TUBAN, Tugujatim.id – Perjalanan mudik dengan motor seringkali melelahkan, terutama bagi pemudik yang menempuh jarak jauh. Untuk menjawab kebutuhan itu, Kementerian Agama Republik Indonesia menghadirkan program Masjid di Tuban yang Ramah Pemudik pada Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah.
Di Kabupaten Tuban, program ini mulai diimplementasikan dengan menunjuk 15 masjid yang tersebar di 10 kecamatan sebagai titik singgah pemudik.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tuban Umi Kulsum mengatakan masjid di Tuban disiapkan sebagai tempat istirahat yang aman dan nyaman, khususnya bagi pemudik roda dua.
Baca Juga: Unik! Cara Masjid Supangat Tuban Jaga Konsistensi Jemaah lewat Undian Hadiah Ramadhan
“Kalau pemudik merasa lelah, mengantuk, atau butuh istirahat bisa singgah di masjid ramah pemudik yang sudah kami siapkan,” ujarnya.
Berbeda dengan fungsi masjid pada umumnya, dalam program ini masjid didorong untuk lebih terbuka bagi para musafir. Tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang singgah yang humanis.

Masjid di Tuban yang ditunjuk diminta buka selama 24 jam. Pemudik bisa beristirahat sejenak, bahkan bermalam jika dibutuhkan.
Fasilitas yang disiapkan memang tidak semuanya seragam. Namun, kemenag memastikan kebutuhan dasar tersedia, seperti tempat wudu, MCK, area istirahat, serta tempat parkir yang memadai.
“Memang belum semua masjid punya fasilitas lengkap seperti ruang laktasi. Tapi yang terpenting adalah ada air, tempat istirahat, dan area parkir yang aman,” jelasnya.
Pengurus Masjid Diharapkan Sambut Baik Pemudik
Selain fasilitas, aspek kenyamanan juga menjadi perhatian. Pengurus masjid atau takmir diharapkan bisa menyambut pemudik dengan baik, sehingga mereka merasa aman saat singgah.
Program ini juga tidak berjalan sendiri. Kemenag menggandeng berbagai pihak di tingkat lokal untuk mendukung operasional di lapangan.
Mulai dari polsek, koramil, puskesmas, hingga pemerintah kecamatan turut dilibatkan. Takmir masjid, pemuda, serta organisasi kemasyarakatan juga ikut berperan dalam menjaga layanan tetap berjalan.
Kolaborasi ini penting, terutama untuk memastikan aspek keamanan dan kesehatan bagi pemudik yang singgah.
“Pengamanan juga kami koordinasikan dengan aparat setempat. Jadi pemudik bisa lebih tenang saat beristirahat,” imbuh Umi.
Baca Juga: Usulkan Masjid Ratusan Tahun, Penambahan Objek Wisata Religi Andalan Mojokerto Belum Tampak
Program Masjid Ramah Pemudik ini menjadi alternatif rest area, khususnya di jalur-jalur yang tidak memiliki fasilitas peristirahatan resmi. Di jalur Pantura Tuban yang padat saat musim mudik, keberadaan masjid ramah pemudik diharapkan bisa membantu mengurangi risiko kecelakaan akibat kelelahan.
Dengan konsep sederhana namun fungsional, masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga ruang pelayanan bagi masyarakat yang sedang dalam perjalanan jauh.
“Harapannya, pemudik bisa memanfaatkan fasilitas ini dengan baik, sehingga perjalanan tetap aman dan lancar sampai tujuan,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Dwi Lindawati








