas anyaman ini adalah perempuan berusia 25 tahun ke atas, terutama ibu-ibu anggota PKK.

“Kalau generasi Z malah jarang yang beli. Tapi mereka sering datang ke sini untuk belajar menganyam,” jelas Ajeng.

Bahkan, mahasiswa dari Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Jember kerap berkunjung ke rumahnya, tidak hanya untuk belajar teknik menganyam, tetapi juga untuk memahami seluk-beluk mengelola industri rumahan.

Kehadiran Ajeng dalam event-event besar untuk menunjukan buah tangannya menjadi bentuk pengakuan atas dedikasinya mengembangkan UMKM lokal. Bagi perempuan yang kini menjadi tulang punggung ekonomi keluarga sekaligus memberdayakan komunitasnya ini, perjalanan masih panjang.

“Saya berharap usaha ini bisa terus berkembang dan memberi manfaat lebih banyak lagi untuk tetangga-tetangga di sini,” tutup Ajeng dengan penuh harapan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Diki Febrianto

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Berita Kabupaten Jember hari iniBisnis Ajeng Wulan KinasihBisnis tas anyaman di JemberJemberKabupaten Jember hari iniPengusaha tas anyaman JemberPerajin tas anyaman Jember
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Teras Semeru.

Mengenal Muhammad Syafi’i, Santri Sukses Berdayakan Warga Kampung berkat Rumah Makan Teras Semeru Lumajang yang Viral

by Dwi Linda
06/07/2026 5:13 PM
0

LUMAJANG, Tugujatim.id – Di balik meroketnya angka kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) di Kabupaten Lumajang selama libur Lebaran 2026, ada satu...

Gading Gajah

Polda Jatim Bongkar Penyelundupan Gading Gajah, Kupu-Kupu Langka dan Benih Lobster ke Luar Negeri

by Mochamad Abdurrochim
30/06/2026 12:15 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur mengungkap tiga kasus penyelundupan dan perdagangan ilegal sumber daya alam yang melibatkan...

Blitar

Kisah Anak Buruh Setrika di Kota Blitar Menjemput Asa Lewat Sekolah Rakyat

by Mochamad Abdurrochim
26/06/2026 10:54 PM
0

"Sedih rasanya melihat teman-teman lain berseragam. Tapi saya harus sabar, menepi dulu demi bantu orang tua. Saya jualan es teh....

Sekolah Rakyat.

Menolak Padam, Asa Baru Silvia dan “The Invisible People” dari Bangku Sekolah Rakyat

by Dwi Linda
26/06/2026 5:47 PM
0

"Ada banyak pahlawan dalam kamus hidup Silvia Putri Cahyani, pelajar 14 tahun di Kota Batu, Jawa Timur. Paman dan bibinya,...

Next Post
Pemkab Sidoarjo.

Tiga Inovasi Pemkab Sidoarjo Raih Penghargaan Inotek Award Jatim 2025

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID