Aksi Pinjol Meresahkan Mahasiswa Bojonegoro, Mulai Diteror hingga Ditagih Utang Nomor Tak Dikenal

  • Bagikan
Ilustrasi orang yang resah. (Foto: Pexels/Tugu Jatim)
Ilustrasi orang yang resah. (Foto: Pexels)

BOJONEGORO, Tugujatim.id – Di zaman yang serba canggih seperti sekarang ini mampu memudahkan manusia dalam melakukan segala sesuatu menggunakan sistem online. Termasuk dalam hal pinjam meminjam uang. Namun, nyatanya aplikasi pinjaman online (pinjol) ini ternyata bisa meresahkan dan merugikan orang lain. Salah satunya seperti yang dialami oleh mahasiswa Bojonegoro yang diteror hingga ditagih utang oleh nomor tak dikenal. Padahal, dia tak merasa pernah berutang. Seperti apa ceritanya?

Maraknya aplikasi pinjol yang menyediakan beragam kemudahan untuk transaksi pinjam meminjam uang membuat sebagian orang semakin tertarik untuk memanfaatkannya. Sayangnya, terkadang hal tersebut disalahgunakan oleh sebagian orang. Beberapa dari mereka bahkan berani meminjam uang, tapi menggunakan jaminan data orang lain.

Salah satunya yang terjadi, peminjam menggunakan nomor telepon orang lain sebagai jaminannya di aplikasi pinjol. Seperti yang dialami AL, salah satu mahasiswa di Bojonegoro. AL kerap mendapat tagihan yang dikirim lewat nomor teleponnya. Padahal, dia merasa tak mempunyai utang dengan siapa pun.

“Saya diteror melalui telepon biasa hingga WA. Dan itu tidak terjadi hanya sekali dua kali. Dalam sehari kadang bisa ditelepon hingga 5 kali,” ujar AL pada Sabtu (19/06/2021).

Tagihan pinjaman online (pinjol) yang dikirim ke nomor telepon mahasiswa di Bojonegoro. (Foto: Istimewa/Tugu Jatim)
Tagihan pinjaman online (pinjol) yang dikirim ke nomor telepon mahasiswa di Bojonegoro. (Foto: Istimewa)

AL mengetahui hal tersebut saat dirinya mengangkat telepon dari nomor tak dikenal itu. Kemudian nomor tersebut menyebutkan jumlah tagihan yang harus dibayar serta tenggat waktu pelunasan. Selain itu, dia diteror melalui chat WA untuk segera melunasi tagihan.

“Saat telepon mengatakan peminjam atas nama orang lain, jadi saya segera mematikan teleponnya. Namun, beberapa menit kemudian saya di-WA. Dalam WA, ada KTP serta nama peminjamnya, tapi saya tidak mengenali orang tersebut,” imbuhnya.

Mengetahui hal tersebut tak pernah dilakukan, tanpa merespons sama sekali, AL segera memblokir nomor tak dikenal itu.

Selang beberapa hari, dia mengaku diteror kembali dengan nomor yang berbeda. Tapi, identitas peminjam masih tetap sama. Hingga pada akhirnya setiap nomor yang masuk dia blokir dan tidak ada lagi nomor penagih utang yang menghubungi dirinya lagi.

“Ada 3 kali saya ditagih utang dengan nomor yang berbeda. Namun, itu bukan kerabat atau teman saya yang berutang. Sekali diganggu lewat WA, saya blokir dan blokir lagi. Namun, pihak sana menggunakan nomor yang lain untuk menghubungi saya lagi,” tutupnya.

 

 

  • Bagikan