• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
mahasiswi lulus Ilustrasi sibuk organisasi tetapi tetap berprestasi secara akademik. (Foto: Pixabay)

Ilustrasi sibuk organisasi tetapi tetap berprestasi secara akademik. (Foto: Pixabay)

Aktif Organisasi tapi Tetap Berprestasi? Berikut 5 Tip untuk Kuasai Keduanya 

Redaksi by Redaksi
5 years ago
in Tips
0
Share on FacebookShare on Twitter

Tugujatim.id – Menjadi mahasiswa merupakan kesempatan paling luar biasa yang tidak boleh disia-siakan. Dahlan Iskan, mantan CEO Jawa Pos pernah berkata habiskan jatah gagalmu di masa muda, agar ketika tua tidak memiliki jatah gagal. Tentu, kegagalan sebagai pembelajaran agar tidak cepat berpuas diri dan terus mengasah kemampuan.

Sebagai seorang mahasiswa kehidupan yang dijalani cukup berbeda jauh dengan sekolah menengah. Kehidupan kampus, merupakan miniatur dari kehidupan nyata kelak. Di kampus, akan bertemu dengan golongan yang disebut sebagai kupu-kupu (kuliah pulang, kuliah pulang), kura kura (kuliah rapat, kuliah rapat), dan beberapa sebutan lain yang lekat dengan tipikal mahasiswa.

You might also like

Kucing

Kucing Tiba-Tiba Buang Air Sembarangan? Ini 8 Hal yang Bisa Menjadi Penyebabnya

20/07/2026 11:00 AM
Teknik Feynman

Sering Kesulitan Memahami Materi? Coba 7 Langkah Belajar dengan Teknik Feynman

13/07/2026 8:26 AM

Pembahasan soal mana yang lebih penting, antara mencari pengalaman di organisasi atau, fokus pada akademik memang tidak akan pernah usai. Ada sebagian yang beranggap sia sia jika tidak merasakan animo organisasi mahasiswa, ada juga pendapat menyatakan tujuan utama kuliah adalah mengasah akademis, sementara organisasi hanya pelengkap. Kedua hal itu, sebenarnya berjalan secara beriringan, bahkan begitu dekat.

Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan, agar bisa seimbang menjadi organisatoris yang akademis, atau akademisi yang organisatoris.

1. Manajemen Waktu

Ilustrasi jam pasir dan menunda pekerjaan. (Foto: Pixabay)
Ilustrasi jam pasir dan waktu. (Foto: Pixabay)

Sehari, 24 jam waktu yang sangat panjang untuk melakukan banyak hal. Hasil penelitian pernah menyebut, jika orang orang hebat seperti pak Habibie, atau Gus Dur hanya menggunakan sedikit waktu untuk tidur. Akhir akhir ini pemuda Indonesia mengenal istilah ‘kaum rebahan,’ .

Rebahan produktif bisa dilakukan dengan merencanakan hidup. Manajemen waktu yang baik senantiasa dituliskan pada sebuah kertas, dan harus berkomitmen untuk menjalankan. Jika di bangku perkuliahan ada yang namanya jadwal mata kuliah, maka jadwal hidup harus ada demi terjadinya keseimbangan waktu.

2. Komitmen 

Komitmen, atau teguh pada prinsip merupakan hal yang mutlak. Sebagai mahasiswa tentu kita harus sadar dan fokus pada bidang yang ingin ditekuni. Kefokusan ini harus melihat dari berbagai sudut pandang, dengan keteguhan pada pilihan. Saat berkomitmen menjalankan dunia akademis dan organisasi sekaligus komitmen menjadi penting. Seseorang harus berkomitmen pada gaya hidup.

3. Memiliki Target

Agar terus terjadi perbaikan dari hari ke hari, atau bulan ke bulan, hingga tahun ke tahun. Kita harus memiliki target, target yang hendak dicapai. Target bukanlah ambisi, sebab ambisi hanya akan menjerumuskan pada kegagalan. Target dilakukan dengan kerja keras, proses yang dilalui sebagai pembelajaran, sehingga target bisa tercapai. Sementara ambisi pada hal negatif, ambisius hanya akan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan tujuan.

Misal ingin menjadi pemimpin suatu organisasi dengan tetap mempertahankan akademik. Yang harus dilakukan selain dua hal diatas , adalah usaha yang keras, sembari berdoa. Bukan dengan menghalalkan segala cara yang dapat menjerumuskan.

4. Bersifat Terbuka

Bersifat terbuka maksudnya harus mudah beradaptasi dengan segala tantangan dan rintangan yang menghadang. Menjadi seorang organisatoris yang akademis atau akademisi yang selalu berkelindan dengan kehidupan organisasi harus senantiasa terbuka pada semua kemungkinan. Sifat terbuka ini juga berarti selalu ingin tahu, ingin berkembang, terbuka pada perbedaan, juga terbuka pada pendapat, kritik, dan masukan dari orang lain.

5. Refleksi Diri 

Terpenting dari semua itu ialah melakukan evaluasi diri, tidak ada manusia yang sempurna. Semua harus dilakukan dengan evaluasi diri, dan banyak bersyukur. Sehingga kegagalan yang terjadi merupakan bentuk keberhasilan yang tertunda.

Menjadi akademisi sembari aktif berorganisasi bukan hal sulit, memang cukup menantang tetapi akan sangat bermanfaat jika dilakukan secara berimbang. Sebab kesempatan menjadi mahasiswa hanya sekali, maka jangan disia-siakan. (Dani Alifian/gg)

Tags: kampusmahasiswapengembangan diritipsuniversitas
Redaksi

Redaksi

Related Stories

Kucing

Kucing Tiba-Tiba Buang Air Sembarangan? Ini 8 Hal yang Bisa Menjadi Penyebabnya

by Mochamad Abdurrochim
20/07/2026 11:00 AM
0

Tugujatim.id - Kucing yang biasanya selalu buang air di litter box terkadang bisa tiba-tiba pipis atau buang air besar di lantai,...

Teknik Feynman

Sering Kesulitan Memahami Materi? Coba 7 Langkah Belajar dengan Teknik Feynman

by Mochamad Abdurrochim
13/07/2026 8:26 AM
0

Tugujatim.id – Bagi sebagian pelajar maupun mahasiswa, memahami materi pelajaran tidak selalu cukup hanya dengan membaca berulang kali. Meski sudah...

Charger HP Cepat Rusak

Kenapa Charger HP Cepat Rusak? Ini 11 Kebiasaan yang Sering Menjadi Penyebabnya

by Mochamad Abdurrochim
12/07/2026 12:00 PM
0

Tugujatim.id - Charger HP yang cepat rusak sering kali membuat proses pengisian daya menjadi terganggu dan memaksa pengguna membeli charger...

Merek Deodoran.

8 Merek Deodoran Antiperspiran Wanita Terbaik di Bawah 50 Ribu, Bantu Kurangi Bau Badan dan Keringat

by Dwi Linda
11/07/2026 2:09 PM
0

Tugujatim.id - Deodoran antiperspiran menjadi salah satu produk yang banyak digunakan untuk membantu mengurangi bau badan sekaligus mengontrol keringat saat...

Next Post
Posko PPKM Mikro yang dibangun di RT 07 RW 07 Kelurahan Kidul Dalem Kecamatan Klojen Kota Malang. (Foto : Azmy/Tugu Malang/Tugu Jatim) pemkot malang

Pemkot Malang Target 4 Ribu Posko PPKM Mikro Segera Terealisasi

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID