News  

Aksi Demo 500 Buruh PT IKSG Tuban Ricuh, 2 Pekerja Diduga Sempat Diamankan Petugas

PT IKSG. (Foto: Mochamad Abdurrochim/Tugu Jatim)
Situasi yang memanas dengan aksi saling dorong antara massa demo dan aparat kepolisian sesaat sebelum masuk pabrik pada Senin (15/08/2022). (Foto: Mochamad Abdurrochim/Tugu Jatim)

TUBAN, Tugujatim.id – Aksi demo sebanyak sekitar 500-an buruh yang tergabung di Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) yang memadati depan pintu masuk PT IKSG Tuban sempat terjadi kericuhan. Sebab, massa yang menunggu manajemen PT IKSG terlalu lama. Kondisi itu membuat situasi semakin panas dan memicu massa ingin masuk ke pabrik menemui pihak IKSG pada Senin (15/08/2022).

Selain itu, sejumlah pekerja yang berusaha merangsek masuk ke dalam pabrik IKSG sempat diamankan diduga oleh petugas. Hal ini membuat para pekerja lainnya marah dan berusaha mencarinya.

Sementara itu, Ketua Konsulat Cabang FSPMI Tuban Duraji saat dikonfirmasi membenarkan terkait peristiwa itu. Sesaat akan masuk, keduanya dibawa oleh sebuah mobil berwarna hitam.

“Kami menduga itu perbuatan oknum yang tidak bertanggung jawab,” ucap Duraji.

PT IKSG. (Foto: Mochamad Abdurrochim/Tugu Jatim)
Massa yang melakukan aksi demo di pabrik PT IKSG, Senin (15/08/2022). (Foto: Mochamad Abdurrochim/Tugu Jatim)

Setelah dicari, bahkan akan melihat rekaman CCTV, tiba-tiba kedua anggotanya datang dari selatan yang keluar dari warna mobil hitam.

“Setelah mengeluarkan anggota kami, mobil masuk ke arah pabrik lagi,” ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, aksi massa melakukan demo ini dipicu adanya pemutusan hubungan kerja (PHK) oleh PT Swabina Gatra terhadap 33 pekerjanya yang dipekerjakan di wilayah PT IKSG. Pemecatan oleh PT Swabina Gatra itu dianggap menyalahi ketentuan perundang-undangan yang berlaku sekaligus tak menghormati forum dialog yang masih berjalan.

PT IKSG. (Foto: Mochamad Abdurrochim/Tugu Jatim)
Massa aksi menuntut pembatalan PHK buruh PT IKSG pada Senin (15/08/2022). (Foto: Mochamad Abdurrochim/Tugu Jatim)

Menggunakan dalih efisiensi, keputusan perusahaan PT IKSG juga tak didasari bukti-bukti yang bisa dipertanggungjawabkan. Jadi, massa aksi kukuh menolak opsi PHK maupun pemotongan upah yang sebelumnya ditawarkan perusahaan.

Masa demo menuntut agar 33 pekerja yang dipecat segera dipekerjakan kembali. Apalagi mereka notabene adalah warga ring 1 yang terdampak aktivitas perusahaan.

Pekerja yang dipecat telah berkontribusi untuk kemajuan perusahaan, bukan hanya 1-2 tahun saja. Bahkan, ada yang sudah bekerja selama 24 tahun di perusahaan anak usaha Semen Indonesia tersebut.

 

 


Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim