MALANG, Tugujatim.id – DPRD Kabupaten Malang mempercepat pembangunan Alun-Alun Kepanjen yang pelaksanaannya ditarget dimulai 2027. Sebab, pembangunan alun-alun masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Malang 2025-2029.
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Malang Tantri Baroroh mengatakan, pembangunan alun-alun perlu perhatian khusus. Dia telah koordinasi dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Malang dan akan sering rapat.
Baca Juga: Dua Pilihan Lokasi Bakal Jadi Alun-alun Kepanjen
“Kami fokus dan serius membahas agar mimpi masyarakat Kabupaten Malang bisa terwujud. Supaya wajah Kabupaten Malang yang identik dengan kecamatan itu bisa dihilangkan,” kata Tantri, belum lama ini.
Kajian Rampung, Siap Pengadaan Lahan
Dia melanjutkan, langkah selanjutnya mengkaji khusus dan melibatkan Kementerian Keuangan serta Kementerian Dalam Negeri. Jika kajian rampung, dia mengatakan, maka akan pengadaan lahan.
“Ada opsi lahan di depan atau belakang Pendopo Panji. Jadi perlu fokus (rapat) nanti mau di depan atau belakang,” kata Tantri.
Berdasarkan hasil penghitungan, butuh biaya sekitar Rp300 miliar untuk merealisasikan Alun-Alun Kepanjen. Dana tersebut digunakan untuk membebaskan lahan dan membangun fisik.
Baca Juga: Bupati Malang Kaji Ulang Pembangunan Alun-Alun di Kepanjen
Soal biaya, Tantri mengatakan, Pemkab Malang akan mengajukan penawaran ke Bank Jatim. Dia menyarankan agar pembiayaan tidak hanya mengandalkan corporate social responsibility (CSR) tetapi juga mempertimbangkan skema lain seperti kerja sama branding atau pinjaman daerah.
“Bank Jatim jadi mitra strategis harus bisa memberikan nilai lebih kepada Kabupaten Malang. Tentunya nanti Pemkab Malang juga harus mengajukan inisiasi terkait penawaran dengan Bank Jatim,” tutup Tantri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Aisyah Nawangsari Putri
Editor: Dwi Lindawati








